Halaman

    Social Items

pasang

XXX - Cerita Sex Tante Santi, Kisah ini terjadi beberapa tahun yg lalu, ini bermula saat aku sedang membantu sahabatku yg sedang

melaksanakan persiapan pernikahannya di rumahnya. Lazimnya acara pernikahan pasti banyak orang yg turut

membantu keluarga sahabatku itu, dari mulai tetangga sampai teman-teman bermain sahabatku itu. Dari

sekian banyak orang yg membantu itu ada salah seorang wanita yg menarik perhatianku.



Wanita ini memakai gaun pesta yg sangat anggun dan seksi, dia memakai gaun terusan warna ungu dengan

belahan rok memanjang hingga sampai ke pertengahan pahanya. Bila dia berjalan pasti kulit mulus pahanya

sekilas mengintip, membangkitkan gairah siapapun yg melihatnya, terutama aku sendiri. Wajahnya biasa

saja tapi karena kulitnya putih mulus membuat gairahku bangkit, aku berkhayal seandainya aku bisa

menyentuh kulit mulusnya itu aku pasti akan melakukan apapun yg diminta.


Aku berusaha mencari tahu siapa wanita sexy itu. Rupanya dia adalah adik mamanya, usianya kutaksir

sekitar 30 thn-an dan dia telah mempunyai 2 putra. Suaminya tidak bisa hadir karena sedang mengurus

bisnisnya di luar kota. Aku sering meliriknya terutama saat dia berjalan, putih pahanya menyilaukan

mataku dan membangkitkan gairahku. Rupanya diam2 dia mengetahui kalau aku sering mencuri-curi pandang

terhadapnya. Suatu saat aku terpergok dirinya saat aku sedang melirik ke belahan dadanya yg sedikit

telihat dari luar gaunnya, sontan aku sangat malu dan takut seandainya dia marah lalu mengadukan

perbuatanku itu pada keluarga sahabatku itu, duuh malunya aku seandainya dia lakukan itu. Slot Online Terpercaya

Tetapi rupanya dia tidak marah, malah justru tersenyum saat dia mengetahui aku sedang mencuri pandang ke

arah bagian tubuhnya. Bukan main senangnya hatiku saat mengetahui dia tidak marah karena kenakalan

mataku, mudah-mudahan ini pertanda baik bagiku, batinku berkata. Aku mencari cara agar aku bisa

berdekatan lalu berkenalan dengannya, tapi karena keadaan yang serba sibuk saat itu membuatku tidak

mempunyai kesempatan untuk mendekatinya.


Akhirnya kesempatan itu tiba saat aku diminta tolong oleh mamanya sahabatku untuk mengambilkan pesanan

kue di toko langganan mamanya, dan yg membuat hatiku bersorak adalah kala mamanya menyuruh adiknya untuk

mengantarku ke toko kue itu. Dengan menggunakan mobilnya kami berangkat hanya berdua, wah kesempatan

emas nih, sorak batinku dalam hati.


Dalam mobil aku ingin memulai pembicaraan dan berkenalan dengannya tapi entah mengapa bibirku terasa

kelu, aku jadi serba salah karena selama di mobil pahanya yang putih bersih tersingkap sebagian karena

bentuk belahan gaun dan posisi duduknya yg seakan2 sengaja membiarkan pahanya terbuka. Sesekali aku

melirik ke arah pahanya dan tanpa terasa adikku perlahan mulai bangkit, ini membuatku jadi salah

tingkah. Dia rupanya diam2 juga memperhatikan tingkah lakuku dan semakin menggoda diriku dengan gerakan

kakinya yang membuat belahan gaunnya semakin lebar terbuka, membuat pahanya semakin kian terlihat

olehku.


“Hayo, tadi liatin apa waktu di rumah?” ucapnya memecahkan keheningan. Aku yg mendapat pertanyaan itu

sontan memerah, aku tersipu tapi pura-pura tidak mengerti apa maksud pertanyaanya itu.

“Kamu nggak usah bohong deh ama mbak, mbak tau kok tadi kamu ngelirik ke arah mbak terus, emang ada yg

aneh ya..?” pancingnya kepadaku.

“Emm, nggak kok mbak, eh gimana ya mbak, aduh aku jadi nggak enak kalau mau terus terang ama mbak, takut

mbak marah nanti” jawabku kikuk karena aku takut dia marah bila dia tau aku bernafsu oleh tubuhnya yg

indah itu.


Dengan tertawa kecil dia mendesakku untuk mengatakannya, akhirnya dengan sedikit malu2 aku berterus

terang bahwa aku suka melihat pahanya yg putih mulus itu. Selesai berkata begitu aku menjadi tambah

gugup karena aku takut dia akan marah mendengar penjelasanku tadi. Tetapi dia hanya tertawa lalu tanpa

kuduga sama sekali dia lalu berkata,


Iklan Sponsor :


“Emang kamu belum pernah megang paha cewek, kalau kamu mau megang pahaku pegang aja tapinggak boleh

ngelantur megangnya ya..” katanya sambil tersenyum padaku.

“Bener nih mbak, mbak nggak marah..” jawabku memastikan ucapannya.


Dia tidak menjawab tapi tangannya langsung bergerak meraih tanganku lalu meletakkannyadi pahanya. Aku yg

mendapat perlakuan seperti itu sontan menjadi lebih berani, kubelai pahanya dan kurasakan kulit mulusnya

yg hangat menyentuh telapak tanganku. Kubelai2 pahanya dan sesekali kuremas gemas, lalu perlahan

tanganku menelusup ke balik gaunnya merayap naik ke arah selangkangannya. Saat ujung jariku menyentuh

kain penutup bagian paling sensitifnya, kudengar lenguhan tertahannya.


Aku semakin bersemangat, perlahan kutelusupkan jariku ke pinggiran kain berendanya lalu mulai mulai

memasuki celana dalamnya. Aku dapat merasakan bulu2 halus di sekitar vaginanya, tonjolan yg ada di dalam

celana dalamnya kurasakan semakin keras mengacung. Aku menjadi semakin lupa diri, tapi saat jariku mulai

menyentuh bibir vaginanya yg telah membasah, dia menahan tanganku lalu memberi isyarat keluar. Rupanya

kami telah tiba di tujuan. Setelah merapikan gaunnya yg sedikit berantakan karena kenakalan tanganku

tadi, kami beranjak keluar dari mobil lalu menuju ke toko kue langganan mama temanku dan mengambil kue

pesanannya.


Iklan Sponsor :


Dalam perjalanan pulang kembali ke rumah temanku aku ingin mengulang kembali usahaku tadi yg sempat

terhenti, tetapi dengan halus dia menolakku dan mengatakan nanti saja lain hari dia akan mengajakku ke

rumahnya guna menuntaskan hasrat kami yg sempat tertunda hari ini. Aku sangat senang mendengar

ucapannya, lalu kucium pipinya dengan penuh gairah. Dia hanya tertawa kecil mendapat perlakuanku itu.

Selama perjalanan kami hanya berbicara seadanya tapi tanganku sesekali mengelus paha mulusnya dan

tangannya sempat beberapa kali meremas kejantananku seakan tak sabar ingin menikmatinya.


Namanya Santi, dia mengaku sering merasa kesepian karena suaminya jarang berada di rumah, suaminya

adalah seorang pebisnis sukses yg mempunyai beberapa anak perusahaan sehingga dia lebih sering berada di

luar rumah mengurus bisnisnya ketimbang istrinya yg seksi ini. Lalu kita saling bertukar nomer telepon

dan dia berjanji akan menghubungiku nanti bila saatnya tepat.


Setelah kejadian itu aku selalu teringat akan dirinya dan berharap dia akan mengajakku main ke rumahnya

lalu bercinta dengannya, aku tidak berani menghubunginya karena aku takut bila ada suaminya di rumahnya

aku takut rencanaku bisa berantakan bila ketauan dengannya. Akhirnya Sinta menghubungiku, saat itu aku

baru mandi pagi dan sedang bersiap akan keluar mencari pekerjaan karena saat itu aku masih pengangguran.

Dia mengundangku untuk ke rumahnya, dia bilang anak2nya sedang sekolah dan pembantunya sedang pulang ke

kampungnya kemarin menengok anaknya yg sakit. Saat ini dia sedang sendirian di rumah dan mengajakku

memanfaatkan waktu yg ada bersama. Bukan main senangnya hatiku, dengan bergegas aku berpamitan pada

orang tuaku, kukatakan aku akan pergi melamar kerja seperti biasanya.


Singkat cerita sampailah aku di alamat rumah yg diberikannya, dia tinggal di sebuah komplek perumahan

elit. Kulirik sesaat jam tanganku, jam 9 kurang, berarti ada waktu beberapa jam sebelum putra2nya pulang

dari sekolah, pikirku. Kupencet bel rumahnya, lalu tak lama kemudian dari rumah itu terdengar sebuah

suara yg kukenal tapi sosoknya tidak keluar rumah, yg menyuruhku untuk langsung masuk dan mengunci

kembali pagar depan rumahnya. Setelah mengunci pagar aku langsung bergegas masuk ke rumahnya. Saat aku

telah berdiri di hadapannya barulah kusadari ternyata dia hanya memakai gaun tidur yang sangat

merangsang. Warnanya hitam dan ukurannya sangat pendek hingga sebagian pahanya dapat terlihat jelas

olehku, dan yg paling membuatku bernafsu adalah ternyata dia tidak mengenakan apa2 lagi di balik gaunnya

itu. Itulah sebabnya dia tadi tidak membukakan pagar rumahnya dan hanya berteriak menyuruhku masuk,

rupanya dia telah merencanakan semua ini, batinku berkata.


Lalu tanpa dikomando kami bergerak saling rangkul dan bibirnya adalah sasaran pertamaku. Kami berciuman

dengan sangat panas, lidah kami saling berbelit di dalam rongga mulut kami. Tangannya erat merangkul

pinggangku, tangan kananku mengelus punggungnya dan tangan kiriku meremas bokongnya gemas. Sekitar lima

menit-an kami bercumbu dengan posisi itu sampai dia melepaskan pagutannya pada bibirku lalu menyeretku

menuju kamarnya yg terletak di tengah. Setelah menutup dan mengunci pintu kamar dengan nafas memburu dia

lalu mulai mempreteli bajuku satu persatu sampai tak tersisa, akupun tak mau kalah kulepaskan gaun

tidurnya sampai kami sama2 polos tanpa sehelai benangpun menempel di tubuh kami.


“Wow gede banget kontolmu Lingga, mbak pengen banget ngerasain kontolmu ini..” katanya sambil meraih

kontolku dan dengan cepat dikulumnya.


Aku hanya mendesah lirih saat bibir dan lidahnya bermain di kejantananku, kadang aku meringis nikmat

saat lidahnya dengan lincah menggelitik ujung kontolku, membuat kejantananku semakin keras menegang.


Kepalanya bergerak liar maju mundur kadang berputar di kejantananku, menimbulkan sensasi nikmat yg sukar

kuungkapkan dengan kata2. Sekitar 15 menit dia mengulum kontolku, lalu dia berdiri dan mengulum bibirku,

kemudian dia beranjak ke ranjang, duduk di tepian ranjang sambil membuka kakinya lebar2. Aku mengerti

keinginannya lalu aku berjongkok di depannya, kupandangi sejenak vaginanya sambil jariku meraba

klitorisnya yg kulihat telah berdiri mengacung.


“Ayo sayang, jangan diliatin aja dong..cepet jilatin punya mbak, aku udah nggak tahan nih..” rintihnya

memohon padaku untuk memulai aksiku sambil tangannya meraih kepalaku lalu didekatkan ke arah vaginanya.


Dengan gerakan cepat dan tiba2 aku langsung menerkam klitorisnya dengan kedua bibirku lalu menguncinya

erat. Lenguhannya keras terdengar saat aku lakukan itu.


“Aah sayang..kamu nakal ya, kamu ja..eugh” ucapannya terputus saat lidahku dengan gerakan cepat menyapu

klitorisnya, kadang kutekan kepalaku ke arah vaginanya dan kutempelkan lidahku pada vaginanya rapat,

lalu dengan gerakan cepat kugerakkan kepalaku berputar dengan posisi lidahku masih erat menempel di

klitorisnya.


Lenguhan dan erangannya semakin keras tersengar memenuhi seluruh ruang, nafasku dan nafasnya sudah sama2

memburu. Vaginanya semakin basah, cairan dari dalam vaginanya bercampur dengan air ludahku membuat

vaginanya berkilat tertimpa cahaya lampu.Cerpen Sex


“Udah sayang..masukkan kontolmu, aku udah nggak tahan, aku mau..ughh..” rintihnya sambil tangannya

menarik tubuhku naik, berharap aku segera memasuki tubuhnya.


Tapi aku sengaja bertahan, aku ingin dia merasakan orgasme pertamanya dari permainan lidah dan bibirku.

Kugencarkan seranganku pada vaginanya sampai kurasakan tiba2 tubuhnya menegang kaku, kedua pahanya erat

menjepit kepalaku dan tangannya kuat meremas sprei. Diiringi jerit nikmat tubuhnya lalu menyentak liar

tak terkendali, pinggulnya terangkat sejenak lalu tubuhnya lunglai, kedua kakinya lemah terbujur ke

lantai. Matanya rapat terpejam dan bibirnya setengah terbuka menggumamkan erangan lirih. Aah rupanya dia

telah mendapat orgasme pertamanya, pikirku senang.


Aku bergerak berdiri lalu kuangkat seluruh tubuhnya yg telah lunglai ke atas pembaringan, kemudian aku

berbaring disisinya. Kupandangi wajahnya yg penuh keringat, kuseka keringat yg menetes di wajahnya lalu

kukecup dahinya lembut. Mendapat perlakuanku itu matanya terbuka lalu bibirnya tersenyum, sambil

mencubitku gemas dia memelukku erat.


“Kamu nakal ya, kamu bikin mbak keluar bukan pake kontolmu gede itu tapi malah pake bibirmu yg memble

itu..” cibirnya seraya mencubit gemas pipiku.

“Tapi rasanya sama enak kan mbak” sahutku sambil meremas lembut dadanya.


Dia mencubit pipiku lagi lalu berkata, “Ternyata kamu pinter juga ya, hayoo ketauan kamu sering begituan

ama cewek yaa..” selidiknya sambil memasang muka masam.


“Aah nggak kok mbak, aku cuma sering nonton film BF, jadi aku tau gimana cara muasin cewek” balasku

menangkis tudingannya.

“Udah nggak apa2 kok, mbak malah senang kamu udah pinter, kan mbak nggak perlu ngajarin kamu lagi kan,

naah sekarang mbak mau ngerasain kontolmu itu sayang..” sahutnya sambil tangannya meremas kontolku yg

masih tegang dengan gemas.


Mendengar ucapannya itu aku langsung mencium dadanya, kuciumi kedua payudaranya dengan lembut tapi

puting susunya sengaja aku tidak lumat, hanya aku sentuh dan gesek dengan bibirku sambil sesekali

kugesekkan ujung hidungku pada puting susunya yg mulai mengeras. Dia hanya merintih geli saat kulakukan

itu, lalu dengan gerakan cepat dan tiba2 aku menerkam puting susunya yg sebelah kiri dengan bibirku.

Kugigit lembut putingnya dengan bibirku lalu kubuat gerakan memelintir puting susunya, tubuhnya

tersentak sedikit saat kulakukan itu.Cerpen Sex


Tangannya meremas rambutku lembut, mulutnya menggumamkan kata2 tidak jelas pertanda birahinya mulai

beranjak naik lagi. Tanganku bergerak meremas dadanya yg sebelah kanan, lalu kupelintir puting susunya

dengan dua jariku, perlahan kurasakan kedua puting susunya makin mengeras. Tangannya makin kuat meremas

kontolku dan kurasakan sedikit sakit saat jarinya meremas kontolku dengan agak kuat, kugeser pantatku

sedikit agar remasannya pada kontolku bisa sedikit berkurang.


Puas bermain di dadanya, kugeser tanganku perlahan menuruni tubuhnya, kuraba perutnya yg masih rata

tanpa lemak walau sudah pernah melahirkan lalu semakin turun ke bawah ke arah vaginanya. Kakinya semakin

dilebarkan saat jemariku sampai di daerah paling sensitif di tubuhnya. Jari telunjukku kuletakkan tepat

di atas klitorisnya dan jari tengahku menyentuh permukaan bibir vaginanya yg telah mulai membasah lagi.

Kugerakkan kedua jariku berirama dan kuhisap kuat2 puting susunya, perlakuanku itu membuatnya makin

tidak mampu menahan diri. Tiba2 dia mendorong tubuhku lalu dengan cepat dia menaiki tubuhku.


“Kamu nakal..awas ya sekarang giliran kamu kubikin lemes..” ucapnya sambil memegang kontolku lalu

diarahkannya ke arah vaginanya yg telah merekah basah.


Setelah dirasa pas lalu dia menekan pinggulnya perlahan, erangan nikmat keluar dari mulut kami bersamaan

saat kulit kelamin kami mulai bersentuhan, nikmat sekali. Karena vaginanya telah sangat basah maka

dengan mudah seluruh kontolku dapat masuk ke dalam vaginanya, lalu pinggulnya mulai bergerak naik turun

dengan cepat. Kuimbangi gerakan naik turunnya dengan arah berlawanan, jadi penetrasi yg terjadi semakin

dalam dirasakannya. Kontolku terasa dijepit oleh vaginanya, aku tidak menyangka walaupun dia pernah

melahirkan sampai 2 kali ternyata vaginanya masih sangat nikmat, mampu menjepit dan memberikan gesekan

nikmat pada kontolku.


Suara berkecipak akibat kelamin kami yg beradu ditambah suara rintihan dan erangan nikmat dari mulut

kami membuat suasana kamar menjadi semakin erotis. Kuremas kedua payudaranya yg bergelantungan di atas

tubuhku, kupilin puting susunya kadang kutarik lembut hingga membuatnya makin tak mampu menahan diri.

Beberapa menit kami melakukan ini, aku berusaha bertahan untuk tidak keluar terlebih dulu, karena aku

ingin memberinya kepuasan ganda hari itu. Akhirnya puncak kenikmatan itu mulai dirasakannya, rintihan

nikmatnya makin kuat terdengar.


“Uugh sayang, aku mau keluar lagi..eempf..” rintihnya, tangannya kuat mencengkeram dadaku dan kurasakan

kukunya mencakar kulit dadaku.


Dibarengi teriakan nikmatnya lalu tubuhnya menegang kaku sesaat, kedua matanya rapat terpejam dan

mulutnya terbuka menggumamkan jerit kenikmatan. Mendengar rintihan nikmatnya membuatku tak mampu lagi

menahan diri, aku juga mulai merasakan adanya aliran yg semakin kuat membuncah di kontolku seakan ingin

meledak.


“Aah mbak..Santii..aku juga..aahh..” ucapku tersendat saat air maniku tak mampu lagi kubendung

menyemprot kuat di dalam vaginanya. Mendapat semprotan air maniku yg kuat di dalam vaginanya membuat

dirinya orgasme untuk ketigakalinya. Saat orgasmenya yg ketiga dia melumat bibirku dengan buas, teriakan

nikmatnya tertahan di dalam mulutku bercampur dengan erangan nikmatku. Kami saling berpelukan erat

menikmati sisa orgasme yg kami rasakan, kontolku masih tertancap kuat di dalam vaginanya. Bibirku dan

bibirnya saling melumat, dengan mata terpejam kami menikmati sensasi nikmat ini. Slot Online Terpercaya


Setelah rasa nikmat itu mulai mereda, tubuhnya bergulir lunglai ke sisiku. Kami memandangi langit-

langit..

Cerita Sex Tante Santi

XXX Nada4D - Cerita Sex Selingkuh Dengan Mira, Ini adalah pengalaman pribadi seseorang dalam dunia seks, mengalami suatu kejadian yang tak akan

terlupakan sepanjang masa, mendapatkan pengalaman seks dengan seseorang yang lebih berumur dari dirinya.

Silahkan nikmati cerita sex berikut ini :

Perkenalkan namaku Ervan, yang meski nama samaran tapi ini kisah nyata.


Perkenalanku dengan mbak Mira terjadi sekitar 3 tahun lalu. Mbak Mira adalah seorang wanita cantik yang

sudah menikah dengan seorang manajer dari sebuah perusahaan BUMN. Usianya 35 tahun, hanya beda 4 tahun

dariku.

Meski sudah memiliki 2 anak, tapi penampilan fisiknya tidak kalah dengan wanita-wanita dewasa yang

lebih muda 5-10 tahun darinya. Maklum, dia seorang wanita yang sangat memperhatikan penampilan fisiknya.

Bahkan setahuku dia juga rajin berolahraga, dan senam body language.


Tinggi sekitar 160cm. Ukuran vitalnya mungkin tidak terlalu heboh, mungkin sekitar 34-29-36. Tapi

penampilannya yang selalu rapi dan bersahaja membuatnya terlihat begitu menarik.

Awal perkenalanku dengannya mungkin tidak relevan untuk diceritakan di web ini. Tapi yang jelas sejak

kali pertama aku bertemu dengannya, aku sudah menaruh simpati padanya. Kelihatannya dia pun begitu, tapi

dia adalah istri seseorang! Slot Online Terpercaya


Akhirnya kamipun harus berpisah sekitar 1,5 tahun yang lalu karena suaminya harus pindah tugas ke kota

lain.


Sungguh, entah mengapa rasanya begitu berat ketika kami harus berpisah. Aku masih ingat betapa matanya

berkaca-kaca ketika harus mengucapkan salam perpisahan kala itu.


Setelah itu kami terpisah cukup lama, meskipun pada saat-saat tertentu kami masih saling mengirim salam.

Tapi tidak lebih dari itu.


Namun tiba-tiba pada suatu saat Mbak Mira mengirimkan pesan singkat via ponselku.


“Van,apa kabarnya? Sekarang lagi dimana?”


Sebagai pengusaha muda yang masih bujangan, memang aku cukup sering keliling kemana-mana. Hometown-ku

adalah di kota M, tapi aku cukup sering berada di kota S, J, B, maupun ke luar negeri untuk mengurus

bisnisku.


Saat itu aku kebetulan berada di kota S, maka segera aku mengirimkan pesan balasan untuk memberitahu

Mbak Mira.

Tidak lama kemudian Mbak Mira kembali mengirimkan pesan balasan.


“Wah, kebetulan! Aku sekarang dalam perjalanan ke S. Ntar ketemuan ya! Pesawatku berangkat 1 jam lagi”


Aku terkejut! Aku akan segera bertemu lagi dengannya!


Tapi, jangan-jangan dia datang dengan suaminya… Aku mencoba mengorek keterangan mengenai ini.


“Ga koq, aku sendiri aja. Van,ntar temenin aku jalan-jalan di S ya. Aku ga ada temen lain lagi lho di

S”.

Wah, pucuk dicinta ulam tiba neh!


Singkat cerita, malamnya aku menjemput mbak Mira di sebuah pusat perbelanjaan terkenal di kota S. Aku

menelepon ponselnya dan mengatakan akan menjemputnya di lobby.


“Hai, mbak…”

“Hai juga, van…”


begitulah awal pertemuan kami kembali setelah 1,5tahun. Terus terang, rasanya begitu kaku. Maklum, baru

kali ini aku bisa semobil berdua dengan wanita yang kukagumi ini.

Dia pun segera masuk ke dalam mobil Mitsubishi Grandis-ku.


“Wah,hebat kamu sekarang van… Mobil baru ya?”

“Ah, enggak koq mbak.. Well,iya sih aku baru ganti mobil ini. Tapi bukan mobil gres koq, beli second

hand aja”, aku mengelak.

“Hehehe, whatever deh.. Yang jelas, kamu kelihatan makin sukses aja neh..” kata mbak Mira sambil

menatapku dari kursi penumpang.

“Wah, thank you mbak.. Hehe.. Ya udah, orang suksesnya mo ngajak mbak makan nih. Mbak belum makan kan

ya?” tanyaku sambil memandang dirinya.

“Iya yah, jadi lupa kalo belum makan. Biasalah, cewek… Kalo udah shopping, lupa waktu.. Hahaha.. Ya

udah, kita makan yuk…”

“Mau makan apa nih,mbak?”

“Yang simpel aja deh ya. Aku masih jet-lag nih”


Iklan Sponsor :


Akhirnya kami makan malam bersama di sebuah kafe terdekat.

Segera suasana yang kaku tadi berubah cair. Kami saling bertukar kabar masing-masing karena selama 1,5

tahun kami tidak pernah bertemu. Aku teringat betapa kami juga dulu sering ngobrol berdua.


“Heran juga ya, van.. Kalo pas sama kamu, aku koq bisa tertawa lepas dan ngomongnya nyambung banget..

Beda lho ama suamiku. Sulit banget komunikasinya. Mana dia orangnya bawaannya serius banget…” kata Mbak

Mira sambil menerawang.

“Ah, masa sih mbak?”

“Iya, begitulah..”


Iklan Sponsor :



“Maksud, mbak?”

“Ya gitu deh,van. Soalnya aku ama suamiku dulunya ga pake proses pacaran dulu sebelum merit. Kalo tau

gitu mah aku mungkin pikir-pikir lagi” desahnya.


Hmm, mbak Mira koq jadi curhat gini ya…


“Oya? Ceritain dong,mbak..”

“Yup,aku dulunya dikenalin ama suamiku. Suamiku itu sekantor ama sepupuku. Waktu itu aku pernah nemenin

istri sepupuku main ke kantor mereka. Ternyata dianya langsung naksir dan gilanya langsung maen ngelamar

ke bapakku…”

“Oya?” aku sempat terperangah.

“Karena waktu itu aku masih 24 tahun, dan teriming-iming keindahan pernikahan, lamaran itu pun kuterima

dan 3 bulan setelah itu aku pun dinikahi dan segera pindah ke kota B dimana suamiku ditugaskan”.

“Hmm, apa mbak pernah ngajak suami ngobrol tentang masalah ini?”

“Udah sih, tapi dasarnya dia emang penyendiri dan gila kerja… Percuma saja..” keluhnya.


Aku tiba-tiba jadi kasihan terhadap Mbak Mira. Mungkin sepintas orang menilainya sebagai seorang wanita

yang terpenuhi kebutuhan lahir batinnya. Ternyata.. Dia punya masalah komunikasi dengan suaminya. Tidak

bisa dibayangkan betapa kosongnya kehidupan pernikahannya.


Malam sudah cukup larut ketika kami keluar dari kafe tersebut. Aku pun menawarkan untuk segera balik ke

hotel tempatnya menginap.


Tak lama kami pun tiba di hotel. Sebuah hotel berbintang 5 yang terkenal di kota S. Belanjaan Mbak Mira

tadi ternyata cukup banyak, padahal consierge hotel sudah tidak di tempatnya. Maklum sudah pukul 11

malam.


Akhirnya aku pun menawarkan jasa untuk mengantar mbak Mira ke kamarnya sambil membawa sebagian

barangnya.

Mbak Mira menginap di kamar 802. Kamar deluxe dengan city view. Aku yang senang dengan pemandangan

malam kota, segera saja menuju ke jendela.


Mbak Mira memecah lamunanku..


“Van, minum ya? Katanya sambil menawarkan sebotol minuman penyegar.


Aku pun segera menyambutnya.


“Van, kamu ga buru-buru pulang kan?”

“Emang napa,mbak?”

“Aku masih mo ngobrol ama kamu tuh, tapi harus dipending bentar karena aku perlu ke toilet dulu neh.”

“Oh,okay…Go on. Aku tungguin deh.”


Selang beberapa menit kemudian mbak Mira keluar dari toilet. Aku yang sedang duduk sambil menonton tivi

dari sofa segera melihat perubahan raut muka mbak Mira.


“Kamu napa,mbak?”

“Iya neh, ga tau.. rasanya ga enak aja.. aku juga sih.. tadi masih jet lag juga diminumin cappucino

dingin.. sekarang badanku jadi ga enak gini rasanya”

“Walah… Ya udah mbak duduk aja dulu. Aku bikinin teh anget untuk mbak deh”


Mbak Mira pun duduk di atas ranjang king size di kamar itu.

Aku bergegas bangkit dan memanaskan air dengan termos listrik yang ada di kamar itu.

Setelah airnya mendidih, aku pun segera membuat teh yang kujanjikan.

Segera kuberikan pada mbak Mira yang sedang duduk di atas ranjang. Mbak Mira minum dengan perlahan.


Tiba-tiba mbak Mira nyeletuk..


“Aduh,van.. badan mbak koq jadi ngerasa dingin begini ya?” katanya sambil menyambar tanganku untuk

meraba dahi dan leher sampingnya. aku agak terkejut, tapi kubiarkan saja tanganku dipakainya jadi

termometer.


Terasa badannya hangat.


“Wah,mbak pasti masuk angin nih.. Aku bikinin teh anget lagi ya..”

“Thanks ya, van.. kamu baik banget deh. Sori nih, jadi ngerepotin.. tapi pasti lebih enak kalo bisa

dipijitin.. sayangnya udah malam gini mo cari tukang pijit kemana coba.. hehe”


Spontan aku berkata


“ya udah, ntar kalo tehnya udah, aku pijitin deh..”

“Emang kamu bisa mijit gitu?” tanya mbak Mira denga nada heran.

“Ya bisa dong… dikit-dikit, tapi bisa lah..”

“Hahaha.. ya udah, pijitin dong ya..”


Setelah cangkir teh yang kedua selesai diminumnya mbak Mira pun membalikkan badannya. Sekarang

punggungnya dihadapkan padaku.


Aku pun segera menaruh tanganku di pundaknya dan mulai memijit.


Toh ini bukan pertama kalinya aku memijit cewek atau menjamah badan cewek, tapi aku merasa entah mengapa

kejantananku mulai terusik. Apalagi ketika jariku mulai menjelajah dekat tali-tali BHnya.


“Wah, hebat juga kamu van.. mbak suka pijitan kamu. Belajar dimana?”

“Ga belajar dimana-mana koq, mbak. Aku sendiri suka dipijit, jadi tau titik-titik mana yang enak buat

dipijitin”

“Van,bentar.. mbak mo ganti baju dulu deh. Baju ini ga enak buat acara pijit-pijitan. Hehe..”

“Ya deh,mbak..”


Iklan Sponsor :


Mbak Mira segera bangkit dan masuk ke kamar mandinya. Selang beberapa menit kemudian, mbak Mira keluar

dari kamar mandi. Kali ini, dia sudah berganti baju dengan piyama dari bahan kaos. Roknya pun sudah

ditukar dengan celana 3/4 dari bahan yang sama dengan kaosnya. Yang paling berbeda adalah mbak Mira

sudah menanggalkan kacamatanya dan sudah menghapus semua dandanannya.


Swear, dia terlihat lebih cantik dan muda dengan kondisi seperti itu. Dia terlihat seperti gadis berusia

25 tahun. Kuakui dia memang masih cantik, toh tidak lagi selangsing wanita yang masih single.

Dia pun segera duduk di dekatku, bahkan lebih rapat dari posisi terakhir ketika kupijat tadi.

Tanpa banyak berkata-kata aku segera melanjutkan pijitanku di pundak. Berhubung karena sekarang rasanya

lebih leluasa memijat karena mbak Mira sudah menggunakan kaos, aku pun meluaskan pijatan ke area seperti

punggung tengah, punggung bawah. lengan dan leher.


Berkali-kali aku menyentuh tali pengikat BHnya di belakang. Tanganku yang kuat dan kokoh juga menjamah

lehernya. Kuakui sempat ku elus belakang telinganya ketika harus memijt area samping lehernya.

Mungkin karena sentuhan yang kontinu itu mbak Mira mulai terangsang sedikit demi sedikit.

Yup, bukan rahasia lagi.. daerah tengkuk dan belakang telinga adalah area erotis.


Ketika aku memijat kedua lengan atasnya, dia tiba-tiba mendorong badannya ke arahku. Aku teruskan

memijat lengannya ke arah bawah, dan itu membuat tubuh mbak Mira makin masuk dalam dekapanku. Kurasakan

hembusan nafasnya yang lembut di telinga kiriku ketika kupijat lengan bawahnya.Cerpen Sex


Nafasku pun mulai tak menentu. Aku menyadari posisiku saat itu.. aku sedang memeluk mbak Mira dari

belakang! Wanita yang selama ini kuhormati dan kukagumi.. Sosok wanita dewasa yang menarik dan

mempesona.

Kejantananku kembali terusik.

Tiba-tiba mbak Mira menarik tubuhnya hingga menyamping ke arahku seakan-akan mengharapkan aku untuk

segera memeluknya.


Aku jadi serba salah. Satu sisi diriku ingin menyambut untuk memeluknya, sisi yang lain mengatakan kalau

ini semua ga benar. Dia kan istri orang! Dan aku kenal dengan suaminya…


Tiba-tiba dia duduk menghadap diriku. Wajahnya begitu dekat… sangat dekat… cantik… dan bibirnya begitu

mengundang.. haruskah aku menciumnya sekarang?


Rasa bingung makin merasukku.. hingga kulihat lagi bibir itu sudah lebih dekat dari sebelumnya..

Oh,what the hell..

Aku pun maju… dan kami berciuman!

wow, rasanya bergetar…

aku dan mbak Mira segera menarik diri.. mundur.. is this for real? aku dan mbak Mira saling

berpandangan…

Yes, i want her.. and she also wants me!


Kami pun berciuman lagi, kali ini dengan penuh perasaan… ooh… i hope this is not just a dream…

bibir kami saling berpagut.. bibirnya, oh.. begitu lembut… kami berhenti sejenak.. mengatur napas..

sepertinya mbak Mira juga tidak percaya apa yg terjadi barusan.. dia menyentuh dan mengelus pipiku..”Ini

bukan mimpi kan,Van?”


“Bukan,mbak. Ini aku, Ervan. Dan kita baru saja berciuman!”

“Oh,rasanya sudah begitu lama.. Aku sudah lama menginginkanmu,Van.. Kamu juga kan?”

“I-iya,mbak… bener.. tapi…”

“tapi ada jarak di antara kita kan?” lanjut mbak Mira.

“Iya, mbak..”

“Oh,van… mbak senang.. mbak kirain kamu ga suka ama mbak..” katanya sambil memeluk erat diriku.

“Ga koq,mbak.. aku emang suka mbak sejak dulu..”


Mbak Mira tidak menjawab dengan kata-kata, tapi segera memelukku lagi dengan erat.

Berikutnya, kami terlibat dalam ciuman yang dashyat. Semua belenggu perasaan selama 3 tahun itu rasanya

terlepas di kamar 802 itu. Kami berciuman.. dan berciuman seperti sepasang kekasih yang telah lama

berpisah.

Aku mulai memainkan lidahku, memancing mbak Mira untuk french kiss..

Aku memang belum pernah melakukan intercourse, tapi untuk urusan foreplay dan petting aku bisa dibilang

cukup terlatih dengan pacar-pacarku.


Lidah mbak Mira begitu lembut, sangat lembut.. bahkan lebih lembut daripada pacarku yang mana pun.

Tak lama, mbak Mira mulai membaringkan dirinya di atas ranjang. aku pun mengikutinya sambil terus

menciuminya.

Aku mulai melakukan variasi ciuman dengan gigitan dan godaan lidah di sekeliling bibirnya. Mbak Mira

menikmati cumbuan ini dan mulai terangsang. Nafasnya mulai memburu, dan dadanya mulai naik-turun.


Karena posisi mbak Mira yang kini tidur terlentang, aku pun mengimbanginya dengan cara mengangkangi

tubuhnya.

Dengan posisinya itu, mbak Mira mulai menikmati ransangan demi ransangan dan mulai menginginkan lebih.

Kejantananku mulai menegang ketika mbak Mira mulai mengangkat-angkat pantatnya seakan-akan mengundang

penisku untuk segera mengunjungi vaginanya.


Gesekan demi gesekan antara penisku dan bukit kemaluannya ternyata membuat mbak Mira makin terangsang.

Aku pun mulai memberikan ransangan lebih. Aku mulai menjilati telinganya, lehernya dan pangkal leher

bagian tengan. Sesekali aku menjilati cekungan di pundaknya. Itu membuatnya makin menggelinjang.

Tubuhnya tergetar hebat. Kini mbak Mira mulai membuka selangkangannya dan lebih jauh mendorong pantatnya

ke atas agar clitorisnya bisa bergesekan dengan penisku yang menegang itu.


“Sayang, kamu mau ya?” tanya mbak Mira ketika merasa aku sudah mulai merespon belaian bukit kemaluannya

di penisku dengan sesekali menekan dan menggesekan penisku naik-turun kemaluannya.

“Aku mau,sayang” kataku “tapi belum sekarang ya.. aku mo puasin kamu dulu dengan foreplay. Soalnya

sebagai cowok, sekali ejakulasi agak lama baru bisa lagi.”


Mbak Mira tersenyum, manis sekali. Mungkin dia kagum pada prinsipku untuk memuaskan wanita lebih dulu.


“Thank ya, sayang.. Tapi gak papa lho kalo kamu mau sekarang.. Aku tadi udah sempat orgasme koq.. Bahkan

udah beberapa kali… Tuh,buktinya udah basah..” katanya sambil menuntun tanganku ke arah selangkangannya.


Wah, ternyata memang sudah basah banget. Toh celananya masih lengkap, tapi aku bisa merasakan vaginanya

sudah kebanjiran.


“Tenang sayang,itu belum apa-apa. Aku mo kamu orgasme beberapa kali lagi malam ini..” kataku sambil

menyambar bibirnya.Cerpen Sex


Kini tangan kananku mulai menjelajah. Tangan kiriku kupakai sebagai sandaran karena aku tidur menyamping

di sisi mbak Mira.


Tanganku memegang bukit kemaluan mbak Mira. Montok dan lembut. Penisku tambah keras. Kini tanganku mulai

merambah belahan vaginanya. toh dari luar celana, dengan bahan kaos begitu, belahan nikmat itu jelas

masih terasa teksturnya. Kugesek-gesekkan jari tengahku di belahannya, sambil tetap menciumi bibirnya

dan memainkan lidahnya yang lembut itu. Mbak Mira makin terangsang.. dia mulai mendesah.. bahkan ketika

aku melepaskan bibirku dari mulutnya, mbak Mira kulihat membuka mulutnya dan memainkan lidahnya di

bibirnya sendiri. Sesekali mbak Mira menggigit bibir bawahnya. Termasuk ketika tanganku mulai

menggerayangi dadanya.


Ketika aku memegang cup kirinya, mbak Mira tiba-tiba ngomong,


“Sayang sori ya, dadaku kecil lho. Cuma 34A. Ini keliatan montok karena sponnya aja yg tebel. Cewek

emang pintar nipu soal ini. Sori ya..”


Aku cuma tertawa kecil dan bilang,


“biarin kecil juga merangsang gitu koq. hehe..”


Mbak Mira merespon dengan menarik tanganku untuk meremas dadanya..


Dia ingin aku lebih leluasa mengeksplorasi dadanya sehingga dia menaikkan bajunya, mengangkat dadanya ke

atas dari posisi berbaring dan membuka kaitan bra-nya.


Ketika dia mengangkat dadanya ke atas, aku sempat menggodanya dengan menggigit ujung cup bra-nya yang

kanan.

Mbak Mira tertawa dan sempat menggodaku ga sabaran.

Oya, bra-nya berwarna coklat muda. warna bra yang umum dipakai ibu-ibu.


The next thing, aku sibuk menciumi, meremas dan mengelus buah dada dan putingnya. Seperti akunya,dada

mbak Mira memang tidaklah besar dan montok. Tapi dasar bujangan, mengelus kulit selembut kulit payudara

wanita muda dan mengulum puting kecil berwarna coklat yang tegak menantang tetap terasa SANGAT nikmat.


Yup, putingnya kecil seperti puting gadis, sebab meski sudah punya anak mbak Mira ternyata tidak lama

menyusui anaknya. Produksi air susunya ga banyak, akunya. Jadi anak pertama hanya sempat disusuinya dua

minggu, sedangkan anak yang kedua malah tidak pernah sama sekali.

Kami terus bercumbu, dan tanganku pun mulai masuk ke arah selangkangannya sampai di perbatasan bulu

kemaluannya.


Berikutnya mbak Mira minta break dulu. Dia kehabisan nafas katanya. Akhirnya aku tiduran di sebelah

kirinya. Cape dari tadi di mobil aku cuma lihat sisi kanan wajahnya.


Aku dan mbak Mira akhirnya ngobrol-ngobrol lagi, sambil ciuman mesra sesekali.


“Van, tau ga.. aku ga pernah lho rasakan seperti yang tadi kamu lakukan ke aku. Sejak aku menikah,

jarang-jarang aku bisa menikmati orgasme. Tapi dengan kamu , bisa berkali-kali! Aku tadi 6 kali orgasme

lho.. makanya lemes banget deh rasanya” Aku cuma tersenyum.


Lucunya sambil ngobrol pun tangan kami berdua tetap bergerilya. Tangan kananku yg memeluk leher mbak

Mira mulai menggerayangi tengkuk, belakang telinga kemudian masuk memegang payudaranya dari celah leher

piyamanya.

Tangan kiriku pun tidak kalah nakalnya. Dengan lembut aku memasukkan tangan kiriku ke dalam celana mbak

Mira. Kucoba mengelus belahan kemaluannya dengan jariku dari balik celana dalamnya. Terasa banget

vaginanya sudah basah..sah.. Cairannya bahkan sudah membasahi celana dalamnya. Aku terus menggesek-

gesekkan tanganku dan menciumi wajahnya dengan lembut.


Mbak Mira juga kini tidak mau kalah nakal. Tangannya mengelus dadaku yang bidang, tapi lama kelamaan

tangannya mulai menyusup masuk ke dalam celana jeans-ku. Aku membiarkan saja dan dia menanggapinya

dengan gerakan pasti ke arah bawah dan menyambar penisku yang sudah menegang.


Terlihat mbak Mira sedikit terkejut ketika menyentuh batang penisku. Harus diakui, penisku cukup besar

untuk ukuran orang Asia. Panjangnya 16,5cm, dengan diameter 4cm. Tapi reaksi terkejut itu cuma sebentar

dan segera berganti dengan nafsu berahi.


Terasa tangan mbak Mira lebih erat menggenggam penisku. Aku yang kerepotan dengan posisi penisku yang

sudah menegang meminta mbak Mira untuk membukakan celanaku saja.


Ternyata mbak Mira malah senang sekali. Dan dengan segera, dia membuka ikat pinggang dan celana jeansku.

Mbak Mira terlihat begitu bernafsu ketika harus membuka celanaku tapi sempat kesal karena tidak bisa

membuka ritsleting jeansku. Aku pun membantunya.


Raut muka mbak Mira jadi seperti anak kecil yang mendapatkan mainan yang diidam-idamkannya, setelah

penisku terbebas dari celanaku dan siap masuk dalam genggamannya.


Mbak Mira sempat terpekik kecil ketika melihat penisku yang sudah menegang maksimum dengan hiasan urat-

urat di batangannya.


“Ih, udah keras banget… Ooh..”Cerpen Sex


Mbak Mira benar-benar sudah ga kuat lagi menahan gejolak nafsunya.


“Van, aku mohon… masukin sekarang aja ya, sayang.. aku mohon..”

“Ok, sayang.. whenever you are ready..”


Mbak Mira segera bangkit dan menyusup ke dalam selimut. Dengan segera ia melepas celana dan celana

dalamnya dari bawah selimut.


Terus terang aku cukup kecewa karena aku berharap aku sendiri yang membukanya.

Tapi ketika mbak Mira menyibakkan sedikit selimut yang menutupi bagian bawah tubuhnya, aku ga jadi

protes lagi.


Bulu-bulu kemaluannya yang hitam dan rapi terlihat begitu kontras di tengah apitan dua paha yang begitu

putih dan mulus.


Di bagian perut bawahnya ada luka parutan operasi caesar. Yup, kedua anaknya lahir dengan operasi itu.

Artinya, vagina-nya pasti masih sempit! Ave Caesar!


Aku pun segera duduk mengangkang di depan selangkangannya. Terus terang aku cukup gugup. Ini pertama

kalinya aku melakukan intercourse dengan penetrasi. Selama ini paling jauh aku hanya petting dengan

saling gesek dengan pacar-pacarku dulu. Aku kuatir mereka hamil atau paling tidak aku merusak

keperawanan mereka.


Sekarang di depanku ada wanita cantik yang siap dipenetrasi. Aku jelas tidak mau menyia-nyiakan

kesempatan ini. Tapi aku juga ga mau mengakui ini kali pertamaku.


“Sayang,aku ga punya kondom lho..”

“Ga pa-pa koq sayang, aku pake IUD koq”

“Oya?” aku menyahut kegirangan.


Permainan dilanjutkan.


Kini aku mengelus bukitnya. Lalu jari jempolku mulai menelusuri belahan kemaluannya.

Mbak Mira ga tahan, dia membuka selangkangannya. Dan tampaklah belahan surga mbak Mira!

Sungguh indah pemandangan itu. Bibir vaginanya ternyata masih rapat mengatup.


Kini jari tengah kananku yang menelusuri belahannya dan membelah labia mayora-nya yg berwana coklat

muda. Kecil dan tidak menggelambir seperti yang biasa ku lihat di foto-foto XXX. Apa karena jarang

dipake ya? Pikirku.


Aku tersentak ketika tanganku menyentuh labia mayora-nya. Vagina-nya ternyata sudah amat sangat banjir!

Bahkan bulu-bulu yang terletak di sekitarnya pun bahkan sudah basah kuyup kena lendirnya!

Mbak Mira sudah ga tahan. Dituntunnya penisku masuk ke dalam vagina-nya.


Oohh…

Dan… “cleep…”


Karena sudah sangat basah,penisku dengan sangat mudah masuk ke liang vagina-nya.

Mbak Mira terpejam ketika penisku memenuhi liang vaginanya untuk kali pertama. Mulutnya terbuka tapi

tidak mengeluarkan suara.


Sungguh nikmat rasanya pertama kali penisku merasakan remasan dinding vagina.

Aku memulai dengan missionary position. Hentakan demi hentakan yang kuberikan ke vagina mbak Mira yang

nikmat membuat payudara-nya bergoyang-goyang.


Sempat beberapa kali kucoba mengulum putingnya, tapi tiap gerakan itu membuat penisku terlepas dari

cengkeraman vaginanya. Jelas saja dia tidak merelakannya begitu saja dan segera mencari penisku dan

memasukkannya kembali ke liang nikmatnya. Haha.


Akhirnya aku menyadari bahwa posisi missionary tdk memungkinkan aku bisa mengulum putingnya. Setidaknya

karena perbedaan tinggi badan (aku 175cm).


Mungkin karena mbak Mira sudah terangsang hebat, dengan mudah dia mencapai 2 kali orgasme lagi.


“Sayang,kamu udah ya? aku udah dua kali lho…”

“Belum apa-apa neh,sayang…”

“Ha? Kamu koq kuat banget?”

“Emang kamu dah cape ya,say? Koq nanya gitu?” tanyaku.

“Hehee… bukan napa-napa sih…”

“Jadi, lanjut ga neh?”

“Lanjut dong… Aku masih mau koq,sayang..” kata mbak Mira.

“Ok,sayang tapi karena aku cape kaya gini.. tukar posisi ya…”


Aku menawari mbak Mira posisi Woman on Top (WOT).

Mbak Mira ternyata menyambut dengan gembira.


Segera aku merebahkan diri dan giliran mbak Mira yang “kerja”. Posisi ini ternyata sangt menyenangkan

buat mbak Mira. Dengan mudah dia meraih lagi 2 kali orgasme.


Aku pun menikmati pemandangan tubuhnya dari bawah. Aku juga dengan leluasa meremas payudaranya dan

mengulum putingnya. Juga aku bisa memegang pinggulnya yg sexy sambil membantu menggerak-geraknnya,

menggiling dan memijat penisku dengan “ulekan sorga”-nya.


Di saat inilah, mbak Mira mulai bersuara… Dia mendesah-desah…


“Ooouch… Yeeees… Oooow… Enak banget… Terusin,sayang… Yes, terusin…”


Apalagi ketika aku mulai menggelitik klitorisnya dengan jari jempolku..

Aku merasa penisku seperti diremas kuat.. aku baru tau kemudian dari mbak Mira kalo ini yang disebut

gerakan kegel…

Akhirnya aku pun ga tahan…


“Sayang,aku udah mau keluar neh…”

“Ga pa-pa,sayang. Keluarin di dalam aja… Tapi tunggu ya,aku juga udah mo keluar nih… sama-sama aja

ya,say…”

Aku menjawab dengan anggukan..


Mbak Mira mulai makin liar menghujamkan penisku ke dalam vagina-nya.. tubuhnya menegak.. aku mengulurkan

kedua tanganku utk dijadikan tumpuan tangannya…


“Ohh…. Terus sayang.. jangan berhenti… ya…ya… terus… ooooh… ohhhhhh…. ohhhh…..”


Aku merasakan penisku berdenyut dalam cengkeraman vaginanya yang semakin erat… aku menyemprotkan cairan

maniku ke dalam vaginanya… dan pada saat yang hampir bersamaan aku merasa ada cairan hangat menyelimuti

kepala penisku. Enak banget rasanya…


Mbak Mira pun jatuh ke dalam pelukanku… Dia orgasme!Cerpen Sex


“Ohhhh… Van.. Gila… Lu hebat banget..aku keluar lagi.. banyak lagi.. ” Penisku masih ada di dalam

vaginanya…


Tiba-tiba aku merasa penisku di-kegel lagi… dan kembali terasa ada semburan cairan di vaginanya!

ckckckck… dia orgasme lg.. mbak mira hanya bisa tersenyum puas, lalu memelukku erat-erat dan menciumku.

Sesudah itu dia bangkit duduk, mengambil tissue yang ada di meja samping ranjang dan mencabut vaginanya

dari penisku. Kala itu kudengar bunyi plok.. seperti suara sumbat botol dibuka.


Sebelum melepaskan penisku dia menyelebunginya dengan tissue dan setelah tercabut dia mengelap sisa-sisa

cairan cinta kami berdua malam itu.


Kemudian mbak Mira merebahkan diri di dadaku.

Senyum puas tersungging di bibirnya. Mukanya begitu cerah dan cantik, mungkin karena dia baru saja

mengalami muktiple orgasm.


Mbak Mira kemudian berkata:


“thanks ya, sayang.. aku puas banget.. sungguh.. kau hebat banget… emang kalo masih muda masih kuat

banget ya.. thanks.. that’s the best love making i ever had…”


Aku cuma tersenyum dan mencium keningnya… aku juga puas banget,sayang..

Aku pun segera masuk ke kamar mandi. Sisa love juice mbak Mira di penisku ternyata masih cukup banyak,

sehingga perlu segera ku bilas.


Ketika aku keluar dari kamar mandi kulihat mbak Mira masih baringan di atas ranjang. Posisinya bahkan

tidak jauh berbeda sejak kutinggalkan 3 menit lalu.Dia tersenyum manis kepadaku, mungkin dia masih

terbayang multiple orgasm yang baru saja dialaminya. dan aku diyalinkan akan hal itu ketika kulihat

celana piyama dan celana dalamnya masih terletak di atas karpet lantai.


Aku pun segera mendekati mbak Mira dan mengecup keningnya dengan lembut.


“Puas,sayang?” tanyaku pada mbak Mira.


Mbak Mira tidak menjawab namun dia mengangguk dengan wajah polos sambil tersenyum.

Dia pun mengulurkan tangannya dan sekali lagi menggenggam dan mengocok penisku lembut.

Mbak Mira memandangku lembut dan berkata , “Sayang, kamu ga bobo disini aja malam ini?”


“Sori, sayang. Aku ada janjian dengan klien besok pagi-pagi bener. Kuatirnya aku jadi telat bangun dan

miss the appointment karena ngelayanin kamu lg malam ini, hehehe..” demikian jawabku yang langsung

dibalas dengan cubitan mbak Mira di perutku.

“Ya udah, kamu pulang aja sekarang.. Tapi besok temani aku lagi ya,sayang?”

“Ok deh, aku ketemu mbak siang aja ya. Jam 2 aku sudah ga ada appointment lagi.”

“Oke, ati-ati di jalan ya sayang..Thanks for the great time..”

“Aku juga.. Yup,besok siang aku jemput mbak deh. Pasti! Skrg mbak bobo aja langsung,ga perlu nganter

aku keluar.. Met bobo sayang..”


Aku mengecup bibirnya lembut, memakai celanaku, melangkah keluar, dan pulang ke rumah…


Day 2


Siang itu aku baru saja selesai menandatangi berkas terakhir yang butuh approval-ku hari itu. Waktu

sudah menunjukkan pukul 13.30. Right on schedule. Aku tak sabar untuk segera meninggalkan kantorku.

Janji untuk bertemu dengan mbak Mira semakin dekat.


Tak lama kemudian, aku sudah dalam kabin mobilku. Kupacu mobilku semakin cepat, membayangkan apa yang

menantiku siang itu.. Kencan dengan mbak Mira, yang kini jadi kekasih gelapku.. Hehe..


Pikiranku menerawang mengingat romantisme yang kami lewati malam sebelumnya. Hingga saat itupun aku

masih tidak percaya sepenuhnya, bahwa aku telah ML dengan mbak Mira. Mbak Mira, sosok wanita dewasa yang

cantik dan mengagumkan itu memang telah lama memikat hatiku. Dia sangat matang dan menarik. Usianya pun

tidak beda banyak denganku, hanya empat tahun saja.


Lamunanku terganggu ketika aku disapa oleh petugas keamanan mal dimana aku janjian ketemu dengan mbak

Mira. Setelah mobilku diperiksa oleh petugas keamanan, aku pun memacu mobil ke gerbang parkir. Ku ambil

handphoneku dan segera menelepon mbak Mira.


“Siang, mbak Mira..” sapaku saat mbak Mira mengangkat handphonenya.

“Hai, sayang.. Kamu dah nyampe ya?” sahut mbak Mira dengan nada gembira.

“Iya,mbak.. Tapi masih muter-muter di parkiran. Belum dapat tempat, rame banget sih..”

“Hihi.. Sabar ya,sayang.. Aku juga masih ngantri bayaran di kasir supermarket nih. Kamu ntar langsung

ke pizza hut aja ya.. Kita ketemuan disana. Ok?”

“Ok, mbak.. Oh, ini ada mobil yg keluar. See you soon..”


Setelah mobilku kuparkir, segera aku menuju ke resto pizza hut di mal itu.

Restonya tidak seberapa rame hari itu, tapi aku sengaja memilih tempat yang agak mojok. Mau gimana

lagi, aku juga ga mau nama mbak mira jadi rusak kalo terpergok orang lain. Istri mantan manajer bumn di

kota itu tentu saja masih bisa dikenali oleh beberapa orang kan?

Cukup lama juga aku menunggu di pizza sebelum mbak mira akhirnya datang dengan dua bungkus besar

belanjaannya di dalam trolley.

Jelas terlihat, rasa menyesal terpancar di wajah mbak Mira..


“Say, sori ya.. Lama banget..”

“Ga pa-pa koq,mbak.. Makan dulu yok..”


Mbak Mira segera mengambil kursi di depanku. Well, gimana-gimana juga di depan orang kami harus menutupi

adanya cinta terlarang di antara kami.


Walau demikian, selama kami makan siang itu hampir selalu kami berpegangan tangan kami. Rasanya seperti

pasangan usia SMP saja yang kemana-mana gandengan mulu.


Siang itu mbak Mira, seperti biasa terlihat rapi. Dengan kemeja putih dan rok panjang berwarna abu-abu

seperti yang biasa dipake para sekretaris.


Obrolan kami cukup santai siang itu.


“Say, aku ga ganggu kerjaan kamu siang ini kan?”

“Ga koq, udah aku aturin. Siang ini seluruh appointment udah aku batalin demi ketemu mbak..”

“Oh ya? Wah, sori ya.. Jadi ngerepotin kamu..” kata mbak Mira sambil meremas tanganku

“Ga koq, mbak.. Aku juga mau spend waktu berdua ama mbak Mira lagi..”

Kataku sambil menatapnya..


Mbak Mira tidak berkata apa-apa, namun tersenyum sambil mencubit punggung tanganku..Cerpen Sex


“Iih.. Kamu mau lagi ya, van?” kata mbak Mira sambil memandangku dengan mata yang nakal.

“Iya,mbak.. Mbak mau kan?”

“Iya, sayang.. Aku juga mau koq..” kata mbak mira sambil mengangguk.


Aaaahhh… Aku semakin tidak sabar.. Pengen rasanya segera kembali ke hotel mbak Mira siang itu.


20 menit kemudian, aku dan mbak Mira sudah di dalam mobilku. Kaca film mobilku yang 80 persen membuat

kami berdua tidak lagi ja-im. Selama di perjalanan, kami tidak melepaskan genggaman tangan kami.

Sekali-sekali saat mobil harus berhenti, aku membelai rambut mbak Mira dan mencium jidatnya. Mbak mira

sempat geli juga diperlakukan seperti itu. Katanya, kami bagaikan sepasang ABG yang sedang memadu

kasih.. Well, kalo dipikir-pikir iya juga sih.. Haha.. Tapi, peduli amat.. Yang penting, aku suka dan

mbak mira menikmatinya!


Setelah 20 menit mengemudi aku dan mbak Mira tiba di hotelnya. Strateginya masih seperti kemarin. Mbak

Mira masuk dulu dengan sebagian belanjaannya, kemudia aku menyusul dengan sisa belanjaannya.


Saat yang kami tunggu-tunggu tiba..

Kami sekali lagi berduaan di kamar hotel 802 itu.


Begitu pintu ditutup, mbak mira segera menyambutku dengan pelukannya. Kami pun langsung berciuman..

Nafsu untuk bercinta sudah terlalu tinggi untuk ditahan beberapa detik lagi!


Aah.. Bibirnya yang empuk itu begitu nikmat. Lip gloss pink yang dipakai mbak Mira menambah licinnya

bibirnya. Ciuman demi ciuman mesra kami segera berubah menjadi french kisses yang begitu bernafsu.

Sapuan lidah mbak Mira yang lembut dan gerakan bibirnya yang empuk seolah mengundangku untuk lebih dalam

mencumbunya..


Kami semakin erat berpelukan. Payudara mbak mira yang kenyal semakin dashyat tergesek-gesek ke dadaku.

Aku tidak tahan lagi, nafsuku merasuk. Penisku langsung mengeras. Mbak mira tentu saja dapat

merasakannya. Malah seolah terpancing dengan mengerasnya penisku mbak Mira bahkan makin liar mencumbuku.


Mbak mira kemudian membalikkan badannya, sehingga penisku tepat berada di belahan pantat mbak Mira.

Tidak hanya sampai disitu, mbak Mira mulai menggeser-geserkan pantatnya yang montok itu ke penisku.

Gerakannya yang naik-turun rasanya begitu dashyat memijat penisku.


Aku pun tidak mau ketinggalan mencumbunya. Aku melingkarkan tangan kananku ke pinggang mbak Mira,

sedangkan tangan kiriku menyibakkan rambut mbak Mira ke belakang sambil berusaha melanjutkan ciuman

kami.


Cumbuan pun berlanjut dan kini mbak Mira semakin dalam menancapkan belahan pantatnya ke arah penisku.

Seakan-akan mbak Mira memohon aku untuk segera melakukan penetrasi, menembusi rok panjangnya.

Aku sadar mbak Mira pun sudah on.


Kini tangan kiri yang bergantian merangkulnya dari belakang, sedangkan tangan kananku membelai leher dan

telinga kanannya. Aku mulai melepaskan ciumanku dari bibirnya, dan mulai memainkan lidahku menyusuri

dagunya, lehernya, telinganya, menyusuri lehernya terus kebawah ke bahu mbak Mira. Mbak Mira mendesah

ketika aku menyusuri lehernya.


Tangan kanannya meremas tangan kiriku, sedangkan tangan kirinya meraih tengkukku.

Aku semakin bersemangat, mbak Mira menikmati foreplay kami.

Sekali lagi kami french kiss..

Kedua tanganku pun berganti aksi.


Dengan lembut kupegang kedua payudara mbak Mira dari arah bawah. Mbak Mira melenguh.. Ohhhh…

Aku mulai mengangkat kedua payudara itu sedikit ke atas. Dengan lembut aku mulai meremas kedua payudara

mbak Mira..tubuh mbak Mira tiba-tiba bergetar hebat…


Dia melepaskan bibirnya dari bibirku.. Dan mulut sedikit terbuka, dia mengangkat wajahnya hingga

menengadah ke langit-langit kamar hotel itu.


“Ooh.. Van…” desah mbak Mira..


Aku pun tak berhenti sampai di situ. Sambil terus meremas payudata mbak Mira, aku menciumi lehernya

dengan ganas. Badan mbak mira kembali menegang. Kali ini kedua tangannya menarik pantatku agar semakin

lekat dengannya.


Ku angkat kedua tanganku dari payudara mbak Mira, kemudian kusibakkan rambut dari pundaknya. Kuciumi

tengkuknya, sedangkan kedua tanganku kembali menyerang payudaranya. Kini dari kedua sisi badannya,

sehingga aku bisa menelusuri lekukan bra mbak mira dari samping terus ke dua bukit indah yang menunggu

di depan.


Aku menjilati pangkal tulang leher mbak mira sambil terus menerus membuat gerakan memutar dari samping

ke bawah ke dalam trus ke atas dan memutar lagi mengelilingi bulatan payudara mbak Mira yang masih

terbungkus bra..


“oooouuuuuuhhhh…” lenguh mbak Mira..

tiba2 mbak mira membalikkan badannya.

“sayang, tunggu aku bentar ya..”


Mbak mira melepaskan dirinya dari dekapanku. Entar apa yang direncanakannya..

Dengan segera mbak mira bergegas ke toilet di kamar hotel itu. Tak lama kudengar suara air mengucur,

berasal dari selang bilas.Cerpen Sex


Ada 2-3 menit mbak Mira di toilet. Aku sendiri bertanya-tanya apa gerangan yang sedang dilakukannya.

Jujur aja, penisku udah tegang luar biasa.. Rasanya mulai tak tahan..


Untunglah, tak lama mbak Mira pun keluar dari toilet. Penampilannya berubah total. Kini dia tidak lagi

mengenakan kacamatanya, bajunya sudah diganti dengan kaos berwarna putih yang ketat dan cukup tipis

hingga branya jelas menerawang. Bawahannya yang benar-benar berbeda. Kali ini dia hanya mengenakan

handuk hotel sebagai rok! Slot Online Terpercaya

Mbak mira mengangkat tangannya, seakan mengajakku kembali mendekatinya.


Mbak mira pun duduk di pinggir ranjang king size di kamar itu. Aku berlutut di depannya.


Mbak mira kemudian menarik wajahku dengan kedua tangannya yang lembut. Kami pun segera kembali

berciuman. Kali ini ciumannya juga dimulai ciuman-ciuman lembut. Kupegang pinggul mbak Mira dengan kedua

telapak tanganku.


Wait a minute, koq ada yang aneh..

Aku mencoba meraba pangkal pantat mbak Mira.. Lho, koq ga ada celana dalamnya?

Aku melepaskan ciuman mbak Mira, dan bertanya..


“mbak, cd-nya di lepas ya?” Sambil mengangguk, mbak Mira tersenyum nakal..

“iya sayang, udah aku lepas tadi di toilet.. Hehe..”

“wah…” aku tersentak… Artinya… Di balik balutan handuk itu sudah tidak ada selembar benang apapun?

Pikiran itu semakin membuatku terangsang…


Aku pun mulai menciumi mbak Mira dengan ganas.. Kedua tanganku kini mulai menggerayangi kaki mbak mira..

Mulai dari telapak.. Naik ke betis.. Naik ke lutut.. Naik lagi ke paha bagian luar…meraba sedikit bagian

dalam sampai kurang lebih setengah perjalanan ke pangkal paha..


Kulepaskan ciumanku.. Dan mulai menurunkan kepalaku ke arah pahanya.. Kulakukan itu tanpa sedikit pun

melepaskan mataku dari menatap kedua mata mbak mira yang sudah dilanda nafsu bercinta..


Ketika wajahku mencapai lutut kiri mbak Mira, segera kudaratkan ciuman ku. Kuciumi lutut kira wanita

idamanku itu, dan berganti ke lutut kanannya. Mbak Mira tidak dapat menahan serbuan rangsangan itu,

merapatkan kedua pahanya. Kepalanya kembali mendongak, dengan mulut terbuka..


Tanganku yang tadi parkir di pinggulnya mulai mengelus paha luar mbak mira, dari lutut sampai ke pangkal

pahanya..

Mbak mira tidak dapat menahan diri lagi. Tubuhnya bergetar dan dia pun menghempaskan punggungnya ke

ranjang.

Kedua tangan mbak mira mulai mencengkeram bed cover yang masih menutupi ranjang besar itu.


Aku pun mulai menjilati pahanya. Bergantian kiri kanan. Semakin lama semakin ke atas menjauhi lutut.

Paha mbak mira tidak lagi dirapatkan tapi mulai membuka. Seakan mengundangku untuk mendekat ke arah

pangkal paha.

Balutan handuk mbak mira mulai mengendur dan tersibak ke atas dan samping.


Akhirnya yang paling dinanti tiba.. Kurasakan bulu-bulu halus yang hitam di lidahku.. Aroma vagina yang

begitu khas seolah mengundangku untuk segera menemuinya.


Mbak mira semakin kuat mencengkeram bed cover.. Seakan-akan dia hendak menarik bed cover itu sampai

robek.

Kini tanganku membuka balutan handuk yang masih menutupi sebagian tubuh seksi mbak Mira. Ketika aku

berhasil membuka handuk itu, mbak Mira mengangkat kepalanya. Dia seakan tidak percaya apa yang sedang

akan kulakukan.


Ya, aku mau menjilati vaginanya..


“Van? Kamu mau..”

“Iya sayang. Kamu nikmati saja ya..”

“tapi, kamu ga jijik gitu?”

“ga, sayang.. Aku pengen menjilatinya..”

“tapi, aku belum pernah..”

“udah, tenang saja.. Nikmati ya,sayang..”Cerpen Sex


Mbak mira hanya mengangguk pasrah.. Nafsu bercinta-nya sudah melampaui rasa malunya..

Awalnya mbak mira memang terlihat masih kagok ketika aku mulai menciumi bukit kemaluannya..kakinya

dirapatkan.

Tapi aku tidak menyerah sampai disitu.


Kujulurkan lidahku untuk meraih awal belahan vaginanya. Dengan perlahan tapi pasti aku makin menyeruak

ke arah vagina mbak Mira yang cantik itu. Mbak mira mulai terbawa nafsu, akhirnya dia mulai melonggarkan

pahanya. Aku pun menarik pahanya, membukanya sehingga aku bisa melakukan oral seks dengan leluasa pada

vagina mbak Mira.

Akhirnya mbak Mira menyerah, pahanya dibuka.. Kujilati labia mayoranya beberapa kali sebelum menyedot

labia minoranya yang sudah banjir oleh cairan pelumas vagina.


Saat lidahku kujulurkan untuk menjilatinya bibir vaginanya, pinggul mbak Mira tiba-tiba terangkat..

Secara refleks dia menjepit kepalaku dengan pahanya, sambil melenguh keras! Mbak mira mengalami orgasme

pertamanya…


“Ouuuhhh…ervaaaan..” kata mbak mira dalm orgasmenya…


Aku tidak berhenti begitu saja. Setelah berhasil mengangkangkan kembali paha mbak Mira, lidahku kembali

beraksi. Kali ini memainkan lidahku naik-turun membelai belahan vaginanya.


Mbak mira sangat terangsang.. Dia mulai meremas-remas sendiri kedua payudaranya. Tak lama, mbak mira

menjemput tangan kananku. Aku mengerti maksudnya. Segera kuraih payudara kirinya.. Dan meremas-remasnya.

Tak puas, tangan kanan kumasukkan ke dalam bajunya.. Kuremas-remas kedua payudaranya secara bergantian.

Karena pengen meremas payudara mbak Mira tanpa dihalangi bra, tanganku menjelajah ke arah belakang.

Maksudnya untuk membuka kaitan bra.


“sayang, kaitannya di depan koq” kata mbak Mira menuntun.


Dengan satu tangan aku mencari kaitan bra mbak Mira. Ternyata tidak sulit membukanya.

Ketika akhirnya tanganku berhasil meraih bukit indah mbak Mira yang di sebelah kiri, aku langsung

mencari putingnya.. Memuntir-muntir dan mengelus-ngelus putting mbak mira membuatnya semakin bernafsu.

Pinggul mbak Mira terangkat-angkat, seakan mengimbangi lidahku yang kini mulai melakukan penetrasi-

penetrasi ke vaginanya.

Vagina mbak mira kini begitu banjir oleh cairan dari dalam.


Mbak mira pun tiba-tiba bangkit dan duduk..


“sayang, kini giliranmu ya..”


Aku pun bangkit. Jujur aja, lututku sendiri mulai cape berlutut sejak tadi.

Mbak mira memintaku berdiri.


“say, mo di karaoke ga?”

“emang mbak suka?”

“pengen coba deh.. Hehe”


Dari situ aku tau kalo aktivitas seks mbak Mira dengan suaminya ternyata tidak variatif.

Dengan sedikit ragu, mbak Mira meraih penisku. Mengocok-ngocoknya sebentar.

Penisku udah begitu tegang, warnanya pun sudah merah padam.. Artinya seluruh pembuluh darahku di penis

sudah terisi penuh.


Mbak mira mendekatkan kepalanya.. Dia mencoba menjilati kepala penisnya.. Terlihat dia sedikit takut-

takut.. Tapi kemudian dia memasukkan penisku sampai kira-kira separuhnya ke dalam mulutnya.


Mbak mira berusaha melakukan oral seks.. Tapi mempelajari tampangnya, sepertinya dia tidak enjoy. Kasian

juga, mungkin dia pikir harus membalas perlakuanku padanya tadi.


“sayang, kamu ga harus melakukan ini kalo kamu ga enjoy..”


Wajah mbak mira menengadah ke arahku. Kepala penisku masih dalam mulutnya sebelum kemudian

melepaskannya.


“kamu ga pa-pa, van?”

“ga pa-pa sayang.. Ga harus koq..”


Mbak Mira terlihat lega..

Aku pun duduk di sebelah kanan mbak Mira.


“kamu mau,sayang? Aku dah siap koq” tanya mbak Mira.

“iya,sayang.. Aku mau bercinta denganmu sekarang” jawabku.Cerpen Sex


Merasa cukup dengan foreplay, mbak Mira mengangkat tubuhnya ke tengah ranjang. Kakinya pun segera

dikangkangkan.

Aku dengan tidak membuang waktu lagi, segera mengangkang di depan vagina mbak Mira. Setelah mencium

bibir mbak Mira, kutuntun penisku ke arah liang vagina mbak Mira. Terasa licinnya cairan pelumas vagina

mbak Mira ketika ujung kepala penisku pertama kali bersentuhan.


Dengan perlahan tapi mantap kumasukkan kepala penisku ke dalam vagina mbak mira yang kukagumi itu.

Sedikit demi sedikit, penisku masuk dalam vagina mbak Mira. Sensasi luar biasa yang kurasakan sehari

sebelumnya kembali kurasakan kini.


Akhirnya, seluruh penisku tertanam dalam vagina mbak mira. Sekali lagi kucium bibir mbak mira. Mbak mira

pun memancingku untuk melakukan french kiss, dan kusambut. Sesekali kurasakan mbak mira memainkan otot

kegelnya, sehingga kurasakan penisku seperti diurut-urut.


Dengan mendesah, mbak Mira berbisik..


“honey, please make love to me now..”.


Mbak mira mengangkat kaosnya ke atas, sehingga aku dapat memandang kedua payudaranya.

Dengan posisi missionary aku mulai mengenjot. Cairan pelumas vagina yang begitu berlimpah membuat kami

bisa melakukannya dengan cepat. Sesekali karena begitu semangat penisku terlepas dari cengkeraman vagina

mbak Mira.

Dengan sigap, tangan mbak Mira menuntunnya penisku untuk kembali ke vaginanya.


Hentakan-hentakan penetrasiku menghasilkan bunyi berdecak. Maklumlah, vagina mbak Mira sangat basah.

Tapi jujur saja, suara itu makin membuatku terpacu untuk bercinta. Mbak mira menikmati hentakan-hentakan

yang terjadi, mengimbanginya dengan goyangan pinggulnya. Mulutnya membuka, dan sekali-sekali lidahnya

menjilati bibirnya. Payudara mbak mira yang sebagian masih ditutupi bra yang belum sempat dilepaskan

tadi, bergoyang-goyang dengan gerakan memutar.


Sesekali mbak mira mengencangkan otot kegelnya, membuat penisku serasa dipijat-pijat benda empuk yang

basah dan hangat.


Karenanya hari itu aku tidak bisa bertahan lama seperti sebelumnya.

Sekitar 5 menit setelah penetrasi awal, pertahananku jebol. Spermaku dengan kuatnya menyemprot dinding

vagina mbak Mira. Untunglah tak lama kemudian mbak Mira orgasme untuk yang kedua kalinya hari itu.


Kami pun terkulai lemas beberapa saat, masih dalam posisi aku diatas mbak Mira, dengan penisku yang

masih tertancap di vaginanya. Love juice kami berdua mengalir keluar dari vagina mbak Mira. Aku kuatir

cairan itu akan mengotori seprei, jadi tanpa melepas kedua persatuan kelamin kami aku mengajak mbak mira

mendekat ke meja samping ranjang untuk mengambil tissue. Lucu juga rasanya beringsut-ingsut seperti itu.


Setelah mengambil tissue, aku menaruh beberapa lembar untuk mengalasi pantat mbak Mira.

Sekali lagi bunyi plok seperti sumbat botol yang tercabut terdengar di ruangan itu, ketika aku mencabut

penisku dari liang vagina mbak Mira.


Seluruh penisku berlumur cairan berwarna putih, demikian juga leher vagina mbak Mira.

Mbak Mira bangkit dan duduk. Dia mengambil tissue dan membersihkan penisku dari cairan. Baru setelah

itu dia membersihkan vaginanya.


“gila van.. Enak banget..thank you ya..” kata mbak mira sambil memelukku.

“thanks to you too, honey..” kataku sambil mencium kening mbak Mira.


Kami pun berbaring dan untuk beberapa saat kami saling berangkulan. Terdiam, tapi saling membelai. Aku

membelai rambut dan punggungnya, sedang mbak Mira membelai rambutku. Kami masih berciuman lagi, tapi

kali ini dengan sangat lembut.


“sayang, terima kasih ya.. Aku bisa merasakan orgasme karena kamu.. Thank you..” kata mbak mira sambil

menciumku di pipi kiri.


Mbak mira yang berbaring di sisi kiriku meletakkan tangan kirinya ke atas dadaku. Dia mengelus-

ngelusnya, sambil menciumi leher dan pundak kiriku.


Untuk beberapa saat berikutnya kami tertidur sekitar setengah jam. Love making yang kami baru lakukan,

ternyata cukup banyak menyedot tenaga kami.


Ketika aku terbangun kemudian, kudapati mbak Mira sedang menciumi dadaku. Pakaiannya sudah dirapikan

(branya sudah dipakai kembali). Hanya saja dibalik selimut yang menutupi tubuh kami, kurasakan bawahan

mbak Mira masih tetap belum ditutupi selembar kain pun. Aku tau hal itu karena di tangan kiriku terasa

belaian bulu-bulu halus dari kemaluan mbak Mira. Kaki kirinya masih melingkar badanku. Payudaranya yang

empuk terasa kenyal di lengan kiriku.

Kulihat jam tanganku, ternyata sudah pukul 16.50. Waktunya aku harus pulang, karena malam ini aku ada

acara sosial. Mbak mira juga punya janji dengan kerabatnya malam itu.


“sayang, aku harus pulang dulu ya..” kataku sambil menatapnya.

“iya sayang..” kata mbak mira lembut.


Aku pun segera bangkit dari tempat tidur, dan bergegas ke toilet membersihkan sisa-sisa cairan senggama

kami.

Sewaktu aku kembali, mbak mira masih di ranjang. Tapi dia dalam posisi duduk dengan bersandar ke

tumpukan 3 bantal empuk. Wajahnya terlihat puas, namun ada kesan dia masih pengen aku tinggal disana

menemaninya.


“sayang, maafin aku ya..aku ada acara sih..” kataku sambil membelai rambutnya dan mencium keningnya.


Mbak mira meraih tangan kiriku dan berkata “iya sayang.. Aku tau koq..”

Akupun berpakaian.

Tiba-tiba mbak mira berkata “are you coming back for me tonight?”


“l’ll try my best then” kataku memandangnya.


Kemudian aku beranjak ke tempat mbak mira. Sekali lagi kukecup keningnya.


“sayang, hati-hati ya..” kata mbak mira yang kubalas dengan anggukan.

“sori aku ga ngantar kamu ke pintu.. Masih lemes banget karena ML tadi..” lanjut mbak Mira.

“suka ya sayang?” tanyaku..

“banget.. Tuh ampe lemes begini.. Hihi.. Kamu sih..” kata mbak Mira sambil mencubit perutku dengan

manja.

“bye sayang..” kataku sambil mengecupnya sekali lagi.


Mata mbak mira mengikutiku sampai menghilang dibalik dinding toilet kamar hotel itu. Aku pun keluar dari

kamar itu dan menutup pintu.–

Cerita Sex Selingkuh Dengan Mira

XXX Nada4D - Cerita Sex Jeritan Hot, Namaku Arif, aku pemuda 21 tahun, banyak seeh cewek-cewek yang tertarik kepadaku, katanya seeh wajahku

cukup tampan mirip dengan aktor yang membintangi salah satu sinetron di sebuah stasiun TV. Kulit putih,

wajah cukup rupawan itulah salah satu spesifikasi fisikku. Namun saat ini aku masih jojoba bin jomblo-

jomblo bahagia, mungkin karena kurang sesaji kali ya,, waktu dulu aku dilahirin….. Ha ha ha

Suatu hari yang cerah,, pagi pagi sekali sekitar pukul 8 pagi… kenapa ku sebut pagi,, ya biasanya seeh

aku bangun tidur sekitar jam 11 Siang. Makannya jam 8 pagi aku sebut masih pagi-pagi sekali… he he he

he.. Biasa seeh, setelah menjalani rutinitas keseharianku di malam hari, maklum sebagai freelance

profesional alias pengacara pengangguran banyak acara.. Kalo malam aku banyak menghabiskan waktu,, kaya

super hero Batman gitu lah he.. he .. he.. he..

Cerita Sex Jeritan Hot

“Bangun.. Bangun.. sudah siang,, masih molor aja terus..” kata kakakku sambil mengoyak-mengoyak tubuhku

dengan tergesa-gesa…

“Apaan siih,, orang lagi enak-enak tidur di gangguin aja” kataku sembari kesal…

“Cepat bangun, aku mau nyuruh kamu,, ke rumah mbak Fera!!! udah jangan kuatir nanti aku kasih uang

bensin ama uang rokok deh” Sahut kakaku.. Situs Slot Online Terbaik


Dalam batin,, wah surprise niih fulus.. fulus.. lumayan lagi bokek.. untuk membasahi dompetku yang

kering kerontang ini He he he he…


Segera aku bergegas bangun dari ranjang yang kumel ini…


“Udah sana buruan mandi Rif, ga enak sama mbak fera udah nungguin, karena kakak kemarin udah janji ma

dia mau kasih uang setoran untuk bayar baju kakak, jam 8 pagi” Ucap kakaku untuk segera menyuruhku

mandi.

“Oke” jawabku spontan, dalam hati berbisik kalau ada duitnya seeh ga pake lama dah langsung aku kerjain.


Byar.. Byur.. Byaaar.. suara air nan segar membasahi tubuh kekar yang penuh dosa ini.. Ha.. Ha.. Ha..


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, aku segera keluar kamar..


“Itu sarapan pagi, dimakan dulu” Kata kakakku sambil menunjuk meja makan, yang udah tersedia semangkok

Soto hangat.


Ga Pake Lama dah langsung aku sikat aja tuh soto yang udah menggiurkan, apalagi perut ini udah mulai

berorkestra ria, karena lapar..


“Ini uang untuk bayar setoran baju kakak ke mbak Fera!!” Ucap kakakku Sambil memberikan uang 50.000

kepadaku.

“Dan ini untuk beli bensin dan rokok kamu!” sembari memberikan uang 50.000 juga kepadaku..

“Wah tumben-tumbenan kasih duit sebanyak ini sama aku, baru cair ya, dapat jatah bulanan dari si Brotu”

kataku sambil menggoda kakakku.


Yah begitulah nasib kakakku mujur banget dia,, paras cantiknya cuma dikasihkan sama Brondong Tua alias

suaminya yang notabene umurannya jauh lebih tua daripada kakakku, malahan seperti bapak dengan anaknya..

Kagak seperti suami-istri dah.. Sumpeh ajib benar… Memang cinta sekarang bisa di beli dengan uang..

Hufftt..


Setelah makan pagi dengan semangkok Soto aku segera mengendarai motorku langsung meluncur ke TKP, ke

rumah mbak Fera yang imut-imut..


Iklan Sponsor :


“Kak, aku berangkat dulu ya,” ucapku penuh semangat mengemban misi untuk membayar hutang kepada si

Rentenir cantik Hahahaha….

“Ya hati-hati, ga usah ngebut naik motornya” Sahut Kakakku..


Setelah beberapa menit sampe juga aku ke TKP,, di rumah mbak Fera..


Langsung aja aku ketuk pintu rumah mbak Fera… Tok tok tok tok suara pintu berbahan kayu jati di Rumah

gedongan itu berbunyi…


Seketika muncul, cewek seksi membukakan pintu..


Terbelalak mata ini sampe tidak berkedip “Oh my god” pemandangan indah di pagi indah ini,, sungguh

anugerah yang menyehatkan mata yang masih belekan ini.


.

Mbak Fera masih menggunakan baju tidur alias lingerie tipis berwarna merah muda yang seksi… membukakan

pintu rumahnya untukku..


“Ehhhhh,, Arif,, sini masuk rumah dulu,, wah pasti kamu di suruh kakak kamu ya,, tumben-tumbenan kamu

main ke rumah mbak Fera…” Ucap mbak Fera dengan nada centilnya..


Ga pake lama dah langsung aja aku masuk rumah mbak Fera, dan duduk di Sofa empuknya,, sembari si Viktor

merusak pikiran ini dan menemani mata ini yang bosan berkedip melihat kemolekan tubuh mbak Fera..


“Bentar Rif,, mbak buatin teh hangat dulu ya” Mbak Fera yang seksi itu menawarkan kehangatan teh di pagi

ini..


Tiba-tiba terdengar gonggongan dari makhkluk buncit yang berirama noise…


“Mah… Papa mo berangkat kerja dulu ya..” Suara suami mbak Fera..


Terpapar di depanku sebuah penampakan yang menjemukan,, Mas Pur suami mbak Fera yang bertubuh buncit,

serta di poles lapangan golf dijidatnya lewat di depanku yang sedang duduk di sofa empuk..


“Oh Arif tho,, mampir dulu pasti di suruh kakak kamu ya?,”Ucap mas Pur dengan nada ramah kepadaku..

“Ia ini mas,, mau berangkat kerja ya?” Sapaku penuh malu-malu dan sungkan.

“Ia ini Rif, ya udah itu tehnya diminum ya jangan malu-malu” Kata mas Pur yang ditemani mbak Fera

diantar keluar rumahnya untuk berangkat kerja..


Brrrmmm Brrmmmm suara mobil Jazz berwarna putih mengkilap menderung… Mas pur sembari mendapat kecupan

kecil dari mbak Fera mengantar dia mengawali rutinitasnya hari ini..


“Papa berangkat dulu ma!” Kata mas Pur..

“Iya pa.. hati-hati di jalan ya!! Kata mbak Fera,, yang membuat ku merasa iri..


Dalam batin ini berkecamuk penuh dengan perasangka buruk.. Emang jaman sekarang,, wajah tampan tidak

bisa menjadi modal untuk mendapat permaisuri cantik.. Udah jamannya brotu.. brotu meraja lela

mendapatkan wanita cantik dengan modal uangnya.. Bahkan pikiranku pesimis “Apakah aku harus menjadi

brotu yang tajir dulu untuk mendapat cewek cantik yang bisa memuaskan hati dan menyehatkan Cucak Rowo ku

ini…” tanyaku dalam batin..


Mobil mas Pur udah jalan,, mbak Fera pun kemudian menghampiriku..


Iklan Sponsor :


“Ada apa ini,, kok tumben main kesini” Nada manja mbak Fera menanyaiku..

“Ini mbak aku disuruh kakakku untuk membayar hutang bajunya sama mbak Fera” ucapku penuh malu-malu

sambil menyodorkan uang 50 ribuan..

“Ohh itu ya,.. ia mbak terima ya… kenapa buru-buru main dulu dong ke rumah mbak,, lagian sepi neeh,,

mbak ga ada temannya..” Kata mbak Fera penuh lemah lembut menggetarkan hati…

“he.. he.. he.. he..,,” tawa kecilku penuh malu-malu tapi mau..


“Kamu sekarang gede-gede kok tambah ganteng aja,, padahal waktu kecil dulu kamu itu item,, tengil,,

kribo pula,, sekarang kok berubah 180 derajat…” Mbak Fera penuh manja menggodaku sembari dia berpindah

posisi duduknya mendekatiku..

“Gimana dah punya pacar belom kamu sekarang??” tanya mbak Fera sambil mengelus pipiku dengan tangannya

yang lembut seperti busa spoon pencuci piring…

“He.. He .. He.. ,, belum kok mbak, susah mencari pacar sekarang” jawabku

“Loohh.. ganteng-ganteng kok ga laku seeh wah kurang nyali pasti kamu,” sahut mbak Fera menggodaku..

“Apa perlu mbak Fera ajarin cari pacar buat kamu,, kalo mbak masih muda,, mbak aja mau kok jadi pacar

kamu,, sayang mbak kan udah berumur.. lagi pula dah punya suami..” Dengan suara centilnya mbak Fera

menggodaku..

“Ahh mbak bisa aja.. ini walaupun mbak udah cukup umur tapi mbak masih cantik dan seksi malahan mbak

Fera masih kaya seumuran anak kuliahan lhooo.. hehehehehe…” Sahutku merayu mbak Fera.Cerpen Sex


“Boong kali ye… mau merayu mbak neeh… mbak aja udah kepala 3 kok umurnya masak dibilang ABG masih

kuliah..Pintar juga gitu kok kalau merayu cewek,, masak cari pacar aja ga bisa?” Sahut mbak Fera.

“Iya beneran mbak.. Arif ga bohong.. sumpeh dah…Kalau ada edisi ke duanya cewek kaya mbak Fera gini.. Ga

Pake Lama dah Arif pacarin…” Kataku sambil merayu mbak Fera..

“Pintar juga ini adik temanku merayu cewek duh duh duh,, cerpensex.com makin gede makin pintar aja kamu ya” sambil

menempelkan bodynya yang aduhai dan jari-jari tangannya yang lentik mbak Fera mengusap leherku.

“Ah geli mbak.. mau di geli-geli in X lainnya dong…” spontan aku berucap sungguh bergetar bulu kuduk ini

diusap leher ini ama jari-jari lentik mbak Fera…

“Duh kamu nakal deh Rif… emang kamu belum pernah di cumbu cewek ya,, mbak gituin aja udah ga tahan..

hahahahaha” sembari ketawa kecil mbak Fera menggoda iminku…

“Pacaran aja ga pernah mbak,, ngerasain yang namanya dicium cewek apalagi??? bikin penasaran seeh,,

tapi apa mau di kata nasib ya nasib mbak..” Dengan nada polos aku utarakan kejujuranku kepada mbak

Fera..


“Masa seeh hari gini loohh.. ada perjaka ting tong nyangkut di rumahku,,” Mbak Fera berkata sambil

centil-centil nakal…

“Iya mbak sumpah demi apa aja deh asal jangan demi di kejar-kejar dedemit,, hehehehehe” Spontan

kepolosanku berucap.

“Mau ga mbak ajarin caranya” Dengan manja mbak Fera dan menjetikkan jarinya di lingerie tepat di atas

belahan toket payudaranya yang putih montok seperti pepaya belgia.. Menggodaku..

“Ohhhhh… ga kuat dah si Viktor menggerayangi pikiran ini…” Dalam batinku tersayat..


Mbak Fera penuh kehausan langsung to the Point menjulurkan lidahnya tepat dibibirku…


“Enak kan…” Sahut mbak Fera memotong aksinya…


Bibir mbak Fera yang merah merekah langsung mencibir tepat ke bibirku ini… Lidahnya bergentayangan

menggeliat membasahi bibirku… Oh serasa surga dunia… Mbak Fera penuh dengan kehausan tangannya meremas-

remas payudaranya yang putih itu dihiasi lingerie tipis berwarna merah muda.. Srruuupp Srruuupp… Cepp..

Cepp.. Slurup.. nada hawa nafsu dari dua bibir yang sedang bergejolak terdengar..


Aku pun tak mau kalah aku lumat bibir mbak vera … yang merah merekah nan seksi itu.. lidah ku dan lidah

mbak Fera bertempur menggeliat geliat menari di dalam mulut saling bersahutan…Air liurnya pun ikut

membasahi kehausan ini…


“Enak kan sayang”.. Mbak Fera berucap sembari dia melanjutkan pertempuran bibir ini…


Lidahnya sungguh menggelikan berputar-putar menari di bibirku,, beraduan dengan lidahku yang tak mau

kalah melawan kehausan mbak Fera..


Aku hanya bisa menganggukan kepala sembari menikmati kehangatan tubuh dan bergumal berciuman dengan mbak

Fera…

Tangan mbak Fera meraih tanganku menunjukan kepadaku bahwasanya Payudaranya ingin diremas penuh lemah

lembut…


Jari – jari ini meremas penuh dengan kelembutan menggerayangi payu dara mbak Fera yang putih seperti

pepaya Belgia itu.. ouuhh seksi sekali.. aku remas-remas.. semakin bernafsu aku mainkan jemariku di

puting mbak fera yang merah merekah itu.. Sembari lidah dan bibir ini terus bergumal penuh dengan

kenafsuan..


Mbak fera pun lebih melonggarkan lingerie yang menutupi keindahan tubuh mbak Fera itu.. dilepas lah BH

ukuran 34 itu.. di bukanya lingeri itu lebih longgar muncullah payudara yang seksi itu..


Mbak Fera memegangi kepalaku ini mengarahkan tepat di depan payudara yang seksi, putih dan segar itu..


Ga pake lama langsung aja bibirku menuju ke payudara itu,, aq lumat penuh dengan nafsu payu dara mbak

Fera yang montok itu.. Aku julurkan lidah ku tepat di putingnya yang merah merekah penuh kehangatan

itu..

Lidahku menari-nari menggeliat menjilati puting mbak Fera…Cerpen Sex


Ohhh Ouuhhh Ahhh… sambil memegangi dan menggeleng-gelengkan kepala ku mbak Fera menikmati lidahku

menjulur membasahi dan menari-nari di putingnya…

Aku gigit kecil-kecil putingnya aku remas payudara satunya,, bibirku melumat dan menghisap puting itu ..

cupp cclloopp crooopp cuuppp.. aku nikmati kenyotan bibirku mengenyot puting mbak vera..


Ohhh Ouuuuhhh AAAhhhh mbak Fera menikmati, matanya merem melek menikmati putingnya aq hisap…


Hisap lebih kencang dong rif,, mbak Fera berkata sambil tangannya memegangi tanganku yang meremas

payudara satunya…


OOhhh Ouuhhh mbak Fera semakin kencang berdesah, sambil menggoyang-goyangkan payudaranya yang sedang aku

hisap itu…

Kami berdua larut dalam permainan sex itu,, dan aku terus menghisap dan mengigit kecil-kecil puting mbak

Fera yang merah merekah itu..


Tangan mbak Fera meraih bajuku dan melucutinya membugiliku…

Kehausan mbak Fera sungguh tak terbendung langsung saja dia juga melucuti celana jeansku yang berwarna

hitam itu.. Dilepaslah juga lingerie tipis merah muda mbak Fera…


Kemudian mbak Fera melepas celana dalamnya, tangannya memegang kepalaku ini, mengarahkan kepadaku tepat

di depan memeknya yang berbulu tipis tipis teratur itu… gundukan bulu kemaluan yang tertata rapi,,

terpampang dihadapanku.. Sungguh mengisyaratkan bahwa mbak Fera cinta kebersihan dan kesehatan..

dirawatnya kebun bulu kemaluannya yang tertata rapi.. Tidak seperti sarang walet yang bertumpuk ga

karuan..


Mbak Fera memegang kepalaku.. mengarahkan memeknya tepat di bibirku… suatu isyarat kalau memeknya ingin

dijilatin dengan lidahku…


Langsung saja bibir ini mengenyot memek yang merah segar itu ditumbuhi bulu kemaluan yang tumbuh rapi..

Aku ciumi memek mbak Fera yang merah seperti daging segar itu… lidahku pun ikut menari-menari di atas

mulut kemaluan mbak Fera yang seksi itu…


Ohhhh AAAggghhhhh OOOOuuuwwwhhh mbak Fera berdesah menikmati… tanganku pun ikut meraih vagina mbak

Fera,, aku buka lebih lebar mulut kemaluan mbak Fera supaya lidahku bisa bergeliat lebih ke dalam… Mbak

Fera semakin asik menikmati permainanku,, desahan mbak Fera pun semakin tak terbendung dan semakin

kencang… lebih lebar vagina mbak Fera terbuka lidahku semakin menjulur aku lumat dan lidahku bergeliat

menari di vagina mbak Fera… Itil mbak Fera yang centil itu pun membuatku semakin haus .. aku jilatin

itil mbak Fera… dan aku gigit kecil.. kecil.. mbak Fera yang berdiri dan aku sedang duduk.. tubuhnya

terus bermolek sambil berdesah tak tertahankan…


” Enak Rif.. ouuhhh Uwwwhh Aghhhh mbak Fera berdesah keenakan aku hisap memeknya dengan dashyat sembari

lidah ini menyentil-nyentil itil mbak Fera.. yang bergelayutan…


Kemudian, mbak Fera merebahkan tubuhku di atas sofa empuk itu…


Mbak Fera langsung ditepatkannya memeknya di atas wajahku mengisyaratkan kalau memeknya masih ingin di

hisap dan di jilatin bibirku ini..


Dengan posisi tidur dan mbak Fera diatas ku tepat memeknya di atas kepalaku aku jilatin memek mbak

Fera..


Tanganku pun ikut diraih untuk meremas-remas payudara mbak Fera, yang tidak ingin dianggurin,, ingin

ikut dimainin…


Tubuh mbak Fera bergeliat.. memeknya bergoyang-goyang serasa haus ingin dijiliatin, dan dihisap lebih

kencang..


Aku gigit kecil memek mbak Fera sambil aku hisap dengan lebih kencang… tak kalah lidah ini menari-nari

dalam vagina mbak Vera yang sudah basah…


Mbak Fera semakin mendesah ga karuan aaahh ouuhhh ahhhhh.. aku pun semakin dasyat mencibiri memek mbak

Fera itu.. Aku kenyot lebih kencang dengan mulutku,, tanganku pun ga ikut kalah meremas-remas payudara

mbak Fera lebih kencang… mbak Fera semakin bergoyang-goyang lebih kencang.. ditekannya lebih kedalam

memeknya ke mulutku,, untuk di kenyot lebih kencang.. Ouuhhh Ouuhhhh mbak Fera berdesah keasikan sambil

merem melek…


Kemudian mbak Fera berganti posisi… kami berdua memainkan posisi 69…

mbak Fera masih haus memeknya masih ingin di jilatin.. sembari dia mengenyot dan menghisap kontolku yang

mengeras dan tegang itu..


Clurrupp Sluruppp Sluurruppp.. nada suara berdesahan bersahutan.. Aq jilatin mekinya mbak Fera aq

masukin jariku ke memek mbak Fera aku gesek-gesekin keluar masuk memek mbak Fera yang semakin banjir di

basahi air kemaluan mbak Fera…


Mbak Fera pun ga ingin kalah dia hisap kontolu yang super tegang dengan tegangan 220000000 watt…


Sluurruupp Sluurrruuupp Sluurruupp suara kenyotan bibir kami berdua mengenyot alat kelamin…


Ouuhhh Ahhhh semakin basah memek mbak Fera.. desahannya pun semakin meronta… lalu mbak Fera berdiri

berpindah posisi.. dia tetap diatas ku.. Dirahkannya kontolku memasuki lubang memek mbak Fera yang udah

gatal ingin digenjot itu..


Dengan penuh penghayatan mbak Fera memasukan kontolku memasuki memeknya..oouuhh Uhhhh ahhhh desahan mbak

Fera dan desahanku bersahutan…. badan mbak fera bergoyang-goyang diatas badanku.. sambil naik turun

secara perlahan mengatur irama memeknya yang disodokkan di kontolku…


Aku pun hanya bisa pasrah menikmati permainan mbak Fera… sambil berdesah.. mbak Fera semakin kencang

naik turun menyodokan memeknya yang naik turun dimasukin kontolku..


Ouuhh Ouuhhh Ahhhh mbak Fera berdesah keasyikan.. Dia bergoyang goyang menggerakan memeknya di genjot

kontolku.. semakin kedalam dan semakin kencang mbak Fera naik turun.. menyodokan memeknya ke kontolku….


Mbak Fera bergoyang memutar-mutarkan bokongnya.. memasukan lebih dalam kontolku di memeknya…

di tekannya lebih dalam kontolku dengan memeknya sambil menggeliat-geliatkan badannya


Ahhh Ouuwwwhh Ouuugghhh Nada desahan mbak Fera semakin menggila sambil menggoyang-goyangkan badannya…

ditekan lebih kencang Memeknya yang dimasuki kontolku itu… Ouugghh Agghhh kami berdua asik menikamti

kenikmatan sex.


Berganti posisi,, mbak Fera masih diatas, tapi kami duduk,, aku pangku mbak Fera diatas Sofa hijau yang

empuk… Aku naikan tubuh mbak Fera dengan tanganku.. Dan aku naik turunkan tubuh mbak Fera yang molek

itu,, kontolku semakin kencang menyodok memek mbak Fera yang semakin basah.. Aku sodok-sodokan kontolku

ke memek mbak Fera, aku naik turunkan tubuh mbak Fera lebih cepat… Sambil aku kenyot puting mbak Fera

yang merah mungil itu…

Ouhhh Ouuuhhh Ahhhh desah mbak Fera keenakan..Cerpen Sex


“Enak Rif”,,, Lebih kencang Rif Owwhhh Uhhhh Agghhhhhh.. mbak Fera mendesah,, sodok lebih kencang

kontolmu ke memek ku Rif… Hisap Memekku lebih kencang Rif… Ouuuhhh Ahhh Enak Rif… Mbak Fera berkata dan

mendesah…

Jeritan desahan mbak Fera semakin meronta dan aku semakin keras memainkan kontolku menyodok memek mbak

Fera….

Ahhhhhhhhhh Ouuhhhhhh.. aku keluar Rif… Haaaaaaaaa Ouuhhhhhhh mbak Fera sambil menghela napas…. Nikmat

banget Rif… Merasakan puasnya permainan sex.

“Ganti posisi dong Rif” Ucap mbak Fera yang masih haus….


Lalu mbak Fera menungging…. karena aku sering menonton film bokep pastinya aku udah tau dong apa yang di

inginkan mbak Fera.. Dia ingin posisi Dogy Style…


Mbak Fera nungging di atas Sofa dan aku berdiri.. Aku dibelakang mbak Fera aku masukin lagi kontolku ke

memek mbak Fera yang basah basah basah itu… Aku sodok-sodokan perlahan.. mbak Fera mendesah…. aku pun

juga mendesah..


Aku atur irama sodokan kontolku ke memek mbak Fera yang merah dan basah itu… maju mundur seperti tukang

parkir… Situs Slot Online Terpercaya


Slurupp Slurrupp Slurruppp Sluruupp … nyoott nyoott nyottt,,, prettt..prettt..pret… suara kontolku

menyodok-nyodok memek mbak Fera… Ouuhhhh Aggghhhh Owwwhhh mbak Fera meronta…


Terus aku atur irama … maju mundur kontolku menyodok memek mbak Fera…. Ouuhhh Ahhhhh mbak Fera meraih

tanganku untuk meremas Payudaranya.. jari jariku memutar di puting mbak Fera yang imut-imut itu…


“Enak Rif.. terus Riff.. Ouuhhh Agghhhhh Ahhhhhhhh ,, desahan mbak Fera meronta..

“Sodokin lebih dalam Rif”….


Semakin kencang aku sodokan kontolku ke memek mbak Fera.. semakin cepat aku maju mundurkan kontolku

menyodok memek mbak Fera… Dan aku lebih tekan kontolku menyodok memek mbak Fera…


Ahhhhh Ahhh Owwhhh terus Rif… mbak Fera meronta keenakan … Ahhhhh Ahhhh

Owwhwhhhh.. Ahhhh Ouuuwwwggghhhhh mbak Fera menjerit meronta.. mau keluar aku Rif lebih kencang Rif

sodokanmu .. Ouuuwwwhhhh Aggghhhhh.. mbak Fera merasa keenakan..


AAAAGGGGHHhhhhhhhh OOwwwwhhhhhh sambil menghela napas.. hmmm hmmmmm hmmmm keluar Rif….

Lalu tak lama kita langsung berganti posisi.. sini rif masukin lagi kontolmu ke memekku ya.. masih gatel

neeh Rif.. memekku ingin di genjot lagi..


Mbak Fera tidur dan mengangangkan kakinya diatas Sofa….


Tanpa komando langsung aku hajar lagi.. memek merah.. mbak Fera..


Aku masukin kontolku ke memek mbak Fera… posisi mbak Fera yang mengangkangkan kakinya lebar lebar.. aku

lebih leluasa menyodokkan kontolku ke dalam memek mbak Fera..


Aku atur perlahan-lahan maju mundur kontolku menyodok memek mbak Fera yang merah merekah,, dan sudah

berair itu…

Maju mundur;…. prrtttt prtttt prtttt slurup slurrruupp slurrruppp prrtt.. prrrttt suara kontolku dan

memek mbak Fera meronta… enak Rif.. enak sambil mengangkangkan kaki dan merem melek mbak Fera pasrah aku

sodok-sodokan kontolku ke memeknya…


Ohhh Ouuhhh Owwwhhh Aggghhhh Hmmm Hmmmm desah kami berdua bersahutan…


Lebih kencang Rif… Geli banget neeh memekku Rif… Enak Banget…. Sodokkan kamu Rif… Hmmm Hmmmm Ouugghhhh

Ougghhh desahan mbak Fera…


Agghhh Aghhhh desahan ku yang merasakan kehangatan dan kegelian memek mbak Fera yang mengenyot

Kontolku….

Ouhhh Ouhhh Agghhhh nikmat Rif Terus Rif… Ahhhhgggghhh mbak Fera meronta kegirangan…


Selang berapa waktu aku semakin sodok lebih kencang memek mbak Fera… Kontolku sudah menegang ga karuan..

kontolku sudah tegang banget ga tahan di kenyot memek mbak Fera yang masih rapet itu,,, aaGghhhh

Gggghhhh Ouwwwhhhggg hhhhh Ouwwhhhh… desahan ku…


Semakin kencang aku sodok.. mbak Fera pun semakin mengakangkan kakinya dengan tangannya semakin lebar….

Aaahhhh Ouuwwhhhh Srruuppp Prrttttt Hmmmmm suara desahan dan suara kontolku yang menyodok memek mbak

Fera bersahutan…


GA kuat aku mbak.. mau keluar aku mbak… Ouuhhhh


Agghhh Ouuhhhh sama Rif,, mbak juga horny banget mo keluar .. keluarin bareng yuk…


Tak lama kemudian… Kontolku terasa hangat seperti diguyur air hangat.. tanda kalau mbak Fera dah keluar…

Langsung aku sahut dengan cipratan air kenikmatan dari kontolku.. sambil aku sodokan kontolku ke memek

mbak Fera lebih kencang


OOOwwwwhhhhh Ouuuggghhhh Agghhhhh Agghhhhhh… kami berdua meronta keenakan.. Hmmmm keluar bareng kami dua

mengluarkan air kenikmatan


Hmmm Hmmm Hmmmm puas Rif enak banget sahut mbak Fera… merasakan kepuasan setelah keluar


“Iya mbak enak banget.. hmmm hmmmm”” sahut aku menghela napas…


Kami berdua bergumal manja-manjaan sambil mbak Fera mengecup keningku penuh kehangatan.. menandakan

kalau dia udah puas


Bobokan dulu yuk.. Capek Rif… Pulang ntar dulu ya,, istirahat bentar sini aja gapapa…

Kemudian kami merebahkan Badan kami berdua yang capek ga karuan…. Setelah bertempur dengan Cinta dan

Nafsu…


Tamat….


Cerita ini berdasarkan pengalaman Pribadi teman saya.. nama dan tokoh disamarkan,,

Cerita Sex Jeritan Hot

XXX Nada4D - Cerita Sex Kelulusan SMA, Kelulusan SMA adalah masa yang paling menggembirakan untuk semua siswa/siswi, segala perayaan dibuat mulai dari corat coret hingga pawai keliling kota yang bikin macet jalanan. Kegembiraan ini juga dirasakan oleh Via dan pacarnya saat itu, sebut saja Andre, yang sudah berpacaran selama 1 tahun. Hubungan mereka boleh dibilang cukup mesra mengingat Andre kos dikota itu dan beberapa kali mengajak Via kekamar kosnya untuk sekedar petting atau bercumbu, namun tidak sekalipun mereka pernah bercinta.


Hari itu adalah hari pelepasan siswa/siswi SMA, acara diadakan disebuah ruang serbaguna yang cukup besar dan terkenal dikota itu. Acara yang diadakan seperti biasa ada pertunjukan pentas seni dan wisuda simbolis untuk beberapa siswa/siswi yang berprestasi. Dipojok taman depan ruang serbaguna Via asyik bercengkrama dengan Andre seputar masa depan yang akan mereka tapaki berikutnya, dengan mesra Andre merangkul pundak Via yang bersender dibahunya.


Tangan Andre megusap-usap lengan atas Via seraya mengecup kepala Via dengan lembut, Andre tiba-tiba berdiri dan menggandeng tangan Via menuju kantor administrasi ruang serbaguna yang terletak agak jauh dari ruang serbaguna itu sendiri. Dibelakang kantor itu Andre merapatkan tubuh Via kedinding sambil melumat bibir manis Via, mereka berpelukan seperti sepasang kekasih pada umumnya dengan rangkulan mesra lengan Andre dipinggang Via. Situs Slot Online Terpercaya


Tindakan yang paling jauh yang mereka lakukan saat berpacaran dikamar kos hanya sebatas pada hands job yang dilakukan Via kepada penis Andre, Petting atau menggesekan alat kemaluan mereka dengan memakai bawahan masing-masing, atau close up dengan Andre yang suka sekali mengulum puting susu Via yang coklat kemerahan dan mungil.


Beberapa kali Andre sempat memaksa Via untuk telanjang bulat namun Via selalu menolak dengan alasan malu atau tidak siap, Andre cukup frustasi kadang mengingat gejolak nafsunya yang begitu menggelora saat berduaan dengan Via dikamar kosnya yang sempit.


Terpisah dari kawanan teman-temannya yang sibuk mengikuti acara pelepasan itu, Via dan Andre asyik asyik terus bercumbu dibelakang kantor administrasi serbaguna itu. Ciuman bibir yang mereka lakukan begitu panas, hingga kuluman demi kuluman pun mereka lakukan, Andre sesekali menciumi leher jenjang Via yang wangi parfum khas anak baru gede. Tak terasa tiba-tiba penis besar Andre menegang dan menekan kuat kearah kemaluan Via yang dibalut rok abu2 SMA-nya, nafsu Andre kembali bergejolak dan kali ini ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan.


Ditariknya tangan Via menuju dalam kantor administrasi yang ternyata tidak dikunci, lalu digandengnya Via masuk ke dalam toilet sambil mencari bilik paling pojok untuk menuntaskan nafsunya.

 


“Kita mau ngapain Ndre, ini kan toilet laki-laki, nanti kalo ada yang masuk gimana?”, tanya Via saat Andre menarik paksa dirinya masuk ke bilik dalam toilet tersebut,

“Tenang aja Vi, anak-anak kan pd sibuk sendiri…gak akan ada yang tau kita disini”, jawab Andre.


Dalam bilik toilet yang cukup bersih itu, Andre meminta duduk dicloset jongkok yang penutupnya sudah diturunkan, lalu tergesa-gesa membuka restleting celananya untuk mengeluarkan penis besarnya yang sesak karena sudah menegang. Via sudah tau apa yang Andre mau, sesuatu yang saat pertama kali dia merasa jijik hingga Andre harus sedikit memaksanya untuk melakukannya.


Penis besar Andre sudah mengacung tegak tepat didepan wajah manis Via, dengan ragu Via menggenggam penis itu lalu mengocoknya perlahan, namun dia tau bukan sekedar itu yang Andre mau. Dengan sedikit memaksa, Andre memegang kuat kepala Via dan mendorong penisnya masuk kemulut mungil Via…penis itu terasa sesak memasuki mulut Via yang mungil, namun dengan nafsu yang tak tertahan, Andre mengocokan perlahan penisnya didalam mulut Via.


Sambil tangannya menggenggam penis itu, Via menjilati kepala penis besar Andre yang merah, dan ketika lubang kencingnya terjilat oleh lidah Via, Andre merasakan sensasi yang luar biasa sehingga ia mendesah entah keenakan atau kegelian. Via memang belum terbiasa melakukan blow job, boleh dibilang kekasih Andre sebelumnya lebih jago dalam melakukannya, namun wajah manis Via dengan mulut yang dipenuhi penis membuat Andre sangat terangsang.


Saat Via sibuk mengulum dan menjilati penisnya, Andre mengangkat Via untuk berdiri dan membuka paksa kancing seragam SMA Via…satu persatu kancing itu terbuka hingga terlihat dada mulus Via dengan payudara mungilnya yang bulat menggemaskan dibalut BH pink yang dikenakannya. Andre mencium pipi dan cuping telinga Via sambil berkata,


“aku buka seragam dan BH-nya ya sayang….”, tanpa menunggu persetujuan Via, Andre membuka seragam SMA dan BH pink Via sambil sesekali menjamah puting susu Via.


Kali ini Via sudah setengah telanjang dihadapan Andre, payudaranya mulai diremas kanan dan kiri bergantian, Andre sedikit membungkuk menjilati daerah sekitar puting susu Via hingga puting susunya mengeras terangsang. Seperti seorang bayi, Andre menyusu pada puting susu kanan Via dan membuat memar disekitarnya….sedotan dan gigitan kecil Andre sesekali membuat Via beteriak kecil sambil menjambak rambut Andre…Via pernah merasakan puting susunya bengkak beberapa hari karena Andre terlalu hot menyedotnya.


Aksi Andre terus berlanjut dengan mengulum, menyedot, dan menggigiti payudara serta puting susu Via yang tidak terlalu besar namun bulat menggairahkan. Kedua tangan Andre sibuk meremas-remas pantat Via dari luar rok SMA-nya, sambil mencoba membuka restletingnya yang terletak dibagian belakang. Tanpa disadari oleh Via, yang tenggelam dengan kenikmatan permainan ‘menyusu’ Andre, tiba2 Via merasakan rok SMA-nya sudah jatuh kelantai dan dia tau saat itu dia hanya mengenakan CD coklat berenda yang dikenakannya.


“Andre, enggak…kamu mau apa?”, sergah Via sambil sedikit mendorong tubuh Andre yang lebih besar dari dia.

“Via sayang, kasih kesempatan aku untuk melihat kepolosan tubuhmu….please…”, pinta Andre dengan memelas….Via hanya mengangguk pelan seraya jantungnya berdegup kencang, Andre meloloskan celana dalam Via dan memandang kagum daerah sekitar kemaluan Via yang dipenuhi bulu kemaluan yang tidak terlalu lebat dan sangat terawat.


Andre berjongkok, meminta Via merenggangkan kedua kakinya, lalu mengusap dari mulai betis hingga naik keatas hingga meremas pantat bulat telanjang Via. Pelan2 dia membuka belahan kemaluan Via dan menemukan gundukan berwarna pink yang sudah menegang, dia sudah menemukan klitoris Via……pelan-pelan dia menjulurkan lidahnya dan menjilat klitoris Via dengan lembut, Via mendesah…dan desahan Via semakin membuat Andre bertekad melanjutkan aksinya.


Dijilatinya klitoris Via dengan penuh nafsu sambil sesekali tangan nakalnya membelai bibir kemaluan perawan Via….Andre dapat merasakan betapa cairan kenikmatan Via sudah membasahi jemarinya, ingin sekali dia menusukkan jarinya kedalam kemaluan Via namun dia tau Via pasti akan membencinya setengah mati.


Kali ini Andre berdiri, mencium lembut bibir dan kening Via, lalu membalikkan tubuh Via menghadap dinding. Via sedikit membungkuk sambil memegang closet duduk didepanya. Andre meremas kedua payudaranya dari belakang sambil menggesekkan penisnya dibibir kemaluan Via…. Situs Slot Online Terbaik


“arrgghhh…Ndre…please jangan dimasukin ya….aku belum siap…”, pinta Via.


Andre tidak menjawab dan sibuk menggesek-gesekkan kepala penisnya kebibir kemaluan Via…..nafsunya semakin tidak terkendali…dan tiba-tiba, Andre menyodok kemaluan Via dengan paksa sehingga Via menjerit….


“ahhhhhh…..Andreee….sakit…..”, teriak Via,

“tempemu nikmat sekali sayang….ahhh…sempit….”, jawab Andre sambil mengocokan perlahan kemaluan Via yang mulai terbiasa dengan ukuran penis Andre yang menghujamnya.


Via sedikit berontak, dan hal itu memaksa Andre memegang kuat kedua tangan Via….sambil menyodok-nyodok kemaluannya. Sesekali Andre melihat penisnya yang dilumasi cairan kenikmatan kemaluan Via, namun dalam hati ia sedikit aneh karena tidak ada darah keperawanan yang seharusnya ada…..namun dia tidak terlalu perduli, yang penting dia sudah merasakan nikmatnya lubang kemaluan Via.


Beberapa menit Andre menyodoki kemaluannya, Via merasakan tubuhnya bergetar……Via merasakan orgasme yang luar biasa, dan Andre yang mengetahui hal itu segera mencabut penisnya….membalikkan paksa tubuh Via sambil memintanya duduk dicloset itu….mengocok sendiri penisnya dengan cepat…lalu…croottttt….croootttt….penisnya menyemprotkan sperma yang sangat banyak kearah payudara mungil Via…..payudara indah itu blepotan sperma…dan Via hanya pasrah menerima perlakuan kekasihnya itu……Sambil mengecup kening Via yang masih terduduk lemas, Andre berkata


“trima kasih sayang….aku harap kita bisa terus bersama walau setelah lulus SMA….”

Cerita Sex Kelulusan SMA

Subscribe Our Newsletter