Halaman

    Social Items

pasang

Cerita Sex Panas Tubuh Seksi Fi Cien, Perpisahan sekolah sudah semakin dekat, aku dan teman teman berencana berlibur di pantai pangandaran, kami sudah menyewa penginapan yang mana dekat dengan bibir pantai kami semua berpasangan dengan pacarnya, kita sangat senang dan keliling bersama sama saat malam hari yang mempunyai pacar jalan jalan menyusuri suara ombak di pantai.


Terlalu asyik ada sebagian mereka untuk kembali ke penginapan dan ada juga yang bercinta dengan pasangannya masing masing, pada malam ke dua teman temanku melanjutkan dengan mengelilingi di sekitar pantai, singkat cerita tinggallah aku dan FiCien di penginapan, aku tanya dia “kenapa kamu tidak ikut keluar”

FiCien menjawab “Kepalaku lagi pusing nih jadi agak malas untuk keluar. Karena aku sebagai teman kasihan melihat keadaan FiCien seperti itu jadi aku temenin dia di kamarnya, malam itu aku menonton tv kira kira pukul 7 malam karena FiCien gerah dia izin mau mandi , aku sih cuek saja mendengar perkataan itu aku masih asikk nonton tv nya.


Setelah 10 menitan FiCien memanggil aku untuk mengambilkan handuknya karena lupa tidak terbawa saat masuk ke kamar mandi, ya udah aku bantu dia katanya suruh bawa masuk handuknya dan tidak terkunci pintu kamar mandinya aku sedikit kaget mendengar perkataan tersebut, lalu aku masuk dengan mata sedikit tertutup takutnya entar dikira ngintip atau gimana.


Aku sungguh gugup dan hatiku berdebar dengan perlahan lahan tanganku yang kanan memberikan handuk kepada FiCien tangan kiriku menutup mataku,


“Ini handuknya FiCien taruh mana”kataku


“bawa sini soalnya tanganku tidak nyampe saya lagi di shower masuk saja gak apa apa kok “ kata FiCien , mendengar perkataan itu aku langsung masuk saja.


“saya taruh sini ya handuknya di tempat wastafel , karena jaraknya wastafel dan shower hanya tertutup oleh tirai tipis jadi seakan akan siluet tubuh FiCien terlihat jelas, sungguh kagetnya lagi saat meletakkan handuk tangan FiCien langsung menyentuh tanganku kemudian dia kelaur dari tirai tipisnya terlihat tubuh telanjang FiCien masih basah total.


Aku terpesona dengan payu daranya yang besar dan indah itu, kulitnya yang putih dan mulus tiba tiba penisku langsung tegang dan keras pemandangan indah pokoknya, tak lama kemudian tangan FiCien memegang tanganku menyuruh untuk memegang buah dadanya dan merasakan detak jantungnya. Situs Slot Online


Dia berkata “ooh, Hendra. Saya sudah tidak tahan lagi.


Sebagai cowok normal, saya pasti ereksi. Lalu pelan-pelan tangan kananku memeras payudaranya yang kanan.


“Yaa, itu Hendra. Nikmat sekali.


Teruskan Hendra!”. Sewaktu tanganku meremas pelan payudaranya, Tangan FiCien dengan ringan membuka kancing-kancing bajuku.


Setelah kancing bajuku terlepas semua, Bibirnya yang ranum dan merah merekah itu pelan-pelan mencium dan menjilati dadaku.


Lidahnya yang panjang itu terasa nikmat sekali di dadaku. Lalu dia kubalas dengan tangan kananku yang kuarahkan ke pantatnya yang besar dan bersih dan tangan kiriku memeluknya yang diteruskan dengan ciuman saya yang hot di bibirnya itu.


Dia mengerang dan menikmatinya, beberapa detik kemudian tangannya membuka retseleting celanaku dan kemudian memelorotinya. Begitu celana dalamku dibuka, penisku yang sudah ereksi dari tadi langsung meloncat keluar,


Melihat penisku yang sudah membesar dan memanjang, dia langsung membungkukkan badannya dan mulutnya itu dengan pelan mengulum penisku.


Terasa nikmat sekali “Aah.., FiCien.., enak.., terusin!”. Lidahnya itu dengan leluasa menjilati permukaan penisku dan puncaknya, lidahnya diarahkan ke pucuk penisku.


Setelah berselang beberapa detik, giginya itu langsung menggigit penisku dan langsung mengocoknya. Setelah setengah jam kita melakukan foreplay di kamar mandi, ternyata dia masih belum puas juga.


“Hendra, yuk kita lanjutin di tempat tidur! saya pengin lebih hot lagi”.


Dengan perlahan, saya angkat dia dalam keadaan sama-sama telanjang bulat. Setelah sampai di pinggir tempat tidur, perlahan-lahan saya taruh badannya di atas tempat tidur. Masih dalam keadaan membungkuk, saya ciumi bibirnya dan saya jilat payudaranya yang makin membesar itu.


“Oyaa, terusin Hendra, terusin”, Mendengar omongannya saya jadi semakin buas menikmati tubuhnya. Saya rebahkan badannya menjadi dalam keadaan telentang, susunya yang membesar terlihat bagai Gunung Bromo yang menjulang tinggi.


Payudaranya itu langsung saya serbu dengan jilatan lidahku. Setelah itu, mulutku diarahkan ke arah selangkangannya. Terlihat bulu vaginanya lebat bak hutan perawan yang masih belum terjamah.


Dengan asyik, tanganku mengobrak-abrik bulu vaginanya dan terlihatlah dinding daging tipis alias vaginanya. Langsung saya jilati vaginanya dengan buas dan FiCien langsung menjerit kenikmatan sambil mengerang dan berkata

“Terusin Hendra, terusin”. Masukin lidahmu itu ke ‘dompet’ku”.


Anehnya vaginanya yang rata-rata orang bilang vagina cewek itu biasanya kebanyakan bau tak sedap, tapi vagina FiCien terasa harum dan nikmat. Baunya yang justru harum itu membuat saya makin terangsang lagi untuk lebih lama menikmati vaginanya.


Sambil menciumi vaginanya, kedua tanganku juga meraba kedua belah payudaranya, FiCien hanya mengerang lagi dan memegang kedua tanganku dengan erat. Setelah setengah jam saya terus begitu, akhirnya FiCien minta posisinya diganti ke atas.


Saya turuti dech, masa saya terus yang gerilya? Saya langsung pindah jadi di bawah dan FiCien di atas. Sebelum mulai aksinya, FiCien pertama-tama meremas sendiri kedua payudaranya dan mimik wajahnya itu yang membuatku tambah syuur.


Sehabis meremas-remas sendiri kedua payudaranya, dia langsung memulai aksinya dengan mencium dan menjilati bibirku seraya tangannya meremas-remas dadaku yang agak bidang dan meraba-raba puting susuku.


Bibirnya benar-benar fantastik, terasa nikmat dan pokoknya tidak bisa saya uraikan dengan kata-kata. Puas dengan menciumi dan menjilati bibirku, perhatiannya mengarah pelan-pelan ke bawah.


Pertama-tama dia menciumi dan menjilati leherku dan kadang-kadang menggigit leherku, serasa benar-benar nikmat.


Sambil menikmati leherku, tangan kanannya berpindah posisi menjadi di penisku. Dengan enaknya dia mengocok penisku, ke atas.., ke bawah.., ke atas.. Dan seterusnya. Kocokannya benar-benar membuat mataku merem melek. Situs Slot Online Terpercaya


Kemudian setelah menciumi, menjilati dan menggigit leherku, matanya tertuju ke dadaku. Lidahnya langsung menjilati puting susuku.


Tapi dia cuma sebentar menjilati puting susuku, perhatiannya langsung tertuju ke penisku yang sudah besar dari tadi.


Bibirnya langsung menjilat penisku, terasa nikmat sekali. Lidahnya itu yang membuatku puas sekali, dengan pelan-pelan lidahnya menjilati penisku sambil tangannya yang kecil itu terus mengocoknya.


“Aach FiCien.., Nikmat sekali Ohh”, Selang beberapa menit kemudian, sewaktu dia masih mengocok penisku.


Terasa ada sesuatu yang hangat mengalir dari penisku dan serasa hendak meletus keluar. saya bilangin ke FiCien,


“Awas, saya mau keluar. Tahan dulu kocokanmu


Jangan sampai spermaku keluar saya masih pengin nerusin!!”,


Tapi dengan cuek dia malah bertambah giat dan keras mengocok penisku sambil lidahnya menjilati pucuk penisku. Beberapa menit kemudian keluarlah cairan kenikmatan yang berwarna putih yang disebut sperma.


Dan spermaku mengenai mulutnya dan ada sebagian yang sengaja dijilat dan ditelan FiCien. Terasa nikmat sekali!, FiCien terus menjilati sisa-sisa sperma yang keluar dari penisku. Sementara FiCien masih sibuk dengan penisku, aku istirahat sejenak dalam kenikmatan yang tiada taranya.


Sewaktu saya masih istirahat, terasa FiCien masih sibuk dengan penisku. Karena saya kasihan FiCien belum mencapai orgasme, Langsung saja saya bangun dan meneruskan aksi. Saya suruh FiCien pindah posisi jadi di bawah, langsung dia turuti.


Sejenak sebelum memasukkan penisku, saya kocok sebentar penisku agar membesar dan FiCien membantuku dengan ikut mengocoknya. Selang beberapa detik kemudian penisku langsung berdiri lagi dan langsung saya masukkan ke vaginanya.


FiCien langsung teriak dan mengerang kenikmatan, “Aacchh”. Tetapi terasa posisiku kurang nikmat, saya cabut lagi penisku dan saya taruh bantal di atas pantat FiCien supaya penisku terasa nikmat masuk divaginanya.


Begitu saya masukin penisku dalam-dalam, terasa vaginanya hangat dan sudah penuh cairan yang membuat penetrasi penisku terasa nikmat dan licin. Ini pertanda FiCien sudah mengalami orgasme sebelum saya masukin penisku


Penisku, aku tarik pelan-pelan, masukin lagi pelan-pelan dan demikian seterusnya. FiCien lagi-lagi berteriak kecil dan mengerang. Saya biarin FiCien berteriak dan mengerang, saya terusin aksiku dengan membuat variasi seperti menggoyang pinggulku.


Selang 45 menit saya meneruskan aksiku, FiCien pelan-pelan berbisik “Hendra, saya sudah tidak kuat lagi.., saya sudah pengin keluar.., Cairanku sudah mau keluar!”.


Ternyata benar juga, beberapa detik kemudian di penisku terasa ada banyak cairan yang menyelimuti. Saya biarkan penisku di dalam vagina FiCien selama beberapa menit selama FiCien orgasme. Sebab saya baca, cewek senang kalau sewaktu dia orgasme, penis cowoknya berada dalam-dalam di vaginanya.


Dan benar juga kata buku, FiCien terlihat sangat puas. Begitu dia selesai orgasme, beberapa menit kemudian selama penisku masih di dalam, terasa spermaku masih mau keluar. Buru-buru saya cabut penisku dari vagina FiCien dan FiCien langsung menyambutnya dengan kuluman yang hebat sekali.


Sekali lagi spermaku langsung tumpah ke arah muka FiCien, sekeliling bibirnya langsung dipenuhi dengan spermaku yang ternyata banyak sekali. Sebagian cairan putih itu masuk ke mulutnya dan sebagian ada yang tumpah ke payudaranya dan ke sprei.


FiCien memintaku untuk menjilat spermaku yang tumpah ke payudaranya dan saya turuti. Lidahku menyapu sisa-sisa spermaku di payudaranya dan FiCien terlihat benar-benar menikmatinya. Setelah puas, saya dan dia langsung lemas dan langsung tidur sambil dalam keadaan polos sampai pagi (tanpa berselimut).


Pagi-paginya dia sudah bangun dan nonton TV masih dalam keadaan telanjang. Langsung tubuhnya yang indah itu saya tutupi dengan jaketku supaya tidak masuk angin, dia menolak seraya berbisik,


“Hendra, lue hebaat sekali tadi malam. Baru lu cowok yang bisa muasin saya. cowok yang lain yang pernah nidurin saya terasa hambar. saya pengin lagi Hendra. saya pengin pagi dan malam selanjutnya kita terus bertelanjang bugil dan main terus.


Kita cek out saja dari penginapan ini. Kita bilang ke anak-anak kalau kita ada urusan lain dan harus cepat pulang ke Bandung.


Terus kita cek in ke hotel lain”. Ternyata saya lebih gila daripada dia, saya terima saja. Beberapa jam kemudian teman-temanku datang, saya langsung pamit mau pulang sama FiCien,


Mereka percaya saja. Langsung deh kita cabut dan cek in di penginapan yang jauh dari mereka. Dan pengalaman itu diteruskan di hotel yang baru, siang malam saya dan FiCien mengadakan pesta seks tanpa istirahat.


Kecuali buat makan, dan minum. Setiap kali sehabis bersetubuh, saya dan FiCien merasakan kenikmatan yang tiada tara.

Cerita Sex Panas Tubuh Seksi Fi Cien

Cerita Sex Panas Istriku Disetubuhi Keponakanku, Maksud serta maksud semuanya saya katakan supaya bisa jadikan pegangan serta rujukan buat kebanyakan orang yang membacanya, agar peristiwa yang kualami tidak berlangsung pada orang yang lain, selain hal itu supaya makin terlepas dari sisa beban batin yang mungkin saja masih tetap berada di diriku.


Peristiwanya memanglah tidak disangka serta tidak direncanakan. Awalannya cuma sedikit salah pengertian pada saya serta istriku. Dari kesalah-pahaman itu, saya sedikit terasa sakit hati serta waktu itu saya coba tidak untuk ingin bertegur sapa dengan istriku. Hal tersebut saya kerjakan, karna awalannya saya menginginkan menggoda hingga di mana ketahanan nafsu sex istriku apabila tidak kusentuh sepanjang satu minggu.


Karna perlu untuk diketahui pembaca, kalau istriku serta saya biasanya tiga hari sekali teratur lakukan senggama serta itu semuanya biasanya selesai dengan cucuran kesenangan. Memanglah sampai kini kami berdua senantiasa beragam dalam lakukan hubungan sex, serta kami terasa tidak alami problem dalam soal yang satu ini.

Sebelumnya kulanjutkan Carita ini, kuceritakan dahulu tentang keluargaku. Di rumahku tinggal saya (36 th., asal pulau Pariwisata), istriku Ayu (nama panggilan istriku sesuai sama orangnya) yang cantik molek, kulit kuning langsat karna turunan dari kota kembang, rambut lurus hitam lebat serta ini sama juga dengan bulu kemaluannya yang hitam serta lebat, umurnya baru 34 th. serta hidung mancung, lantas ada dua orang lelaki sekali lagi yang tinggal di rumahku, yakni Dani, anakku yang baru berusia tiga th. serta Wisne (25 th.) keponakanku yang awalannya numpang tinggal karna kepentingan mencari kerja serta sekarang ini tak akan tinggal di rumahku karna sudah saya suruh pulang karna menyangkut perselingkuhan dengan istriku.


Jadi sesudah sepanjang tiga hari saya coba menggoda benteng ketahanan istriku lewat cara tidak bertegur sapa serta tidak memberi keperluan biologisnya, ada bagian beda yang saya dapat nikmati, yakni saya lihat perubahan tingkah dari istriku, perilaku yang serba salah, tidur tidak tenang serta banyak sekali lagi beberapa hal yang terlebih dulu tidak sempat saya saksikan. Hal semacam ini tak tahu karna saya yang memberi ekstra perhatian dengan sembunyi-sembunyi atau memanglah karna akibatnya karena kondisi konflik pada saya serta istriku.


Satu malam, kulihat jam menunjuk di angka sembilan malam, waktu itu hari ke-6 saya membisu, saya berniat pura-pura tidur duluan serta saya percaya istriku tidak lama tentu menyusul masuk kamar seperti umumnya. Pada jam-jam segitu, biasanya kami masih tetap nonton TV dengan di ruangan keluarga termasuk Wisne keponakanku. Sesungguhnya saya sendiri belum juga ngantuk namun saya cuma menginginkan tahu perilaku istriku saja. Sebagian menit saya pura-pura telah tidur dengan sedikit keluarkan nada dengkur serta tampak bayang-bayang (karna gunakan lampu tidur) waktu itu istriku sulit tidur.


Serta saya hampir tidak yakin dengan apa yang saya saksikan kalau istriku memainkan tangannya di selangkangannya sendiri. Awalannya cuma tangannya yang tampak bergerak, digesek-gesek naik turun dengan irama yang teratur namun sesudah sebagian waktu lalu, kulihat istriku melepas CD-nya serta pergerakan tangannya makin tidak teratur disertai nafas yang makin ngos-ngosan. Darahku berdesir serta nyaris saya tidak dapat menahan nafsuku sendiri saat lihat istriku terengah-engah karna nikmat yang dibuatnya sendiri. Namun saya tetaplah pada pendirianku awal mulanya, saya beberapa seakan masih tetap sakit hati serta tidak ingin bertegur sapa, jadi waktu itu saya cuma nikmati tingkah sensual istriku. Game Slot Indonesia


Dua hari selanjutnya, saya kerjakan hal yang sama, yakni sekitaran jam sembilan saya masuk kamar. Sebagian menit saya tunggulah, istriku tidak masuk kamar seperti umumnya serta saya berniat menanti reaksi setelah itu karna saya sendiri belum juga terasa mengantuk. Sekitaran 1/2 jam, istriku belum juga masuk juga, namun saya sayup-sayup mendengar istriku bicara dengan seorang. Serta sebagian waktu lalu, istriku masuk kamar namun hanya sesaat serta lalu keluar sekali lagi dengan tutup pintu dengan perlahan-lahan tidak seperti umumnya,


Istri selingkuh dengan keponakan mungkin saja disangkanya saya telah tertidur nyenyak ketika istriku masuk kamar. Saya makin menginginkan tahu, apa yang juga akan dikerjakan istriku setelah itu serta bebarapa menit lalu, saya mendengar pintu kamar samping, yakni kamar Wisne keponakanku ditutup, namun nada TV masih tetap menyala. Saya fikir keponakanku pergi tidur serta istriku masih tetap nonton TV sendiri. Sekitaran lima belas menit, saya menginginkan lihat apa yang dikerjakan istriku lewat cara naik diatas kursi lihat lewat jendela ventilasi, namun di sekitar ruang keluarga tidak tampak seseorang juga, cuma TV yang menyala, lantas saya ajukan pertanyaan dalam hati kemana perginya istriku, mungkinkah ke kamar mandi, namun sayup-sayup kudengar ada bebrapa nada yang sedikit mencurigakan.


Dalam hati saya berfikir, mungkinkah istriku masturbasi di kamar mandi. Karna makin penasaran, jadi dengan perlahan-lahan, saya keluar kamar serta bergerak ala detektif mencari asal nada yang mencurigakan itu. Nyaris saya tidak yakin, datangnya nada dari kamar keponakanku. Karna di luar sangkaanku, saya mesti melakukan tindakan cepat untuk ketahui apa yang dikerjakan istriku di kamar keponakanku sendiri, hatiku berdebar-debar serta saya sadar tidak bisa asal-asalan dalam melakukan tindakan, jadi dengan perlahan-lahan kuambil kursi untuk lihat tengah apa mereka di kamar keponakanku.


Astaga apa yang kulihat, istriku tengah berciuman mesra dengan Wisne, nyaris saya segera mendobrak pintu kamar keponakanku, namun saya gemetar bercampur rasa penasaran serta ada perasaan unik sendiri demikian lihat istriku bergumul serta bermesraan dengan orang yang lain, hingga kuputuskan untuk mengintip perselingkuhan yang dikerjakan istriku. Sesungguhnya ada rasa menginginkan geram serta cemburu, namun di bagian beda, ada perasaan beda yang buat saya berdebar-debar menginginkan melihat.


Kulihat mereka masih tetap ciuman sembari bertumpu pada dinding, tangan kanan istriku sudah merogoh batang kejantanan Wisne yang masih tetap gunakan celana pendek serta tangan tangan Wisne meremas-remas buah dada istriku yang masih tetap gunakan daster. Jantungku makin berdebar serta tidak merasa saya turut terangsang karna sampai kini saya juga menahan nafsuku. Tampak keduanya begitu bernafsu, terlebih istriku.


Sembari tangan kanan tetaplah meremas serta mengocok batang kemaluan Wisne, tangan kirinya melepas kancing dasternya serta dalam sebagian waktu, dasternya turun ke lantai, tengah tangan Wisne tampak berupaya buka kaitan BH istriku, lantas mulut Wisne berpindah ke puting susu istriku. Tampak istriku menggeliat keenakan. Serta tangan istriku tidak ketinggal, buka kancing celana Wisne serta segera melorotkan CD Wisne. Tampak batang kemaluan Wisne sudah tegak dengan gagahnya, besar serta panjangnya nyaris sama juga dengan punyaku, cuma miliki Wisne agak sedikit bengkok ke atas serta agak lebih kuning dari punyaku, mungkin saja karna dia masih tetap perjaka serta belum juga sempat diasah.


Serta sesudah kedua-duanya telanjang bulat, mereka berubah ke arah ranjang serta sembari masih tetap berciuman, istriku direbahkan dengan kaki masih tetap di lantai.

Terdengar nada permintaan istriku pada Wisne, “Wisne cepat masukan barangmu.. cepaat..! ”

Mereka tampak tergesa-gesa. Karna sangat lebatnya bulu kemaluan istriku, batang kejantanan Wisne tidak dapat segera masuk, serta tangan Wisne tampak menyibakkan bulu-bulu kemaluan istriku. Batang kejantanannya digesek-gesekkan menginginkan masuk, namun tampak agak sulit. Perlu untuk diketahui, istriku waktu melahirkan Dani lewat cara operasi caesar, jadi sampai sekarang ini, lubang senggama istriku masih tetap normal serta sempit.


Karna agak alami kendala memasukkan batang kejantanannya, lantas istriku sedikit buka selangkangannya serta, “Bless.. ” masuklah kepala batang kejantanan Wisne.

Muka Wisne tampak nyengir kegelian yang nikmat serta dengan daya tekan ke depan batang keperkasaan Wisne amblass ke liang senggama istriku.


“Ohh.. ohh.. ” keluh kesenangan istriku.

Dengan tempat tubuh istriku rebah di ranjang serta kaki sedikit diangkat serta ke-2 tangan istriku dirangkulkan di leher Wisne, tengah Wisne sendiri dengan tempat berdiri serta tangannya bertopang pada ranjang, tampak mereka nikmati kocokkan-kocokkan yang dibuatnya. Cuma sebagian waktu, kocokkan batang kemaluan Wisne makin cepat serta tampak mata Wisne meram melek serta istriku memprotesnya.


“Jangan dahulu Wis.. janganlah dahulu.. Saya belum juga apa-apa Wis.. ” pinta istriku.

Serta terdengar nada rintihan nikmat Wisne, “Ehh.. eeh.. creet.. cruutt.. ”

Mungkin saja karna belum juga memiliki pengalaman, dia tidak dapat mengendaliakan senjatanya serta dalam hati, saya bersukur kalau istriku tidak memperoleh kesenangan dari Wisne dengan keinginan nanti minta dilanjutkan denganku, suaminya.


Kulihat istriku memukul-mukul pundak Wisne.

“Kamu ini bagaimana sich..? Baru sebagian menit telah keluar.. Saya belum juga apa-apa.. ” kata istriku.

Wisne sembari ngos-ngosan menjawab, “Maaf Tante, Wisne belum juga pengalaman.. ”

Wisne merebahkan diri kemampuanng di ranjang, batang kejantanannya makin mengendor, lunglai basah kuyup karena kombinasi cairan spermanya serta lendir dari liang senggama istriku. Tampak istriku ambil kain untuk bersihkan kemaluannya dari semprotan serta tetesan sperma Wisne serta dilanjutkan bersihkan batang kemaluan Wisne. Kupikir selesailah adegan ranjang mereka. Game Slot Online Indonesia


Nyatanya dengan kelihaian istriku dan nafsu yang masih tetap belum juga terlampiaskan, batang kejantanan Wisne diusap-usap, dielus serta dikocok-kocok lembut oleh tangan lentik istriku. Pada akhirnya tampak mulai mengembang sekali lagi batang keperkasaan Wisne. Umumnya saya bila habis main dengan istriku, batang kejantananku tidak dapat bangun sekali lagi, mungkin saja karna tempo permainan yang sangat lama serta umumnya istriku segera terkulai lemas sama dengan saya yang setelah itu tertidur lelap.


Saat ini batang keperkasaan Wisne tegak menantang kembali serta istriku tidak menyia-nyiakan peluang ini. Dengan tempat Wisne tetaplah kemampuanng, istriku mengatur tempat jongkok, persis diatas batang keperjakaan Wisne. Automatis, dalam hal semacam ini, istriku yang bertindak. Tangan kanannya memegang batang keperkasaan Wisne serta membimbing masuk ke lubang kemaluannya. Setelah itu, istriku bergerak naik turun. Tampak pantatnya yang kuning mulus berayun selaras dengan pergerakannya.


Dalam sebagian menit, terdengar rengekkan nikmat istriku, “Ooohh.. oohh.. oohh.. oohh.. ”

Istriku melenguh nikmat serta kocokannya makin kencang serta, “Ooohh.. oohh.. oohh.. ” makin panjang lengkuhannya.

“Ooohh.. Wisne.., Saya ingin keluar Wis.. Ooohh.. ”

Batang keperkasaan Wisne menancap semuanya, amblas serta yang tampak cuma butir-butir kemaluan Wisne. Istriku terkulai lemas diatas dada Wisne. Hal tersebut dilewatkan saja oleh Wisne, jadi ke-2 tangan Wisne meremas-remas pantat istriku.


Narasi Dewasa – Sebagian menit lalu, Wisne berupaya membalikkan tempat. Istriku ditelentangkan serta Wisne bertukaran jongkok pas diatas liang senggama istriku. Lubang kemaluan istriku tampak mengkilap karna lendir yang dikeluarkannya. Dengan perlahan-lahan, Wisne mulai memompa naik turun serta pinggul istriku turut menggoyang ke arah kiri serta kanan.

“Ooohh.. oohh.. ” sangat terpaksa batang kemaluanku kukocok sendiri karna tidak tahan lihat adegan panas istriku.


Kocokan Wisne kesempatan ini lama sekali, tidak berhenti-berhenti serta terdengar istriku minta dipercepat pergerakan mengocoknya batang keperkasaan Wisne.

“Teruuss.. teruuss.. cepat kocok selalu Wis.., cepat sekali lagi Wis..! ” hingga terdengar nada kocokan batang kejantanan Wisne di liang senggama istriku, “Pleekk.. pleekk.. pleekk.. ”

Wisne mulai melenguh sekali lagi, “Ohh.. eehh.. oohh.. eehh.. ”

Istriku tidak ketinggal, juga turut mendesah, “eehh.. eehh.. eehh.. eehh.. teruuss..! terruuss..! Saya ingin keluar sekali lagi Wiiss..! Ooohh.. ”


Wisne menghimpit batang kemaluannya kuat-kuat di lubang kemaluan istriku karna ke-2 tangan istriku merangkul pantat Wisne untuk diutamakan ke arahnya. Saya fikir, Wisne juga telah keluar jadi batang kemaluanku kukocok selalu sampai spermaku muncrat juga.


“Ooohh.. creett.. crett.. ”

Sebagian menit lalu, terdengar istriku bicara pada Wisne, “Cabut dahulu kontolmu Wis..! ”

Wisne mencabut batang kemaluannya dari jepitan liang senggama istriku. Istriku berbalik tengkurap, ingin apa sekali lagi mereka. Nyatanya kejantanan Wisne masih tetap terangsang berat.

“Masukkan sekali lagi kontolmu Wis.. cepaatt..! ” pinta istriku sekali lagi.

Agak sedikit berjongkok, dimasukkan sekali lagi ke liang senggama istriku.

“Ooohh.. ” terdengar istriku menikmatinya, “Wis.. merasa tentang dinding rahimku, Wis..! ”


Wisne mulai bergerak maju mundur mengaduk-aduk kemaluan istriku lagi

“Ooohh.. enaknya memek Tante.., oohh enak sekali bila begini Tante.. makin enak Tante.. ”

Istriku menikmatinya, “Teruuss.. kocok teruuss Wis..! Saya rasakan kontolmu makin enak saja Wis..! Teruuss.. Wis.. teruss..! ”

Makin Wisne memperoleh angin fresh, jadi dikuatkan kocokkannya serta, “Plookk.. plookk.. plookk.. cleepp.. cleepp.. plookk.. oohh.. oohh.. nikmat Tante. Memek Tante makin hangeett Tante, oohh.., plokk.. plookk.. cleepp.. plookk.. cleepp.. oohh, Wisne ingin keluar Tante.. oohh.. oohh.. Creett.. creett.. cruutt.. ”

Cerita Sex Panas Istriku Disetubuhi Keponakanku

Cerita Sex Tante Jadi Sange Karna Di Petting, Aku sedikit akan mengulas cerita sex tante sendiri, aku adalah seorang wanita karir dimana kehidupanku sudah mapan, dua tahun kemarin aku memutuskan untuk resign dari pekerjaanku dan aku ingin membenahi rumah tanggaku yang selama enam tahun ini tidak berkomunikasi dengan suamiku.


Kami memiliki kesibukan sendiri sendiri, kami sudah mempunyai satu anak dan dia berkuliah di luar negeri jadi akhirnya sepi dirumah, tapi memang aku sudah ada niat untuk memulai dari awal lagi sebuah hubungan dengan suamiku, tapi dengan kagetnya aku malah suamiku memlilih untuk cerai saat aku sudah keluar dari pekerjaanku.


Dan apa yang bisa aku buat ternyata suamiku di luar sana sudah mempunyai wanita simpanan lain, aku juga tidak bisa menyalahkan karena aku juga sudah tidak antusias mengetahui berita itu, dan semuanya mungkin sudah takdirku dan aku harus jalani dengan tegar.


Aku yang usianya sudah menginjak kepala tiga dan aku tidak bermimpi unutk menikah lagi. Keseharianku lebih banyak aku buat untuk jalan jalan dengan temanku, kadang pula aku dan teman temanku traveling beberapa hari di kota lain untuk menghabiskan waktu dan menyegarkan pikiran.


Saat aku pergi kemarin aku menyuruh keponakanku untuk tinggal dirumahku, aku melihat keluarganya yang ekonominya pas pas san jadi lebih baik dia tinggal dirumahku sehingga untuk kost membutuhkan biaya juga.


Untuk membayar kuliah saja keluarganya mati matian untuk mencari uang, keponakanku bernama Herman, dia saat ini berusia 20 tahun di tinggal di rumahku di lantai dua, keponakanku Herman sunguh sopan dan tahu diri, sehingga aku juga bisa memanfaatkan dia untuk menjaga rumahku bila aku sedang pergi traveling bersama teman temanku, selain itu Herman juga membawa berkah.


Saat pagi hari aku sedang malas untuk bangun dari tempat tidurku, karena baru hari kemarin pulang dari negeri kincir angin dan kebetulan hari itu hari minggu memang aku sengaja untuk bermalas malasan untuk tidur sepuasku, pembantuku hari itu juga aku liburkan asal tidak menggangu privasi tidurku.


Aku masih lelah baju tidurku yang tipis berwarna putih menyelimuti tubuhku, aku lihat tubuhku sekilas agak gempal aku pikir seharusnya sudah mulai senam lagi, terlihat pukul menunjukan jam 9 pagi dengan mata sayup sayup aku dengar suara kaki yang melangkah menuju kamar ku, terdengar suara ketukan pintu memang sengaja aku diamkan mungkin saja itu pembantuku yang ada perlu denganku.


Selamat pagi tante , terdengar suara laki laki ohh ternyata Herman, dalam batinku mau apa dia pagi pagi ini mencariku, aku masih terpejam dan melentangkan tubuhku kedua tanganku dibawah bantal, Herman memanggil namaku Tante Tante dengan ketukan berulang kali.


Tak lama kemudian aku mendengar kunci pintu di putar dan terlihat kepala Herman yang mengintip dari balik pintu kamar, aku sedikit melirik dari sudut mataku aku tak mau diganggu, Herman semakin berjalan mendekatiku” Tante bisikan suaranya terdengar , aku diam saja dan berpura pura aku tertidur pulas.


Beberapa kemudian aku tidak mendengar apapun, tak kusangka Herman ternyata sudah disampingku kurasakan tubuhnya bergesakan dengan pahaku, aku teringat saat itu aku masih memakai gaun yang tipis sehingga celana dalamku agak terlihat ngeplat dan Bhku, aku intip dari celah mataku Herman melihat tubuhku dengan mata yang menganga sambil menelan ludah, pelan pelan tangannya Herman menuju kegaunku.


Sungguh hatiku semakin berdebar “mau ngapain ini bocah? Tapi aku terus berpura pura memejamkan mata. Suara Herman memanggilku


“Tante Tante” mungkin dia sedang memastikan bahwa kau sedang tertidur pulas, aku masih berpura pura tidur kemudian aku rasakan gaunku sedikit ada angin yang masuk menyentuh tubuhku tangan Herman membuka gaunku dan memegang bibirku, sungguh aku tambah kaget sekali tapi aku mencoba unutk tenang agar tidak ada curiga. Game Slot Online Terbaik


Kurasakan tangannya Herman mengelus ngelus tanganku aku masih memejamkan mataku, saat aku intip lagi ternyata wajah Herman sungguh dekat dengan wajahku, tapi aku yakin kalau Herman tidak mengetahui kalau aku sedang berpura pura tidur lelap, nafasku aku atur dengan tenang dan selembut mungkin, tangannya Herman mulai nakal dengan mengelus ngelus leherku, secara tidak langsung bulu kudukku berdiri.


Lebih bussyetny lagi tanganya masuk kedalam celah Bhku, awal awal dia hanya mengelus ngelus pemukaan payudaraku tapi kurasakan dadaku diremas remas, secara tidak langsung aku mulai horny sudah lama aku tidak merasakan sentuhan laki laki, aku putuskan untuk diam dan menikmati segala perbuatan Herman.


Sekarang tangan Herman sedang berusaha membuka kancing BH-ku dari depan, tak lama kemudian kurasakan tangan dingin pemuda itu meremas dan memilin puting susuku. Aku ingin merintih nikmat tapi nanti malah membuatnya takut, jadi kurasakan remasannya dalam diam.


Kurasakan tangannya gemetar ketika memencet puting susuku, kulirik pelan, kulihat Herman mendekatkan wajahnya kearah buah dadaku, lalu ia menjilat-jilat puting susuku, tubuhku ingin menggeliat merasakan kenikmatan isapannya, aku terus bertahan.


Kulirik puting susuku yang berwarna merah tua sudah berkilat oleh air liurnya, perasaanku campur aduk tidak karuan, nikmat sekali. Mulutnya terus menyedot puting susuku disertai dengan gigitan-gigitan kecil.


Tangan kanan Herman mulai menelusuri selangkanganku, lalu kurasakan jarinya meraba vaginaku yg masih tertutup CD, aku tak tahu apakah vaginaku sudah basah atau belum, yang jelas jari-jari Herman menekan-nekan lubang vaginaku dari luar CD.


Lalu kurasakan tangannya menyusup masuk ke dalam CD-ku, jantungku berdebar keras sekali, kurasakan kenikmatan menjalari tubuhku. Jari-jari Herman sedang berusaha memasuki lubang vaginaku, lalu kurasakan jarinya amblas masuk ke dalam, wah nikmat sekali.


Aku harus mengakhiri sandiwaraku, aku sudah tak tahan lagi, kubuka mataku sambil menyentakkan tubuhku.


“Herman !! Ngapain kamu?”, Aku berusaha bangun duduk, tapi kedua tangan Herman menekan pundakku dengan keras.


Tiba-tiba Herman mencium mulutku secepat kilat, aku berusaha memberontak, kukerahkan seluruh tenagaku, tapi Herman makin keras menekan pundakku, malah pemuda itu sekarang menindih tubuhku, aku kesulitan bernapas ditekan oleh tubuhnya yang besar.


Kurasakan mulutnya kembali melumat mulutku, lidahnya masuk ke dalam mulutku, aku pura-pura menolak.


“Tante.., maafkan saya. Sudah lama saya ingin merasakan ini, maafkan saya tante” Herman melepaskan ciumannya lalu memandangku dengan pandangan meminta.


“Kamu kan bisa dengan teman-teman kamu yang masih muda. Tante kan sudah tua” Ujarku lembut..


“Tapi saya sudah tergila-gila dengan tante.., saya akan memuaskan tante sepuas-puasnya”, Jawab Herman.


“Ah kamu.., ya sudahlah terserah kamu sajalah”, Aku pura-pura menghela napas panjang, padahal tubuhku sudah tak tahan ingin dijamah olehnya.


Kemudian Herman melepaskan gaun tidurku, sehingga aku cuma memakai celana dalam saja. Lalu Herman melepaskan pakaiannya, sehingga aku bisa melihat penisnya yang besar sekali, penis itu sudah menegang keras.


Herman mendekat ke arahku.


“Tante diam saja ya”, Kata Herman. Aku diam sambil berbaring telentang, kemudian Herman mulai menciumi wajahku, telingaku dijilatinya, aku mengerang-erang, kemudian leherku dijilat juga, sementara tangannya meremas buah dadaku dengan lembut.


Tak lama kemudian Herman merenggangkan kedua pahaku, lalu kepalanya menyusup ke selangkanganku. vaginaku yang masih tertutup CD dijilat dan dihisap-hisapnya, aku menggeliat-geliat menahan rasa nikmat yang luar biasa. Game Slot Online Terpercaya


Lalu Herman menarik CD-ku sampai copot, kedua kakiku diangkatnya sampai pinggulku juga terangkat, sehingga tubuhku menekuk, kulihat vaginaku yang berbulu sangat lebat itu mengarah ke wajahku, punggungku agak sakit, tapi kutahan, aku ingin tahu apa yang akan dilakukannya.


Kemudian Herman mulai menjilati vaginaku, kulihat lidahnya terjulur menyibak bulu vaginaku, lalu menyusup ke belahan bibir vaginaku, aku merintih keras, nikmat sekali, clitorisku dihisap-hisapnya, kurasakan lidahnya menjulur masuk ke dalam lubang vaginaku, mulutnya sudah bergelimang lendirku, aku terangsang sekali melihat kelahapan pemuda itu menikmati vaginaku, padahal kupikir vaginaku sudah tidak menarik lagi.


“Enak Herman ? Bau kan?”, Bisikku sambil terus melihatnya melahap lubangku.


“Enak sekali tante, saya suka sekali baunya”, Jawab Herman, aku makin terangsang. Tak lama aku merasakan puncaknya ketika Herman makin dalam memasukkan lidahnya ke dalam vaginaku.


“Herman.., aa.., enaakk” Kurasakan tubuhku ngilu semua ketika mencapai orgasme, Herman terus menyusupkan lidahnya keluar masuk vaginaku.


Kuremas-remas dan kugaruk-garuk rambut Herman.


Kemudian kulihat Herman mulai menjilat lubang pantatku, aku kegelian, tapi Herman tidak peduli, ia berusaha membuka lubang pantatku, aku mengerahkan tenaga seperti sedang buang air sehingga kulihat lidah Herman berhasil menyusup kesela lubang pantatku, aku mulai merasakan kenikmatan bercampur geli.


“Terus aduh nikmat banget, geli.., teruss.., hh..”, Aku mengerang-erang,


Herman terus menusukkan lidahnya ke dalam lubang pantatku, kadang-kadang jarinya dimasukkan ke dalam lalu dikeluarkan lagi untuk dijilat sambil memandangku.


“Enak? Jorok kan?”.


Enak tante.., nikmat kok”, Jawab Herman, tak lama kemudian aku kembali orgasme, aku tahu lendir vaginaku sudah membanjir.


Kucoba meraih penis Herman, tapi sulit sekali. Aku merasa kebelet ingin pipis, tiba-tiba tanpa dapat kutahan air kencingku memancar sedikit, aku mencoba menahannya.


“Aduh sorry.., nggak tahan mau pipis dulu” Aku ingin bangun tapi kulihat Herman langsung menjilat air kencingku yang berwarna agak kuning.


Gila! Aku berusaha menghindar, tapi ia malah menyurukkan seluruh mulutnya ke dalam vaginaku.


“aa.., jangan Herman.., jangan dijilat, itu kan pipis Tante”


Aku bangun berjalan ke kamar mandi, kulihat Herman mengikutiku..


“Tante pipis dulu, Herman jangan ikut ah.., malu”, Kataku sambil menutup pintu kamar mandi, tapi Herman menahan dan ikut masuk.


“Saya ingin lihat Tante”.


“Terserah deh”.


“Saya ingin merasakan air pipis tante”, Aku tersentak.


“Gila kamu? Masak air pipis mau..”, Belum habis ucapanku,


Herman sudah telentang di atas lantai kamar mandiku.


“Please tante..”, Hatiku berdebar, aku belum pernah merasakan bagaimana mengencingi orang, siapa yang mau? Eh sekarang ada yang memohon untuk dikencingi.


Akhirnya kuputuskan untuk mencoba.


“Terserah deh..” Jawabku, lalu aku berdiri diantara kepalanya, kemudian pelan-pelan aku jongkok di atas wajahnya, kurasakan vaginaku menyentuh hidungnya.


Ari menekan pinggulku sehingga hidungnya amblas ke dalam vaginaku, aku tak peduli, kugosok-gosok vaginaku di sana, dan sensasinya luar biasa, kemudian lidahnya mulai menjulur lalu menjilati lubang pantatku lagi, sementara aku sudah tidak tahan.


“Awas.., mau keluar” Herman memejamkan matanya.


Kuarahkan lubang vaginaku ke mulutnya, kukuakkan bibir vaginaku supaya air kencingku tidak memencar, kulihat Herman menjulurkan lidahnya menjilati bibir vaginaku, lalu memancarlah air kencingku dengan sangat deras, semuanya masuk ke dalam mulut Herman, sebagian besar keluar lagi.


Tiba-tiba Herman menusuk vaginaku dengan jarinya sehingga kencingku tertahan seketika, kenikmatan yang luar biasa kurasakan ketika kencingku tertahan, lalu vaginaku ditusuk terus keluar masuk dengan jarinya.


Kira-kira 1 menit kurasakan kencingku kembali memancar dashyat, sambil pipis sambil kugosok-gosokkan vaginaku ke seluruh wajah Herman.


Pemuda itu masih memejamkan matanya. Akhirnya kulihat kencingku habis, yang keluar cuma tetes tersisa disertai lendir bening keputihan menjuntai masuk ke dalam mulut pemuda itu, dan Herman menjilat serta menghisap habis.


Aku juga tak tahan, kucium mulut Herman dengan lahap, kurasakan lendirku sedikit asin, kuraih penis Herman, kukocok-kocok, kemudian kuselomoti penis yang besar itu.


Kusuruh Herman nungging diatas wajahku, lalu kusedot penisnya yang sudah basah sekali oleh lendir bening yang terus-menerus menetes dari lubang kencingnya.


Herman mulai memompa penisnya di dalam mulutku, keluar masuk seolah-olah mulutku adalah vagina, aku tidak peduli, kurasakan Herman sedang mencelucupi vaginaku sambil mengocok lubang pantatku.


Kuberanikan mencoba menjilat lubang pantat Herman yang sedikit berbulu dan berwarna kehitam-hitaman. Tidak ada rasanya, kuteruskan menjilat lubang pantatnya, kadang-kadang kusedot bijinya, kadang-kadang penisnya kembali masuk ke mulutku.


Tak lama kemudian kurasakan tubuh Herman menegang lalu ia menjerit keras. penisnya menyemburkan air mani panas yang banyak sekali di dalam mulutku.


Kuhisap terus, kucoba untuk menelan semua air mani yang rada asin itu, sebagian menyembur ke wajahku, ku kocok penisnya, Herman seperti meregang nyawa, tubuhnya berliuk-liuk disertai erangan-erangan keras.


Setelah beberapa lama, akhirnya penis itu agak melemas, tapi terus kuhisap.


“Tante mau coba pipis Herman nggak?” Aku ingin menolak, tapi kupikir itu tidak fair.


“Ya deh.. Tapi sedikit aja” Jawabku.


Kemudian Herman berlutut di atas wajahku, lalu kedua tangannya mengangkat kepalaku sehingga penisnya tepat mengarah kemulutku. Kujilat-jilat kepala penisnya yang masih berlendir.


Tak lama kemudian air pipis Herman menyembur masuk ke dalam mulutku, terasa panas dan asin, sedikit pahit. Kupejamkan mataku, yang kurasakan kemudian air pipis Herman terus menyembur ke seluruh wajahku, sebagian kuminum.


Herman memukul-mukulkan penisnya ke wajah dan mulutku. Setelah habis kencingnya, aku kembali menyedot penisnya sambil mengocok juga.


Kira-kira 2 menit penis Herman mulai tegang kembali, keras seperti kayu. Herman lalu mengarahkan penisnya ke vaginaku, kutuntun penis itu masuk ke dalam vaginaku.


Kemudian pemuda itu mulai memompa penis besarnya ke dalam vaginaku. Aku merasakan kenikmatan yang bukan main setiap penis itu dicabut lalu ditusuk lagi.


Kadang Herman mencabut penisnya lalu memasukkannya ke dalam mulutku, kemudian kurasakan pemuda itu berusaha menusuk masuk ke dalam lubang pantatku.


“Pelan-pelan.., sakit” Kataku, kemudian kurasakan penis itu menerobos pelan masuk ke dalam lubang pantatku, sakit sekali, tapi diantara rasa sakit itu ada rasa nikmatnya.


Kucoba menikmati, lama-lama aku yang keenakan, sudah 3 kali aku mencapai orgasme, sedangkan Herman masih terus bergantian menusuk vagina atau pantatku.


Tubuh kami sudah berkubang keringat dan air pipis, kulihat lantai kamar mandiku yang tadinya kering, sekarang basah semua.


“aakkhh.., tante, tante.., aa” Herman merengek-rengek sambil memompa terus penisnya di dalam lubang pantatku.


Dengan sigap aku bangun lalu secepat kilat kumasukkan penisnya ke dalam mulutku, kuselomoti penis itu sampai akhirnya menyemburlah cairan kenikmatan dari penis Herman disertai jeritan panjang, untung tidak ada orang dirumah.


Air maninya menyembur banyak sekali, sebagian kutelan sebagian lagi kuarahkan ke wajahku sehingga seluruh wajahku berlumuran air mani pemuda itu.


Kemudian Herman menggosok penisnya ke seluruh wajahku, lalu kami berpelukan erat sambil bergulingan di lantai kamar mandi.


Kepuasan yang kudapat hari itu benar-benar sangat berarti. Aku makin sayang dengan Herman. Ada saja sensasi dan cara baru setiap kali kami bercinta.


Jadi gimana Cerita sex tante? kalau kalian suka akan dilanjutkan ceritanya dicerita berikutnya

Cerita Sex Tante Jadi Sange Karna Di Petting

Cerita Sex Panas Pria Bayaran yang Meniduri Perawan - Diam itu mungkin yang terbaik buatku, tapi kalau aku diam-diam bisa mengurangi beban penderitaan yang sudah aku kubur di lubuk sanubari. Nama saya Ryo dan sekarang saya baru lulus dari universitas swasta di Jakarta. Bingung mencari pekerjaan yang kini menjadi semakin langka.


Acara ini didasarkan pada kisah nyata tanpa dibuat-buat atau ditambahkan. Kejadian ini berawal dari masalah keuangan di keluarga saya. Awalnya kami adalah keluarga kaya sampai ayah saya jatuh sakit. Hidup kami mulai memburuk secara bertahap. Satu per satu barang yang bisa dijual dijual, kami jual untuk membiayai perawatan ayahku dan memakan kami.


Teman-teman yang sudah terbiasa bermain sekarang meninggalkan saya sendirian, baru sekarang saya menyadari mereka hanya berteman dengan saya ketika saya bahagia dan ketika saya dalam masalah mereka meninggalkan saya. Huh, itulah sifat kebanyakan orang yang. Lebih baik aku berteman dengan seseorang yang tidak bisa. Mereka setia dalam suka dan duka.


Saya bertemu seorang gadis. Wajah manis dan imut. Dia selalu menceritakan pada saya tentang keluarganya yang sibuk dan sibuk hanya dengan bisnis di sana dan bisnis di sini. Akhirnya dia pulang. Di sela-sela kebingungan saya akan uang, ada tawaran yang menggiurkan darinya. Saya bisa mendapatkan cukup banyak uang selama saya tidur bersamanya.


Saya bingung, saya menolak, saya sangat membutuhkan uang itu, dan jika saya menerimanya, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Jujur, saya belum pernah melakukan itu sebelumnya. Huh, ini hal yang sulit untuk berkencan. Akhirnya saya dengan enggan menerima tawaran itu meskipun hati saya memberontak. Game Slot Online Indonesia


Saya bertemu dengannya di sebuah hotel di daerah Jakarta Selatan. Hotel eksklusif bagi saya yang belum pernah tidur di hotel sebesar ini. Tanpa basa-basi aku mengetuk pintu kamarnya. Keringat dingin mulai membasahi tubuhku di udara sejuk di ruangan ber-AC. Grogi, rasa takut dan rasa ingin tahu tercampur dalam pikiran saya. Saya akan segera menjadi orang yang dibayar. Hal yang belum pernah terpikir olehku dalam pikiranku sejauh ini.


Saya melihat wajah manis yang menyambut saya dengan senyum yang membuat detak jantung para lelaki semakin kencang. Saya melihat dia mengenakan jubah mandi dan aroma sabun mandi yang berasal dari aromanya. Wuihh, semakin aku gugup. Tubuh saya sekarang mulai merasa kaku untuk bergerak. Takut, takut untuk selanjutnya. Bagaimana jika saya tidak bisa memberinya kepuasan mengetahui bahwa saya belum pernah melakukannya sebelumnya.


Saya duduk di bangku sofa di kamar hotel. Memperhatikan gerakan indah tubuhnya yang bisa membuat pria berlutut di depannya. Setelah mengobrol dalam obrolan ringan akhirnya aku memasuki kamar mandi. Saya mandi untuk menghilangkan kelelahan saya dan agar grogiku yang semakin terlihat tidak terlihat olehnya.


Setelah perasaan itu tidak berkurang, saya menggunakan jubah yang ada di sana. Warna biru muda, warna favorit saya. Aku memperbaiki langkahku dari kamar mandi. Betapa terkejutnya saya ketika saya duduk di depan meja rias hanya mengenakan bra dan pakaian dalam. Putih halus dan tidak memiliki cacat selain tubuhnya yang bagus. Hebatnya, banyak orang ingin melakukannya tanpa memberi imbalan uang, tetapi mengapa memilih saya dan memancing cukup banyak uang.


Saya mendekatinya, saya memeluk bahu saya dan mencium lehernya dengan lembut. Aroma harum melati yang tercium oleh hidungku membuat detak jantungku terasa nyaman. Saya mulai mencium lehernya lebih cepat, saya hanya melakukannya dengan naluri saya tanpa pengalaman. Aku merasakan tangannya mulai membelai tanganku dengan lembut.


Aku berbalik dan mencium bibir tipis itu dengan lembut. Merah muda dan semakin manis dengan tahi lalat kecil di sudut bibir kirinya. Bibirku sekarang mulai dengan lembut mencium pipinya dan bergerak ke arah telinganya dan turun ke pundaknya.


Saya merasa tubuhnya bergetar dan tangannya membelai bahu saya. Sekarang bibirku turun ke arah dadanya. Saya melihat payudaranya sekarang mulai mengembang dan semakin mengisi bra-nya. Payudara cukup besar dengan kulit putih sehingga warna hitam bra lebih kontras. Tanpa menyadari gairah saya sekarang mulai meningkat. Semua pikiran dan kecemasan saya menghilang perlahan dan digantikan oleh instuisi dan gairah yang semakin meningkat.


Aku mengangkat tubuhnya dan menurunkan keranjang yang lembut. Penutup tempat tidur merah muda lebih menarik dengan tubuhnya di sana. Perlahan saya membuka bra dan saya melihat puting payudaranya mencuat dengan warna merah muda. Perlahan saya hisap dan gigit sedikit. Aku mendengar desahan napasnya dan erangan kecil terdengar dari mulutnya.


Tangannya mulai mengacak-acak rambutku. Dadanya terangkat dan memberi tanda bahwa aku akan lebih agresif. Ciuman saya sekarang mulai turun dan jatuh ke perut. Gerakan tubuhnya mulai tidak terkendali dan kakinya mulai berputar di sekitar tubuhku.


Saya menurunkan celana dalamnya dan saya melihat rambut yang masih jarang terlihat di sana. Sebuah gumpalan daging merah memiliki celah pangkal paha. Ada aroma aneh ketika aku menciumnya. Rasa jijik yang muncul sekarang tidak lagi digantikan oleh rasa ingin tahu seperti apa rasanya jika aku menjilatnya.


Ketika kujilati, pantatnya naik dan bergetar. Keluhan yang keluar dari mulutnya sekarang berubah erangan. Saya bertanya apakah dia kesakitan, saya menerima jawaban saya. Wajah tumpul dengan mata menatap terlihat oleh mataku. Lidah saya mulai lagi di daerah itu. Erangan sekarang terdengar lagi. Tak lama kemudian saya merasa ada sedikit cairan yang keluar dari rongga vagina. Dia mengejang sejenak dan kemudian merasa lemah. Saya baru tahu bahwa dia mengalami orgasme. Biarkan dia dengan sejuta sensasi yang dia rasakan dan biarkan dia tidur di pelukanku.


Saya mulai berpikir lagi. Saya lebih baik tidak menerima uang yang ditawarkan. Jika saya menerima bahwa saya menjual harga diri saya jika saya tidak, di mana saya dapat menemukan uang dari mana saya bisa. Di tengah lamunan saya, saya merasakan tangannya mengelus dada saya dengan lembut. Saya hanya memakai jubah mandi dan celana dalam. Pelonggarannya sekarang mulai turun sedikit demi sedikit. Buat semangat saya naik. Bibirnya sekarang dengan lembut mencium bibirku. Sensasi yang indah.


Hangat, lembut dan manis ketika bibir lembutnya memenuhi bibirku. Tangannya sekarang mulai dengan lembut membelai penisku dari luar celana dalamku. Saya tidak ingin kalah, tangan saya sekarang mulai mematahkan pembukaan vagina. Saya menemukan ada daging yang kecil dan panjang. Aku memutar perlahan, tubuhnya berkedut keras. Tangannya masuk ke celana saya dan dengan lembut mengguncang penisku. Slot Online Terpercaya


Saya membuka baju saya dan saya menurunkan celana saya. Saya melihat dia berbaring dengan tenang di tempat tidur. Setelah semua saya buka, saya memeluk tubuhnya dan memposisikan tubuh saya di atasnya. Tangannya mengarahkan penisku ke lubang vagina. Kugesek-gesekkan secara singkat dan perlahan. Pinggulnya pindah ke tempat dia memindahkan penisku.


Setelah cukup, perlahan aku menekan penisku ke vaginanya. Kepala penisku mulai masuk dan terasa hangat, lembut seperti sutra. Saya menekan lagi dan karakter saya mulai masuk lebih dalam. Saya melihat dia menggigit bibir bawahnya dan ada cemberut di dahinya. Rasanya sakit apa yang dia rasakan, pikirku. Aku menekan lebih keras sampai aku merasakan sesuatu menerobos, seperti ada kertas tipis yang robek.


Saya mendengar jeritan lembut. Mungkin dia … ketakutanku sekarang mulai menghantui lagi. Saya bertanya apakah dia kesakitan apa yang masih ingin dilanjutkan. Dia hanya mengangguk dan berbisik di telingaku agar aku bisa melanjutkan. Jaga penis saya sejenak agar vagina bisa menyesuaikan situasi. Penis saya terasa hangat dan lembut. Ada gerakan meremas halus dan sedotan di vagina.


Aku menggerakkan penisku maju mundur. Saya mendengar erangan semakin. Tarik dan seret Saya merasa ayam saya bergerak masuk dan keluar di vaginanya. Lima belas kemudian saya merasa saya akan mengalami ejakulasi. Saya bertanya apakah Anda ingin dikeluarkan di dalam atau di luar. Di dalam jawabannya. Saya mendorong gerakan saya lebih cepat. Tubuhnya tiba-tiba bergetar hebat. Vaginanya menarik penisku dan memilah-milahnya. Pertahanan saya rusak dan saya mengambil air saya di lubang vaginanya. Jaga penis saya di dalam vaginanya sampai terlepas sendiri.


Saya perhatikan ada noda darah bercampur dengan air saya. Ketakutan dan penyesalan kini terlintas dalam pikiran saya. Ternyata dia masih perawan dan saya telah menangkap keperawanannya. Saya membiarkannya tidur dengan tenang dan perlahan-lahan menyentuh pakaian saya dan menyelinap keluar dari kamar hotelnya dengan pikiran yang panik, saya kembali ke rumah dan merenungkan apa yang telah terjadi.


Saya lebih baik tidak menerima uang dan ponsel saya saya jual untuk biaya pengobatan ayah saya. Saya tahu ini adalah yang terbaik untuk kami berdua. Apakah saya salah … Jika saya salah maka apa yang saya … Baginya saya minta maaf, bukan saya tidak ingin uang Anda tetapi saya dipaksa untuk menolaknya. Saya tidak ingin menggunakan Anda. Sekali lagi maafkan saya. Suatu kali saya akan menghubungi Anda ketika saya siap.


Pembaca, saya meminta saran tentang apa yang harus saya lakukan dan bagaimana saya menghadapinya. Apakah saya salah dalam bertindak tetapi saya tidak ingin dia disakiti oleh sikap dan tindakan saya yang tidak bertanggung jawab. Silakan kirim kritik dan saran. Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih dan yang ingin bertemu dengan saya silakan hubungi saya.


Sebenarnya saya ingin merasakan kenikmatan lagi tetapi saya tidak ingin terikat, adakah seseorang yang ingin mengajari saya setiap teknik untuk bercinta dalam mengejar kebahagiaan sehingga saya bisa membuat pasangan saya bahagia. Saya ingin banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan sampai saya tua.

Cerita Sex Panas Pria Bayaran yang Meniduri Perawan

Cerita Sex Panas Hubungan Intim Dua Sejoli,  Saya berusia dua puluh satu tahun dan masih kuliah. Teman-teman saya berkata: Saya adalah orang yang menarik, meskipun saya tidak merasakan diri saya sendiri, dan orang yang mengatakan itu bukan satu atau dua, tetapi banyak dari teman-teman saya. Bahkan ibu saya juga mengatakan demikian, ibu saya pernah berkata: “Tidak heran Anda menyanyikan banyak gadis.” Ibu saya tahu bahwa saya dicintai oleh wanita karena banyak hari dia bertanya kepada saya melalui telepon.


Kisah ini terjadi dengan gadis saya, yang berusia sekitar 3 tahun. Kami berkencan dari kelas dua SMA. Di kelas yang sama di bagian yang sama. Kami hanya berkencan dalam batas alami. Kebanyakan berciuman begitu memeluk adalah maksimal. Bahkan tidak melakukan hubungan seksual secara khusus.



Karena saya sangat menghargainya. Masalahnya adalah kelihatannya seperti orang ini. Sangat bagus lagi. Jika Anda semua jenis hal, saya harus mengingatnya jika Anda membuat kesalahan lagi. Hubungan semacam ini membuat saya sangat dekat dan menjadi tidak dapat dipisahkan. Itu membuat saya keluar dengan itu dan itu sangat tahan lama.


Setelah lulus dari sekolah menengah pada tahun 2016, teman saya dan saya tiba di sebuah universitas terkenal di kota saya. Jika belum diterima, saya tidak akan bisa kuliah lagi. Orang tua saya tidak akan cukup kuat untuk membiayai saya di universitas swasta. Di negara ini, saya masih merasa kuat. Tapi anak perempuan saya tidak bisa diterima.


Tetapi diterima oleh PMDK untuk memasuki universitas tanpa tes di universitas di kota saya. Dianya, saya tidak ingin pergi ke universitas itu, tetapi dia benar-benar mengambil D3 di universitas tempat dia kuliah. Saya bertanya mengapa, dia menjawab bahwa dia tidak ingin melepaskan diri dari saya. Saya takut saya dipukul oleh seseorang yang berkata.


Akhirnya tinggal di kota yang sama, di mana kita tidak memiliki kerabat di kota ini. Kami berada di kota ini bersama-sama dari itu pada Agustus 2001. Saya, bersama dengan UMPTN, juga berlaku untuk banyak institusi yang mengatakan mereka bersedia menawarkan beasiswa di luar negeri.


Kebangkitan yang saya terima dari banyak beasiswa (sekali lagi untung saya, banyak penerimaan saya). Beberapa ingin mengirim saya ke Jepang, Amerika Serikat, Eropa (Belanda dan Inggris) dan Melbourne – Australia. Saya memutuskan untuk membawanya ke Amerika Serikat saja, di mana saya belajar sekarang.


Ketika saya mendengar berita ini, saya sedih. Dia senang karena saya mendapat beasiswa, sedih karena dia putus dengannya lagi. Sekali lagi dia bilang dia takut kehilangan saya, jadi. Karena itu, sebelum berangkat selama empat bulan, kami selalu berkumpul dan kami tetap bersama lagi. Di mana-mana kita bersama.


Jika itu hanya Minggu malam, kamu harus bersama. Nah, kejadian yang saya anggap tidak pada tempatnya terjadi pada suatu Minggu malam. Pada Sabtu malam, kami malas untuk menghilangkan ceritanya. Sang ibu, yang berusia delapan tahun pada saat itu, ingin pergi ke tempat saudara perempuannya sedang duduk. Kemudian di rumah, hanya ada dua teman dari rumah kost kami. Juga malas, kita keluar sambil mencari makanan. Slot Online Terpercaya


Sekitar jam sembilan, kami kembali. Ternyata tidak ada orang lain di rumah. Rumah kost kosong. Saya tidak tahu di mana rumah kos lainnya. Bosan untuk waktu yang lama di rumah. Saya membawanya ke kamarnya, setelah saya mengatakan saya ingin pulang dulu. Katanya, saya tidak pulang dulu, takut berkata. Aku baik-baik saja, aku akan pulang telat Yah, aku hanya menemaninya.


Kami hanya bicara setengah jam. Saya melihat dia mengantuk. Saya mengatakan kepada Anda untuk tidur. Saya berkata, tunggu, sampai seseorang pulang ke rumah. Dia setuju. Saya menunggu sambil membaca dan membaca di mejanya. Setelah beberapa menit, hubungi saya, “Gear, ini saatnya!” Bagaimanapun, nama saya Jerry dan dia damai. “Apa yang kamu lakukan?” Saya bertanya tanpa berpaling. “Ayo!” Bendungan mulai. Saya hanya berbalik, “Kenapa?” Saya bertanya. “Cium aku, sebelum aku tidur!” Aku mendekat, menerima dahinya, yang katanya penuh kasih sayang, lalu mencium bibirnya.


Aku menciumnya ketika dia sedang duduk di tepi tempat tidurnya selebar satu setengah meter. Dia mencium bibirku dengan sangat keras, tidak hanya itu, dia diseret ke tempat tidurnya. Saya berpikir, “Apa setan yang melewati kepala putri saya, bagaimana itu bisa ganas?” Sekarang posisiku membentang di atas tubuhnya.


Pekerjaan tidak berhenti di situ. Sekarang giliran tombol dan ritsleting celana saya yang saya buka, tangan memegang tas saya. Saya terkejut, karena kami tidak pernah mencapai tingkat itu. Saya segera meninggalkan bibir saya, dan bertanya, “Apa yang Anda lakukan?” “Tidak ada yang salah, O Gear!” “Hanya sekali, bisakah aku bermain denganmu? Kau pacarku!” Saya lebih terkejut, “Er, apakah Anda sadar, apa yang Anda bicarakan lagi?” “Aku menyadarinya!” Balas “Lalu …?” Saya bertanya. “Apakah tidak apa-apa, bukan?” Saya masih tidak mau, dan saya menjawab, “Saya akan melakukannya nanti! Menyerah dan akhirnya melepaskanku. Kemudian duduk di sisi lain tempat tidur sambil menghadap dinding kamarnya. Saya segera mematahkan celana saya.


Lalu saya mendekatinya. Saya melihat air mata turun. Saya langsung bingung. Terus terang, kamu orang lemah di sana. Saya tidak tahan melihat para wanita menangis. Saya memeluknya dan bertanya, “Kenapa?” Kemudian dia berbicara panjang lebar. Ini lebih atau kurang dari ini, “Jerr, kamu tahu apa, jika aku benar-benar mencintaimu … Aku tidak ingin kehilanganmu.


Saya tahu jika Anda mencari gadis yang mudah sudah. Saya tahu jika Anda mau, siapa pun ingin menjadi gadis Anda. High School, High School Kami dulu, pada saat yang sama Anda semua di dalamnya dan mendapatkan Anda. Untuk ini saya senang masalahnya adalah bahwa pesaing saya adalah yang terkaya, yang saya lihat dengan ibu kota mobil yang menahan Anda, bahkan mereka yang paling cemerlang senang dengan Anda. Saya sangat gembira tentang Anda, jadi saya berjanji bahwa liga saya hanya untuk Anda, Anda tidak mengerti! Saya takut jika saya sudah mundur ke Amerika Serikat, Anda akan melupakan saya dan keinginan saya tidak akan terwujud. Apakah Anda mengerti saya atau tidak, Gir? “Menangis semakin sulit.


Saya tidak tahan melihatnya menangis, jadi saya tidak bisa berpikir, dan akhirnya memutuskan untuk menerima permintaannya. Saya menjawab, “Baiklah jika Anda ingin melakukannya!” Dia cukup tenang, lalu di bibir bibirnya. Saya responsif. Kami hanya berciuman selama beberapa menit, lalu pakaian saya mulai melucuti senjata, dan pakaiannya dilucuti. Sekarang kita hanya memakainya, dan Salma tidak menggunakan kepang lagi, karena dia tidak tidur seperti bra. Saya pikir tidak apa-apa, ini adalah kesempatan untuk berlatih kali ini. Saya juga mulai membalas. Tanganku mulai bermain dengan payudaraku dan ciumanku mulai turun.


Setelah itu, mulut saya sedang bermain dengan puting kecil. Itu juga menyenangkan. Sepertinya saya sangat menikmati, saya menyimpulkan dari apa yang saya suka, bagaimana saya tidak bisa menjelaskannya. Tanganku sekarang menyoroti celana dalamnya, lalu memainkan vaginanya. Lalu dia juga meletakkan tangannya di Saraweli saat dia memainkan barang-barangku. Segera vagina mulai basah. Dia mulai membuat keributan tentang berita saya dengan pergi ke negara saya. “Jerr, masuk sekarang, tolong!” Saya hanya mengikuti. Saya mencoba memasukkan penisku ke dalam vaginanya. Rada-rada sangat sulit, meskipun pangkat saya tidak terlalu besar, hanya sekitar 15 cm. Mungkin karena mereka perawan sekali. Setelah mencoba, dan juga membantunya, perusahaan saya masuk. Game Slot Online Terbaik


“Daging …” dia menangis sedikit, lalu memikirkan rasa sakitnya. Saya pikir apa yang salah, menahan gerakan saya, meskipun semuanya hanya setengah jalan. Saya bertanya: “Mengapa?” “Tidak ada yang salah, teruskan saja!” Dia berkata. Saya bertanya, “Pasien?” “Ya, tentu saja!” Balas “Apakah kamu ingin mendapatkannya atau tidak?” Saya bertanya, karena saya merasa sedih melihat penampilannya. “Yah!” Aku berkata. Saya sedang bergerak. Barang-barang saya keluar, saya tarik, kembalikan, dan terus menyingkirkannya seperti dalam film porno ini. Sekitar lima menit, Si salma menjerit lagi sambil melakukan peregangan. Saya berpikir, “Apa yang ini lakukan lagi?” Saya pikir itu seperti dalam film porno seperti itu orgasme lagi saya menghentikan gerakan saya. Saya meninggalkan orgasmenya sementara barang-barang masih ada di dalam.


Penis saya terlihat seperti pijatan sebagai goresan, jadi saya tidak tahan untuk pergi keluar. Tidak hanya satu menit setelah putriku selesai orgasme, dia juga merasa seperti orgasme. Saya menarik dengan cepat, saya mengalami orgasme. Saya tidak menginginkan apa pun setelah kejadian ini. Lalu aku meletakkannya di sebelahnya.


Saya baru saja bangun, membangunkan gadis saya lagi, dan segera memainkan peran saya. “Sekali lagi, Jerr!” Dia berkata. Saya hanya tersenyum. Ladeni kembali padanya. Di babak kedua, saya tidak banyak bertindak dan semua posting saya berada di bawah. Setelah tindakan saya sangat tegang, putri saya mengembalikannya. Dia bertindak di pinggang saya. Tanganku juga terus memainkan payudaranya. Di ronde kedua ini, saya berhasil bertahan beberapa lusin menit, dan orgasme saya dua kali. Kurang dari setengah tahun, kami selesai. Kami membersihkan, mandi, mengganti linen. Sekitar jam sebelas, temannya pulang dan kembali ke rumah saya.


Sekarang anak perempuan saya tidak lagi. Saya baru saja putus dengan Salma, saya merasa bersalah, karena saya merasa bahwa saya telah mengambil sesuatu yang sangat berharga darinya. Itu adalah pengalaman pertama dan terakhir saya.

Cerita Sex Panas Hubungan Intim Dua Sejoli

Cerita Sex Panas Kupuaskan Sherly Dan Anak Bungsunya, Masih ingat sama saya ? Nama saya Daniel, 32 tahun, saya yang beberapa waktu lalu bercerita tentang hubungan saya dengan kakak beradik Mirna dan Rere. Sekarang saya sudah tidak pernah bertemu mereka lagi, karena sehubungan dengan Andre suami Mirna yang dipindah tugaskan ke Jawa Barat, beserta keluarganya tentu saja. Kepindahan Mirna, sekitar 2 bulan lalu itu, tentu saja membawa dampak yang kurang baik bagi saya.


Bagaimana Tidak ? selama hampir 5 bulan hubungan kami, saya mendapatkan pengalaman sex yang amat sangat indah dan hebat, Sekarang ? Ya,… saya terpaksa ?bertugas? lagi dengan Jenny, istri saya. Tapi, saya punya pengalaman unik lagi. Berawal dari hobby saya berenang, kira-kira 3 minggu yang lalu, saya memulai hubungan lagi dengan seorang ibu rumah tangga, kali ini beserta putrinya yang masih kelas 3 SMP. Ceritanya begini,…



Waktu itu saya berenang di kolam renang milik sebuah Country Club, dimana saya tercatat sebagai membernya. Saat itu sudah amat sore, sekitar pukul 5. Saya baru saja naik ke pinggir kolam renang untuk handukkan. Saya melihat ada seorang gadis mungil bersama anak perempuan kecil, gadis itu kira-kira berusia antara 15-16 tahun. Karena gadis itu berdiri tidak jauh dari saya, saya liatin aja dia. Untuk usia segitu, badannya bolah dibilang bagus, wajah manis, kulit putih bersih, rambut panjang, swimsuit yang benar-benar sexy dan sekilas saya lihat bibir dan dadanya yang menantang sekali. Setelah saya perhatikan baik-baik, tiba-tiba ?adik kecil? saya bangun, bagaimana tidak,… ternyata dia tidak mengenakan celana dalam. Hal ini nyata sekali dari belahan vaginanya yang tercetak di baju renangnya itu.


Eh,…ngak disangka-sangka, si anak kecil (yang ternyata adiknya), menghampiri saya, lalu dia bilang ?Om, mau main bola sama Grisa gak ?? ?Eh,… mmh,… boleh,… kamu sama kakakmu ya ?? tanya saya gugup. Iya,… itu kakak !? katanya sambil menunjuk kakaknya. Lalu saya hampiri dia dan kami berkenalan. Ternyata, gadis manis itu bernama Revi, dan juga, dia baru kelas 3 SMP. ?Mmh, Revi cuma berdua sama Grisa ?? tanya saya mencoba untuk menghangatkan suasana. Nggak Om, kami sama mami. Mami lagi senam BL di Gym diatas!? kata Revi sambil menunjuk atas gedung Country Club. ?Ooo,… sama maminya, toh? kata saya,?Papi kamu ndak ikut Rev ??


Nggak, Papi kan kalo pulang malem banget, yaa,… jam-jam 2-an gitu deh. Berangkatnya pagiii bener? katanya lucu. Saya tersenyum sambil memutar otak untuk dapat berkenalan sama maminya, ?Mmh, mami kamu bawa mobil Rev ? kalo ndak bawa, nanti pulang sama Om saja, mau ndak ? Sekalian Om kenalan sama mami kamu, boleh kan ??Boleh-boleh aja sih Om. Tapi, rencananya, habis dari sini, mau ke Mall sebentar. Grisa katanya mau makan McD.?,.. ya udah ndak apa-apa. Om boleh ikut kan ? Nanti pulangnya Om anterin? Tapi yang menjawab si kecil Grisa, ?Boleh,… Om boleh ikut,….” Slot Despot BCA


Sekitar setegah jam kami mengobrol, mami mereka datang. Dan ternyata, orangnya cantik banget. Tinggi dan postur tubuhnya benar-benar mengingatkan saya pada Mirna, mirip abis. Buah dada yang besar dan ranum, leher dan kulit yang putih,… pokoknya mirip. Singkat cerita, kami pun berkenalan. Revi dan Grisa berebut bercerita tentang awal kami semua berkenalan, dan mami mereka mendengarkan sambil tersenyum-senyum, sesekali melirik ke saya. Nama mami mereka Sherly, umurnya sudah 31 tahun, tapi bodinya,… 20 tahun. Ngobrol punya ngobrol, ternyata Sherly dan suaminya sedang pisah ranjang. Saya dalam hati berkata, wah,… kesempatan nih. Makanya setelah makan dari Mall, saya memberanikan diri untuk mengantarkan mereka ke rumah, dan ternyata Sherly tidak berkeberatan. Setelah sampai di rumahnya di bilangan Cilandak, saya dipersilahkan masuk, langsung ke ruang keluarganya.


Waktu itu sudah hampir jam 8 malam. Grisa yang sepertinya capek sekali, langsung tidur. Tapi saya, Sherly dan Revi ngobrol-ngobrol di sofa depan TV.?Mel, suamimu sebenarnya kerja dimana??, tanya saya. Anu mas,… dia kontaraktor di sebuah perusahaan penambangan gitu. jawab Sherly ogah-ogahan. Iya Om, jangan nanya-nanya Papi. Mami suka sebel kalo ditanya tentang dia,? timpal Revi, yang memang kelihatan banget kalo dia deket sama maminya.


Mendengar Revi bicara seperti itu, Sherly agak kaget, ?Revi, nggak boleh bicara gitu soal Papi, tapi bener mas, aku ngak suka kalo ditanya soal suamiku itu”. Iya deh, aku nggak nanya-nanya lagi,…? kata saya sambil tersenyum . Eh Iya,… Mas Daniel mau minum apa ? tanya Sherly sembari bangkit dari sofa, Kopi mau? iya deh boleh, jawab saya.Tak lama kemudian Sherly datang sambil membawa 2 cangkir kopi. Ini kopinya,  katanya sambil tersenyum. Revi yang sedang nonton Tv,  dengan mimik berharap tiba-tiba berkata, Om, malem ini nginep di sini mau ya ? bolehkan mam ?? Sherly yang ditanya, menjawab dengan gugup, Eh,… mmh,… boleh-boleh aja,… tapi emangnya Om Daniel mau ? Merasa dapat durian runtuh, saya menjawab sekenanya, Yah,… mau sih..


Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan jam ½ 12 malam ketika Sherly berdiri dari sofa dan berkata,  Mas Daniel,aku mau ganti baju tidur dulu ya.. iya, jawab saya, kamu ndak tidur Rev, kan besok sekolah ? Mmh, belom ngantuk, jawabnya lucu. Tak lama kemudian, Sherly datang lagi ke ruang TV dengan mengenakan busana tidurnya yang tipis sekali. Di dalamnya dia hanya memakai celana dalam jenis G-string dan Bra tanpa tali. Revi yang sedang tidur-tiduran di karpet terbelalak kaget melihat maminya memakai baju se-sexy itu.? Ya ampun,… mami,… bajunya itu lho, gak sopan banget.? Gak papa Rev, mami udah lama nggak pake baju ini. Sekalian nyobain lagi, kata Sherly sambil tersenyum ke arah saya, Om Daniel aja nggak keberatan, masa kamu keberatan sih


Saya yang masih terkagum-kagum dengan kemulusan body Sherly, tidak bisa bicara apa-apa lagi. Rev, kamu tidur sana, sudah malam. Besok terlambat sekolah,… mami masih mau ngobrol sama Om Daniel sana tidur.. kata Sherly. Saya yang memang sudah pingin sekali mencoba tubuh Sherly, juga ikut-ikutan ngomong, Iya, Rev besok telat masuk sekolahnya,… kamu tidur duluan sana. Revi sepertinya kesal sekali di suruh tidur, Aaahh,… mami nih. Orang masih mau ngobrol sama Om Daniel kok,  tapi dia masuk juga ke kamarnya.


Setelah ditinggal Revi, saya mulai melakukan agresi militer. Sher, kok kamu pake baju kaya gitu sih  kamu tidak malu apa sama aku, kita kan baru kenal. Belum ada 1 hari,… kamu ndak takut apa kalo? aku apa-apain.. Mas, aku memang sudah lama nggak pake baju ini. Kalaupun toh pake, suamiku sudah nggak peduli lagi kok sama aku. Dia lebih memilih sekretarisnya itu, kata Sherly dengan mimik muka sedih. Berarti suami mu itu tolol. Dia nggak liat apa, kalo istrinya ini punya badan yang bagus, kulitnya putih, bibirnya tipis,… wah, kalo aku jadi suamimu, kamu ndak boleh keluar kamar.. kata saya bercanda.


Dan lagi kamu punya itu mengkel banget,…Si Sherly menatap saya dengan wajah lugu, Itu apa mas ..Mmh, boleh aku jujur tidak ? Boleh,… ngomong aja.. Anu,… payudaramu itu lho,… mengkel banget, dan lagi aku yakin kalo anu mu pasti seukuran satu sendok makan.. kata saya sambil melakukan penetrasi dengan mengelus pahanya..  Ooo,… ini,? kata Sherly sambil memegang buah dadanya sendiri, Mas Daniel mau terus apaku yang seukuran…Belum selesai Sherly berbicara, langsung saja aku potong dengan memegang dan mengelus kemaluannya, Ini,.. mu,… buka dong bajumu  kata saya asal.


Sherly yang sepertinya sudah setengah jalan, langsung melepas kain tipis yang menutupi tubuhnya. Sambil mengulum bibirnya yang tipis dan hangat, saya langsung membuka bra-nya. Sherly dengan gerakan spontan yang halus sekali, membiarkan celana dalamnya saya lucuti.?Mas, aku sudah telanjang. Sekarang gantian ya,… kata Sherly tanpa memberi saya kesempatan bicara, Sherly langsung melepas baju dan celana serta celana dalam saya, akibatnya dia shock setengah mati melihat batangan saya yang sudah terkenal itu. Hebatnya lagi, dia tanpa minta ijin, langsung jongkok di bawah saya dan mengulum si adik dengan beringas. Sekitar 5 menit kemudian, dia berdiri dan menyuruh saya untuk menjilati bibir vertikalnya. Sherly kelojotan setengah mati, ketika lidah saya menyapu dengan kasar klitorisnya.


Sherly saya suruh terlentang di karpet dan membuka kakinya, Vaginanya yang sudah basah itu, saya hajar dengan gerakan tajam dan teratur. Sambil terus menyerang, saya meremas buah dadanya yang besar, dan menghisap lidahnya dalam-dalam ke mulut saya. Sekitar 10 menit kami melakukan gaya itu, kemudian dia berdiri dan membelakangi saya dengan posisi menungging dan berpegangan di meja komputer didepannya, dia membuat jalan masuk dengan menggunakan kedua jarinya. Langsung saya pegang pantatnya dan saya tusuk dia perlahan-lahan sebelum gerakan makin cepat karena licinnya liang surga itu. Tak lama kemudian, Sherly bergetar hebat sekali,… dia orgasme, tapi cairan sperma saya belum juga mau keluar. Saya percepat gerakan saya, dan tidak memperdulikan erangan dan desahan Sherly, dalam hati saya berkata, dia enak sudah klimaks, aku kan belum. Tak lama kemudian saya sudah ndak tahan. Saya tanya sherly, aku mau keluar,… dimana nih .. Di tengah cucuran keringat yang amat banyak, Sherly mendesah sambil berpaling ke arah saya, ?Di dalam aja mas biar lengkap.. Benar saja, akhirnya cairan saya, saya semprotkan semua di dalam liang vaginanya. Banyak sekali, kental dan lengket. Slot Deposit CIMB


Setelah itu, kami duduk di sofa sambil dia saya suruh menjilati Mr. Penny saya. Hisapan Sherly tetap tidak berubah, tetap penuh gairah, walaupun bibirnya terkadang lengket di kepala Mr. Penny saya. Sekitar 5 menit, Sherly menikmati si mr penny sebelum dia akhirnya melepaskan hisapannya dan bangun. Mas, aku ke kamar mandi dulu ya katanya, Aku mau nyuci ini? dulu, sambil dia mengelus vaginanya sendiri. Ya,… jangan lama-lama,…  kata saya. Karena sendirian, saya kocok saja sendiri batangan saya. Tiba-tiba si Revi keluar kamar,… dia berdiri di depan pintu kamarnya sambil memperhatikan saya. Saya kaget sekali.?Loh, Rev… kamu belum tidur ? tanya saya setengah panik…Belum. Jawabnya singkat. Lalu dia berjalan ke arah saya, sementara saya berusaha menutupi Mr. Penny saya dengan bantal sofa. Om, tadi ngapain sama mami ?? tanyanya lagi.? Eh,… anu,… Om sama mami lagi… ? belum selesai saya menjelaskan, Sherly masuk ke ruang TV.


Dia kaget sekali melihat Revi ada di situ. Sambil tangan kanannya menutupi vaginanya dan tangan kirinya menyilang menutupi buah dadanya yang ranum (tidak semua tertutupi sih…), Sherly berkata, Rev kamu ngapain, kok belum tidur ? Revi berpaling menghadap Maminya, Aku nggak bisa tidur, Mami tadi berisik banget. Ngapain sih sama Om Daniel ?Akhirnya saya menjelaskan, setelah sebelumnya menyuruh Sherly duduk di samping saya, dan Revi saya suruh duduk di karpet, menghadap kami.?Revi, kamu kan tahu, Papi sama Mamimu sudah pisah ranjang selama hampir 4 bulan. Sebenarnya Om sama Mami sedang melakukan kegiatan yang sering dilakukan sama Mami dan Papimu setiap malam. Om dan istri Om juga sering melakukan ini,  kata saya sambil melirik Sherly yang terlihat sudah agak santai. Tapi karena sekarang ndak ada Papi, Mami minta tolong Om Daniel untuk melakukan hal itu. Revi terlihat sedikit bingung, Hal itu hal apa Om ? Di sini, Sherly mencoba menjelaskan, Rev, Mami jangan disalahin ya,…Revi sayang Mami kan ? Revi tersenyum, Iya lah, mi. Revi saayyaaaang banget sama Mami. Tapi Revi mau tahu, Mami sama Om Daniel ngapain ? Saya tersenyum sendiri mendengar rasa ingin tahu Revi yang cukup besar, Om Daniel sama Mami lagi making love.


Kamu tahu artinya kan? Mmh,… iya dikit-dikit. Jelasin semua dong Om,… Revi mau lihat.. jawab Revi.Wah,… kaget sekali mendengar Revi bicara begitu. Lalu saya melirik Sherly, dan Sherly mengangguk mengerti. Revi beneran mau lihat Mami sama Om Daniel making love ? tanya Sherly. Revi menjawab dengan polos, Iya mau. Dan kalau Om Daniel mau ngajarin, Revi juga mau diajarin,… biar bisa. Saya beneran seperti ketiban durian runtuh, Mmhh, tanya Mami ya ? soalnya Om tidak bisa ngajarin, kalo Mamimu tidak ngijinin,… Om sih mau aja ngajarin.


Revi merajuk, merayu Maminya, Mi, boleh ya ?? Sherly ragu-ragu menjawab, ?Kamu lihat aja dulu deh ya ? Sambil tersenyum Revi menjawab,  Iya deh,…, senang sekali ia. Setelah itu, Revi saya suruh mundur beberapa langkah, dia masih duduk dan memperhatikan dengan serius, ketika saya memamerkan batangan besar saya. Dan Revi hanya bisa melongo ketika saya mengulum bibir Maminya sambil mengelus-elus vagina yang tanpa bulu itu. Tak lama kemudian, Sherly saya suruh untuk melakukan pekerjaan menghisap lagi. Sambil Sherly disibukkan dengan pekerjaannya itu, saya menyuruh Revi untuk duduk mendekat disamping saya. Lihat Rev, Mami seneng banget kan ? kata saya. Sementara Sherly melirik kami sambil terus menjilati ?Mr. Penny? saya. Revi sudah pernah ciuman belom ? tanya saya.. Belum Om.. Mau Om ajarin ndak ? tanya saya lagi sambil melingkarkan tangan saya di lehernya. Mau .. jawabnya singkat. Ya sudah,… Revi ikutin Om aja ya,… apa yang Om Daniel lakukan, diikutin ya .. Belum sempat Revi menjawab, saya langsung saja mengulum bibirnya, tegang sekali si Revi. Ketika saya menarik lidah saya dengan lembut di dalam mulutnya, Revi terasa berusaha mengikuti, walaupun dengan gerakan yang tidak beraturan.


Sherly terus menghisap batangan saya, ketika saya melucuti tubuh anaknya yang putih bersih dan mulus itu. Buah dada Revi memang belum begitu besar, tapi untuk ukuran anak kelas 3 SMP, sudah cukup ranum. Puting susunya masih berwarna merah muda dan ketika saya memilin-milinnya,  si Revi bergelinjang kegelian. Tak lama kemudian, Sherly berlutut di depan saya dan membantu Revi melepas celana dalamnya yang berwarna hijau muda. Revi menurut aja ya sama Om Daniel kata Sherly. Sementara saya meremas-remas toketnya, Sherly menyuruh Revi untuk menggenggam batang Mr. Penny saya.. Rev, sekarang kamu jongkok disini ya kata Sherly, Kamu hisap Mr. Penny nya Om Daniel, seperti Mami tadi. Jangan dihisap terus, nanti kamu kehabisan nafas,  Sherly tersenyum sayang kepada Revi, Kadang di lepas, terus di jilat-jilat. Pokoknya kayak Mami tadi. Bisa kan? Revi menjawab singkat, Bisa, mam Saya mengarahkan si adik ke mulut Revi, sambil mengelus rambutnya yang hitam legam. Pelan-pelan Rev, jangan ditelan semuanya ya..  Revi tersenyum.Sherly memperhatikan cara Revi menghisap, kadang dia memberikan instruksi.


Tak lama setelah itu, saya menyuruh Revi berdiri. Saya tersenyum memandang vaginanya yang masih rapat, tampak bulu-bulu halus menghiasi lubang sempit yang berwarna putih kemerahan itu. Terus terang saya tidak tega untuk menembusnya. Ya sudah, saya ciumi dan jilati saja Veggy muda itu. Revi benar-benar kegelian. Akhirnya, Sherly menyuruh Revi istirahat. Pekerjaannya dilanjutkan oleh Sherly. Tanpa berbasa-basi, Sherly langsung menduduki Mr. Penny saya, dan mulai melakukan gerak maju mundur, nikmat sekali. Sambil Sherly terus mengerjai Mr. Penny saya, saya meremas-remas toketnya. Setelah itu, kami pindah tempat. Saya berbaring di karpet, dengan Sherly masih menduduki si adik, kali ini dia membelakangi saya. Revi yang hanya diam melihat aksi kami, saya suruh mendekat ke arah saya. Saya menyuruh dia untuk jongkok, dengan posisi Veggy nya di mulut saya. Sambil saya remas pantatnya, saya tembus liang sempit itu dengan lidah, terkadang, saya sapu dengan jari, sampai akhirnya, setengah jari tengah saya, masuk ke Veggy nya dan direspon dengan gerakan yang sangat liar. Revi mulai mendesah tidak karuan, sementara pada saat bersamaan, Maminya mendesah keenakkan.


Saya mulai serius menanggapi Sherly. Revi saya suruh menyingkir. Setelah itu, saya membalik tubuh Sherly, sekarang dia yang dibawah. Saya lebarkan kakinya dan saya tusuk dengan tajam dan tanpa ampun. Kali ini, Sherly bertahan cukup lama, dia sudah mulai terbiasa dengan tusukan-tusukan saya. Akhirnya Sherly tidak tahan juga, begitu juga saya. Dia orgasme, berbarengan dengan saya yang kembali memuntahkan sperma ke dalam liang kemaluannya. Setelah melepas si vladimir , Revi saya suruh menjilatinya.?Mmmhhh,….. Om… kok asin sih rasanya,  protes Revi.Sherly sambil terengah-engah menjawab, Memang gitu rasa sperma. Tapi enak kan ? Mami bagi dong , Saya senyum-senyum saja melihat anak beranak itu berebut menjilati Mr. Penny saya. Pada saat itu, saya teringat Vina (anak Mirna) yang selalu senang dan tertawa ketika melihat ibu dan tantenya berebutan Mr. Penny dan menjilati sisa sperma di ujungnya. Begitu juga Sherly dan anaknya, Revi, yang seperti mengagungkan batangan saya. Saya memegang kepala ibu dan anak itu, dan dengan maksud bercanda, kadang saya buat gerakan yang memaksa mereka harus berciuman dan menempelkan lidah masing-masing. Mereka tertawa dan tersenyum ceria, tanpa beban.


Sekali dua kali, kami masih sering bersenggama bertiga. Tapi sekali tempo, saya hanya berdua saja dengan Revi, yang benar-benar telah merelakan keperawanannya saya ambil. Tapi kalau dengan Sherly,… wow, jangan ditanya berapa kali, kami sering janjian di sebuah restoran di PIM, dan Grisa, anak bungsu Sherly, selalu diajak. Pernah suatu saat, ketika saya dan Sherly sedang perang alat kelamin di kamar mandi rumahnya (tanpa menutup pintu), Grisa tiba-tiba masuk dan menonton dengan bingung adegan saya dan Maminya yang sedang nungging di bathtub. Dia bertanya kepada Maminya (walaupun tidak dijawab, karena sedang sibuk,  Mami diapain Om Daniel, kok teriak-teriak ? katanya. Dan dia pun ikut menyaksikan kakaknya, yang saya senggamai di ruang TV, di samping Maminya yang telanjang bulat, dengan sperma di buah dadanya yang besar itu (bila saya buang di luar, dia tidak mau membersihkan sendiri, selalu menyuruh Revi untuk menjilatinya). Kami masih sering melakukan itu sampai sekarang. Untuk yang satu ini, saya tidak mau berbagi rezeki dengan teman kantor saya, tidak seperti sewaktu dengan Mirna dan Rere.

Cerita Sex Panas Kupuaskan Sherly Dan Anak Bungsunya

Cerita Sex Panas Mantan Terindahku, Pagi itu aku tidak ada sekolah sehingga hari ini aku punya acara bebas dari pagi sampai malam. Jam 7 pagi aku udah mulai mandi pagi, sambil mikirin rencana hari ini. Sehabis ganti baju dan sarapan, aku ninggalin tempat kos-ku dan bawa motorku ke rumah pacarku, Vivian.


Sekitar jam 8 pagi aku udah nyampe di rumahnya, kebetulan hari ini dia juga lagi libur. Kutunggu agak lama setelah memencet bel rumahnya, Vivian membukakan pintu depan rumahnya, “lho kok sepi, pada kemana ? tanyaku sambil masuk ke rumahnya, “oh Mama lagi ke Pasar Baru, si adik sudah berangkat pagi ke sekolah, ada PR” katanya.


“Duduk dulu ya, aku mau pake baju dulu nih, soalnya habis mandi buru-buru ada bel bunyi dan aku yakin pasti kamu yang datang, jadinya cuman sempet pake handuk sama kaos aja”.


“Pasti belum pake baju dalam ya ? tebakku sambil senyum. “Ih dasar cowok, pikirannya yang ngeres-ngeres aja, ” tapi suka kan …hi hi hi.


Sambil berjalan ke kamarnya, aku lihat pinggul dan pantat pacarku ini benar-benar aduhai, betisnya putih apalagi pahanya pasti lebih ok dan yang paling memabukkan adalah buah dadanya yang ranum dan montok, kaos ketatnya membungkus payudara indah tanpa bh itu dengan sempurna, memperlhatkan lekukan dada wanita yang sempurna.


Kebayang waktu kenalan dulu, wih tangannya putih sekali dan mulusnya ampun, banyak cowok yang suka sama dia, tapi namanya cinta nggak bisa diboongin.


“Sorry ya agak lama, nih teh kesukaanmu mas “, aku agak kaget juga.

“Eh, makasih ya?!” kataku sambil kaget dan agak konak lihat pakaiannya, Vivian cuma make celana pendek tipis batik jogja dan kaos tipis ketat coklat muda tanpa lengan dengan belahan kaos rendah yang memperlihatkan belahan dadanya yang putih dan montok.


“Aku minum ya, wah masih panas sekali’ kataku sambil megangin mulutku yang kepanasan, Vivian ketawa ” makanya kira-kira ya kalau mau minum tiup dulu donk, mas”. “Wah lihat nih, lidahku sampai merah gini, mesti diobatin nih kalau nggak bisa dioperasi”, kataku.


“Aduh kacian, sini ibu guru lihat dulu” kata Vivian sambil duduk disampingku dan memegang mulutku, aku diam dan memperlihatan lidahku yang kepanasan, sementara kuhirup wangi tubuhnya yang habis mandi, hmm.


Kudekatkan dudukku pada tubuh Vivian, sambil tangannya melihat-lihat lidahku, tanganku memeluk pinggulnya dari samping sambil kulirik belahan dadanya yang putih, montok menantang dan menggairahkan itu. Situs Slot Online Terbaik


Sambil kupeluk tubuhnya, kurasakan kehangatan tubuh dan payudaranya yang montok membuat kont*lku bangkit dan mulai membesar dengan cepat, hingga menyesakkan celana yang kupakai, “idih, kok sampai merah gini” kata Vivian, tiba-tiba mulutku dilumat olehnya dan tanpa menunggu lagi sambil tetap kupeluk tubuhnya akaupun gantian memgulum, melumat dan mencium bibir seksinya dengan penuh gairah, satu hal yang kusuka dari pacarku, meskipun dia orangnya pendiam kalau urusan lumat melumat dia jadi sangat ahli sekali, dan lumatan bibir seksinya sungguh sangat menggairahkan.


Tiba-tiba Vivian mengangkat pantatnya dan duduk diatas pangkuanku, bongkahan pantatnya terasa sangat hangat kenyal dan menekan kont*lku yang sudah mengeras, “Ih adikku sudah berdiri, katanya sambil menggoyangkan pantatnya diatas kont*lku”.


Kulihat matanya sudah mulai merem melek dan sedikit berair, pandangannya mulai agak sayu, kemudian aku mulai beralih menciumi leher putihnya dan sedikit jilatan dibelakang telinga, kelihatannya salah satu titik rangsangnya ini sangat menggairahkan nafsu seks-nya, lebih kebawah lagi, kuraba dari luar bongkahan payudaranya sudah sangat mengeras dan lebih membesar dari biasanya, pelan kuangkat kaosnya dan sepasang penutup BH-nya, payudara yang putih dan montok itupun menyembul dari dalam BH hitam yang dipakainya, sangat kontras sekali dengan dadanya yang sangat putih dan montok itu.


Kuciumi dengan rakus payudara montok itu dan kujilati dengan lidahku, sampai akhirnya ke titik pusat dadanya, putting susunya yang sudah tegak seperti penghapus pensil di ujung, kujilati putting susunya dan ternyata titik inipun sangat mempengaruhi gairahnya, terlihat kedua tangannya dilepas dari pelukannya dan tangannya memegang dan menarik rambut panjangnya kebelakang sambil mulutnya mendesis seperti orang kepedasan.


Tiba-tiba tubuhnya menggelinjang kuat sekali dan memeluk tubuhku erat sekali sambil digoyang-goyangkan pantatnya diatas kont*l tegakku dan akupun terasa dikeliilingi daging nikmat, dari sepasang dadanya yang montok dan ranum serta dibawah bongkahan pantatnya yang nggak kalah montok dan padat.


Sejenak dia terdiam sambil tetap memelukku dan dia menggelendot manja diatas pangkuanku,

“Mas, kita kemarku yuk, takut di ruang tamu ada yang masuk, lagian disana kan lebih leluasa,

tapi aku minta digendong ya ..? pintanya manja.


Sambil tangannya memelukku, akupun menggendong tubuhnya yang ramping dan montok itu ke kamarnya yang lumayan jauh dari ruang tamu. Setelah menaruh Vivian diatas kasur, kuhampiri tape disamping tempat tidurnya dan kusetel lagu Can’t Help Falling In Love – Elvis Presley  yang sampai saat ini menjadi lagu kenangan kami berdua.


Dalam ketegangan kont*lku dan nafsu yang sudah naik, kuhampiri Vivian, Kucium lembut bibirnya dan seluruh wajahnya mulai dari keningnya, jidat, matanya yang terpejam, hidung dan akhirnya kukecup dan akhirnya kulumat bibir seksinya, tanganku tak tinggal diam mulai dari kaos dan BHnya kubuka perlahan dan celana dalam hitam kecilnya yang menutupi lembah dan jembut halusnya, sambil terpejam Tangan Vivian meraih kancing dan resluting celanaku dan didapatinya kont*lku yang sudah tegak berdiri, kubantu melepas baju yang kukenakan sehingga kita berdua telanjang bulat dan hanya celana dalam Vivian yang masih dipakainya.


Tiba-tiba tubuhku didorongnya, “berdiri dulu sayang, katanya, akupun turun dari tempat tidur dan Vivian pun duduk ditepi tempat tidur dan sambil membelai kont*lku yang sudah sangat tegang.


“Aku belum pernah lihat titit lelaki dewasa, tetapi punyamu besar sekali mas, sampai-sampai tanganku rasanya mantap sekali memegangnya, boleh aku belai sayang?”.

“Tentu, belai ciumi dan manjakan kont*lku besar ini sayang.”, kataku.


Kont*lku sebenarnya nggak terlalu besar ya kira-kira pernah kuukur pakai penggaris panjangnya 15 cm dan diameternya sebesar pepsodent ukuran jumbo, yah perfectable size-lah menurut ukuran pacarku.


Sejak pertama kali mengenal oral sex hingga hari ini, Vivian menunjukkan antusias yang sangat tinggi dengan kont*lku, matanya sempat terbelalak saat pertama melihat dan memegang kont*lku yang sudah ereksi. Apalagi saat pertama kali melakukan “karaoke”, istilahku jika ingin di-oral-sex sama pacarku, cara memperlakukan kont*lku benar-benar istimewa, saat kutanya emangnya sudah pernah karaoke ya, pacarku marah besar, bagaimana mungkin jawabnya, ciuman bibir aja baru dengan kamu , dan akupun teringat first kiss buatku dan buat dia benar benar berkesan, habis sama-sama baru sekali itu sih. Game Slot Online


Sambil duduk dipingggir kasur kubuka pahaku sehingga kont*lku yang sudah ereksi terlihat menantang seperti tugu monas, Vivian jongkok dibawah sambil membelai perlahan kont*lku, jari jemarinya menari-nari sepanjang kont*lku mengikuti urat-uratnya yang menonjol sambil sesekali meremas dengan gemas, kulihat payudara Vivian sangat menantang dan sesekali kuremas juga susunya.


Dari pangkal kont*lku, dekat anus, tiba-tiba Vivian menjulurkan lidahnya dan menjilat-jilat batang kont*lku, jilatan itu kemudian semakin keatas mengikuti batang kont*lku, hingga akhirnya kepala kont*lku dijilat dan disedot perlahan-lahan. Kurasakan aliran darah mengalir keras disepanjang urat kont*lku, dan ketegangannya mungkin sudah mencapai 100%, kepalanya membesar seperti topi joshua, warnanya kemerah-merahan dan berdenyut-denyut nikmat sekali.


Sampai akhirnya batang kont*lku mulai dilumat dan dimasukkan ke dalam mulutnya, perlahan-lahan hingga kurasakan menyentuh ujung tenggorokannya, sementara masih tersisa sekitar 5 cm. “Masukkan semuanya dong, pintaku, “Gimana mau masuk lagi, kont*lmu terlalu panjang buat mulutku, katanya sambil melepaskan kulumannya.


Akhirnya keluar masuk kont*lku dimulutnya, wah rasanya nikmat sekali, mungkin seperti ini rasanya bersenggama, pikirku, kami memang selama ini belum pernah melakukan persetubuhan hingga memasukkan kont*lku ke dalam vaginanya, yah hanya sekedar berbugil sambil menjilat dan mengulum alat kelamin dan orgasme tanpa melakukan senggama.


Suasana pagi yang sejuk, karena jendela kamar yang terbuka ditambah alunan lagu love song membuat kami sama-sama terbuai dan lupa dengan segala sesuatunya. Sambil kujamah payudaranya, Vivian kutarik dan kurebahkan di atas tempat tidur, wajahnya benar-benar merangsang, matanya berbinar, bibirnya memerah dan payudara sangat kencang dan memadat dengan puting susu yang mengeras. Seperti diawal aku mulai menciumi wajah dan bibirnya kemudian aku turun kebawah, kuciumi dan kujilati mulai dari jari-jemarinya yang putih mulus hingga ke betis indahnya, sambil kubelai dan kusentuh paha mulusnya, tanpa terasa aku menyentuh CD hitamnya dan perlahan kuturunkan dan kulepaskan, Vivian diam dan hanya mendesah-desah menahan kenikmatan itu.


Sampai di pahanya kubelai dan kuciumi paha mulusnya seinchi demi seinchi kelihatan sekali dia begitu terangsang, sebelum sampai ke pangkal pahanya, aku naik dan mulai menjilati dadanya. Payudara yang putih dan mulus itu kuremas sambil mulai kujilati melingkar hingga sampai ke putingnya kujilati dan kusedot penuh nafsu, Kulihat pinggul dan pantat Vivian bergerak dan menggelinjang tak karuan menahan kenikmatan jilatan, sedotan dan remasanku.


Kujilati kebawah lagi dan sampai ke perut Vivian yang sangat mulus dan akhirnya hingga ke bukit indah yang ditumbuhi rumput hitam yang halus dan sangat kontras dengan kemulusan tubuhnya. Kusibakkan bulu-bulu halus yang menutupi vagina pacarku, terlihat bibir vaginanya masih tertutup rapat,namun terlihat disitu ada cairan disekelilingnya, ternyata dia sudah mulai basah.


Kubuka sedikit dan terlihat klitorisnya berwarna pink, kecil, menonjol dan kelihatan membasah, kuraba perlahan, Vivian melenguh keras dan menggoyangkan dan mengangkat pantatnya, Kuraba perlahan dengan jari telunjukku dan akhirnya mulai kujilati dengan ujung lidahku, kembali terdengar erangan dan lenguhannya merasakan nikmat yang luar biasa.


“Mas, tolong aku sayang, masukkan kont*lmu besarmu ke vaginaku, aku sudah tak tahan lagi menahan kenikmatan ini, pintanya sambil setengah memelas. ” jangan sayang, kita belum boleh melakukan ini, toh nanti kita juga akan menikah, kataku masih sadar, meskipun aku jiga sudah tidak kuat lagi menahan nafsuku.


“Biarlah mas, aku rela mmberikan perawanku untukmu sayang, aku sangat mencintaimu dan aku takut kehilangan dirimu, kata Vivian, sambil mulai menarik kont*lku ke arah vaginanya yang membasah.


Kont*lku yang sudah agak menurun, mulai bangkit lagi begitu menyentuh bibir vagina Vivian, sangat tegang dan begitu membesar. Dengan masih deg degan akhirnya sedikit demi sedikit kumasukkan batang kont*lku ke dalam vaginanya, saat kucoba menyelipkan kepala kont*lku ke mulut vaginanya rasanya seret dan sulit sekali, kulihat Vivian sedikit meringis dan membuka mulutnya dan sedikit menjerit, “aaahh” , namun akhirnya kepala kont*lku sudah mulai masuk dan mulai kurasakan kehangat vaginanya, perlahan kumasukkan sesenti demi sesenti, pada centimeter ke 3 menuju ke 4, Vivian tiba-tiba berteriak dan menjerit, ” aduh mas sakit sekali, katanya, seperti ada yang menusuk dan nyerinya sampai ke perut”, katanya.


Dalam ketegangan kont*lku dan nafsu yang sudah naik, kuhampiri Vivian, Kucium lembut bibirnya dan seluruh wajahnya mulai dari keningnya, jidat, matanya yang terpejam, hidung dan akhirnya kukecup dan akhirnya kulumat bibir seksinya, tanganku tak tinggal diam mulai dari kaos dan BHnya kubuka perlahan dan celana dalam hitam kecilnya yang menutupi lembah dan jembut halusnya, sambil terpejam Tangan Vivian meraih kancing dan resluting celanaku dan didapatinya kont*lku yang sudah tegak berdiri, kubantu melepas baju yang kukenakan sehingga kita berdua telanjang bulat dan hanya celana dalam Vivian yang masih dipakainya.



Tiba-tiba tubuhku didorongnya, “berdiri dulu sayang, katanya, akupun turun dari tempat tidur dan Vivian pun duduk ditepi tempat tidur dan sambil membelai kont*lku yang sudah sangat tegang.


“Aku belum pernah lihat titit lelaki dewasa, tetapi punyamu besar sekali mas, sampai-sampai tanganku rasanya mantap sekali memegangnya, boleh aku belai sayang?”.

“Tentu, belai ciumi dan manjakan kont*lku besar ini sayang.”, kataku.


Kont*lku sebenarnya nggak terlalu besar ya kira-kira pernah kuukur pakai penggaris panjangnya 15 cm dan diameternya sebesar pepsodent ukuran jumbo, yah perfectable size-lah menurut ukuran pacarku.


Sejak pertama kali mengenal oral sex hingga hari ini, Vivian menunjukkan antusias yang sangat tinggi dengan kont*lku, matanya sempat terbelalak saat pertama melihat dan memegang kont*lku yang sudah ereksi. Apalagi saat pertama kali melakukan “karaoke”, istilahku jika ingin di-oral-sex sama pacarku, cara memperlakukan kont*lku benar-benar istimewa, saat kutanya emangnya sudah pernah karaoke ya, pacarku marah besar, bagaimana mungkin jawabnya, ciuman bibir aja baru dengan kamu , dan akupun teringat first kiss buatku dan buat dia benar benar berkesan, habis sama-sama baru sekali itu sih.


Sambil duduk dipingggir kasur kubuka pahaku sehingga kont*lku yang sudah ereksi terlihat menantang seperti tugu monas, Vivian jongkok dibawah sambil membelai perlahan kont*lku, jari jemarinya menari-nari sepanjang kont*lku mengikuti urat-uratnya yang menonjol sambil sesekali meremas dengan gemas, kulihat payudara Vivian sangat menantang dan sesekali kuremas juga susunya.


Dari pangkal kont*lku, dekat anus, tiba-tiba Vivian menjulurkan lidahnya dan menjilat-jilat batang kont*lku, jilatan itu kemudian semakin keatas mengikuti batang kont*lku, hingga akhirnya kepala kont*lku dijilat dan disedot perlahan-lahan. Kurasakan aliran darah mengalir keras disepanjang urat kont*lku, dan ketegangannya mungkin sudah mencapai 100%, kepalanya membesar seperti topi joshua, warnanya kemerah-merahan dan berdenyut-denyut nikmat sekali.


Sampai akhirnya batang kont*lku mulai dilumat dan dimasukkan ke dalam mulutnya, perlahan-lahan hingga kurasakan menyentuh ujung tenggorokannya, sementara masih tersisa sekitar 5 cm. “Masukkan semuanya dong, pintaku, “Gimana mau masuk lagi, kont*lmu terlalu panjang buat mulutku, katanya sambil melepaskan kulumannya.


Akhirnya keluar masuk kont*lku dimulutnya, wah rasanya nikmat sekali, mungkin seperti ini rasanya bersenggama, pikirku, kami memang selama ini belum pernah melakukan persetubuhan hingga memasukkan kont*lku ke dalam vaginanya, yah hanya sekedar berbugil sambil menjilat dan mengulum alat kelamin dan orgasme tanpa melakukan senggama.


Suasana pagi yang sejuk, karena jendela kamar yang terbuka ditambah alunan lagu love song membuat kami sama-sama terbuai dan lupa dengan segala sesuatunya. Sambil kujamah payudaranya, Vivian kutarik dan kurebahkan di atas tempat tidur, wajahnya benar-benar merangsang, matanya berbinar, bibirnya memerah dan payudara sangat kencang dan memadat dengan puting susu yang mengeras. Seperti diawal aku mulai menciumi wajah dan bibirnya kemudian aku turun kebawah, kuciumi dan kujilati mulai dari jari-jemarinya yang putih mulus hingga ke betis indahnya, sambil kubelai dan kusentuh paha mulusnya, tanpa terasa aku menyentuh CD hitamnya dan perlahan kuturunkan dan kulepaskan, Vivian diam dan hanya mendesah-desah menahan kenikmatan itu.


Sampai di pahanya kubelai dan kuciumi paha mulusnya seinchi demi seinchi kelihatan sekali dia begitu terangsang, sebelum sampai ke pangkal pahanya, aku naik dan mulai menjilati dadanya. Payudara yang putih dan mulus itu kuremas sambil mulai kujilati melingkar hingga sampai ke putingnya kujilati dan kusedot penuh nafsu, Kulihat pinggul dan pantat Vivian bergerak dan menggelinjang tak karuan menahan kenikmatan jilatan, sedotan dan remasanku.


Kujilati kebawah lagi dan sampai ke perut Vivian yang sangat mulus dan akhirnya hingga ke bukit indah yang ditumbuhi rumput hitam yang halus dan sangat kontras dengan kemulusan tubuhnya. Kusibakkan bulu-bulu halus yang menutupi vagina pacarku, terlihat bibir vaginanya masih tertutup rapat,namun terlihat disitu ada cairan disekelilingnya, ternyata dia sudah mulai basah.


Kubuka sedikit dan terlihat klitorisnya berwarna pink, kecil, menonjol dan kelihatan membasah, kuraba perlahan, Vivian melenguh keras dan menggoyangkan dan mengangkat pantatnya, Kuraba perlahan dengan jari telunjukku dan akhirnya mulai kujilati dengan ujung lidahku, kembali terdengar erangan dan lenguhannya merasakan nikmat yang luar biasa.


“Mas, tolong aku sayang, masukkan kont*lmu besarmu ke vaginaku, aku sudah tak tahan lagi menahan kenikmatan ini, pintanya sambil setengah memelas. ” jangan sayang, kita belum boleh melakukan ini, toh nanti kita juga akan menikah, kataku masih sadar, meskipun aku jiga sudah tidak kuat lagi menahan nafsuku.


“Biarlah mas, aku rela mmberikan perawanku untukmu sayang, aku sangat mencintaimu dan aku takut kehilangan dirimu, kata Vivian, sambil mulai menarik kont*lku ke arah vaginanya yang membasah.


Kont*lku yang sudah agak menurun, mulai bangkit lagi begitu menyentuh bibir vagina Vivian, sangat tegang dan begitu membesar. Dengan masih deg degan akhirnya sedikit demi sedikit kumasukkan batang kont*lku ke dalam vaginanya, saat kucoba menyelipkan kepala kont*lku ke mulut vaginanya rasanya seret dan sulit sekali, kulihat Vivian sedikit meringis dan membuka mulutnya dan sedikit menjerit, “aaahh” , namun akhirnya kepala kont*lku sudah mulai masuk dan mulai kurasakan kehangat vaginanya, perlahan kumasukkan sesenti demi sesenti, pada centimeter ke 3 menuju ke 4, Vivian tiba-tiba berteriak dan menjerit, ” aduh mas sakit sekali, katanya, seperti ada yang menusuk dan nyerinya sampai ke perut”, katanya.

Cerita Sex Panas Mantan Terindahku

Subscribe Our Newsletter